ANTIROGO, Radar Jember - Sebanyak 80 santri kelas 6 MI Unggulan Nuris Jember telah menyelesaikan pendidikan.
Lepas pisah dan imtihan yang digelar pada 22 Juni lalu di GOR Nuris berlangsung sangat khidmat.
Rasa haru dan bangga tercipta saat puluhan siswa dari kelas I hingga V melafalkan hafalan Quran dan kitab Aqidatul Awam.
Staf Waka Kurikulum MI Unggulan Nuris Mega Sholihatul Fithri mengatakan, selama prosesi, peserta lepas pisah dan imtihan didampingi satu wali siswa.
Acara itu dihadiri langsung oleh Pengasuh Pesantren Nuris KH Muhyiddin Abdusshomad, Nyai Hodaifah, Gus Rohmatullah Rijal, dan Ning Hasanatul Kholidiah.
Sekaligus memimpin prosesi.
"Selama acara disiarkan langsung melalui live streaming Youtube Nuris Channel," sebutnya.
Dia menyampaikan, KH Muhyiddin memberikan pesan kepada para santri dan guru serta wali murid agar selalu mengedepankan akhlakul karimah di mana pun berada.
Senantiasa menjaga hafalan-hafalannya dengan terus bermurajaah.
"Melalui imtihan itu kami berharap para siswa yang duduk di kelas 1 sampai 5 ikut terdorong untuk semangat belajar. Terutama hafalan Quran," ucapnya.
MI Unggulan Nuris, jelasnya, memberikan penghargaan kepada para santri terbaik dalam bidang tahfiz Quran yang telah melampaui target hafalan.
Selain itu, penghargaan juga disampaikan untuk siswa yang berprestasi dalam bidang sains dan nonsains.
"Siswa yang rajin ke perpustakaan juga kami berikan apresiasi penghargaan," imbuh koordinator seksi acara lepas pisah dan imtihan itu.
Mega menjelaskan, di sela prosesi, 52 siswa kelas I hingga V diberikan kesempatan untuk menunjukkan capaian hafalan Quran dan kitab Aqidatul Awam.
Mereka, tambahnya, adalah santri pilihan yang telah melalui proses seleksi. Oleh karena itu, demonstrasi hafalan yang ditampilkan sudah cukup baik.
"Sebanyak 22 anak yang demonstrasi tahfiz sudah pasti hafal Quran lebih dari satu juz," tuturnya. (sil/c2/dwi)
Editor : Radar Digital