RAMBIPUJI, Radar Jember - Menjelang mudik Lebaran tahun 2025, inspeksi keselamatan atau ramp check terhadap semua armada bus belakangan semakin digencarkan. Seperti ramp check yang dilakukan petugas di Terminal Tawangalun Jember, Rabu (12/3).
Ramp check tidak hanya menyasar bus ekonomi yang melayani rute dekat, namun juga bus patas hingga bus antar kota antar provinsi atau AKAP yang melayani rute jauh, dari sekitar 60 perusahaan otobus (PO) yang mengoperasikan armadanya di terminal bertipe A itu.
Para petugas secara teliti memeriksa detail kendaraan. Mulai dari aspek teknis seperti kelistrikan, pencahayaan, pengereman, apar, ketebalan ban roda, sampai masa berlaku atau uji KIR.
Selain itu, setiap driver bus juga wajib menunjukkan dokumen serta surat-surat jalan kendaraan sebelum mereka berangkat mengaspal.
Jika tidak memenuhi syarat laik jalan, mereka dilarang berangkat. “Kalau ada temuan armada tidak laik jalan, langsung kita tindak,” kata Kepala Terminal Tawangalun Jember, Pudjiono, ditemui saat ramp check, Rabu (12/3).
Adapun sanksi bagi perusahaan otobus (PO) yang armadanya tidak laik jalan itu antara lain, diberikan surat peringatan. Lalu dikeluarkan dari terminal menuju ke poll masing-masing, diminta menurunkan penumpangnya.
“Kita kontinu soal ini. Kalau dinyatakan laik jalan secara administrasi dan fisik, maka kita tempel stiker laik jalan. Tetapi kalau tidak laik administrasi dan tidak laik fisik, kita akan berikan stiker tidak laik. Jadi kita berikan sanksi teguran dan tilang,” katanya.
Pudjiono mengatakan, ramp check menjadi bagian penting untuk dilakukan secara berkala, demi memastikan kelayakan armada bus dan keselamatan selama di jalan. Terlebih saat menjelang mudik lebaran ini, terjadi peningkatan jumlah armada yang dikeluarkan para PO.
Dari sekitar 125-150 armada di hari-hari biasa, menjelang mudik lebaran bisa bertambah dan menjadi sekitar 250 armada, atau meningkat sekitar 70 persen. Baik armada bus ekonomi, patas maupun bus AKAP.
“Kita sudah panggil beberapa PO untuk penambahan armada. Dan kita telah berkoordinasi dan telah menyiapkan surat insidentil yang diterbitkan Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas II, BPTD Jawa Timur,” imbuh Pudjiono.
Sejumlah awak sopir merespon positif upaya ramp check yang dilakukan petugas itu. Mereka beranggapan, upaya itu demi kebaikan bersama. "Kalau sekarang belum seberapa, nanti pasti lebih banyak penumpangnya, menjelang mudik," tambah M. Rokhim, sopir bus patas Ladju, Surabaya - Jember. (mau)
Editor : M. Ainul Budi