SUMBERSARI, Radar Jember - Upaya memperkuat kesiapsiagaan bencana terus dilakukan PMI Jember. Salah satunya melalui dukungan 200 pelampung dari Pemkab Jember yang diserahkan secara simbolis, Jumat (7/11).
Dari jumlah itu, 96 pelampung dibagikan kepada delapan unit Korps Sukarela (KSR) PMI di berbagai perguruan tinggi di Jember.
Sementara sisanya menjadi inventaris PMI Jember untuk operasional dan pelatihan relawan.
Prosesi penyerahan berlangsung di Aula Markas PMI Jember, Sumbersari.
Baca Juga: PMI Jember Jemput Bola ke Desa, Warga Sidomekar dan Sidomukti Antusias Donor Darah Bantu Sesama
Bantuan ini menjadi bagian dari komitmen bersama untuk memperkuat kemampuan relawan muda dalam menghadapi potensi bencana.
Delapan Unit KSR yang menerima bantuan tersebut antara lain Universitas Jember, Politeknik Negeri Jember, Universitas Muhammadiyah Jember, Universitas Islam KH Achmad Siddiq, Universitas Argopuro, ITS Mandala, Polkesma Jember, dan Universitas dr Soebandi Jember.
Masing-masing diharapkan dapat memanfaatkan pelampung itu sebagai perlengkapan operasional sekaligus sarana latihan.
Wakil Sekretaris PMI Jember Lilik Niamah mengatakan, bantuan tersebut sangat penting untuk mendukung kesiapan relawan di lapangan.
Baca Juga: Kisah Marsuni, Purna PMI Asal Ledokombo Jember: Rela Teraniaya di Negeri Orang demi Anak Kuliah
“Kami berharap bantuan pelampung ini dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kesiapsiagaan bencana," ujarnya.
Hal senada disampaikan Imam Hariri, pengurus PMI Jember yang turut menyerahkan bantuan. Ia menilai dukungan ini bukan hanya soal perlengkapan, tetapi juga bagian dari proses pembelajaran bagi para relawan kampus.
“Bantuan pelampung ini menjadi penunjang kegiatan operasional sekaligus media pelatihan peningkatan kapasitas relawan,” katanya.
Dia berharap semangat relawan muda dalam menanggapi bencana semakin kuat.
Kolaborasi antara pemerintah, lembaga kemanusiaan, dan dunia kampus diharapkan dapat menciptakan jaringan relawan tangguh yang siap bergerak cepat kapan pun bencana terjadi. (kin/nur)
Editor : Nur Hariri