SUMBERSARI, Radar Jember – Penerapan sistem satu arah (SSA) di Jalan Jawa telah berjalan selama sepekan. Hasil uji coba tersebut kini memantapkan Dinas Perhubungan (Dishub) Jember untuk mengembangkan SSA di seluruh ruas jalan area kampus yang ada di Kelurahan/Kecamatan Sumbersari.
Kepala Dishub Jember Agus Wijaya menyampaikan, mulai hari ini, Selasa (10/10), semua ruas jalan dibuat searah. Meliputi Jalan Jawa, Kalimantan, Mastrip, dan Jalan Riau. Uji coba tersebut telah menjadi keputusan untuk diambil setelah melakukan analisis dan evaluasi pada SSA Jalan Jawa.
Kebijakan diambil juga berdasarkan keluhan yang datang dari masyarakat. Dibuatnya SSA pada perputaran arus lalu lintas (lalin) itu dinilai akan lebih solutif mengurai kepadatan. Tidak menumpuk pada titik-titik tertentu saja. “Supaya tidak ada kepadatan di daerah kampus, sehingga timbul kenyamanan,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Jember.
Uji coba pada seluruh ruas jalan tersebut berjalan seperti biasanya. Dimulai pada pagi pukul 06.00 sampai 08.00 dan sore pada 16.00 hingga 18.00. Perputaran arus mengikuti searah jalan Jawa sebelumnya. Dari arah timur masuk Jalan Jawa belok ke Jalan Kalimantan, menuju Jalan Mastrip dan terus searah ke Jalan Riau.
Pada jam-jam penerapan SSA, pengendara, baik roda dua maupun empat, tidak diperbolehkan melintas empat ruas jalan tersebut dengan arah sebaliknya. Kecuali angkutan kota (angkot) atau transportasi umum lain yang berpelat kuning. “Angkot tetap boleh,” tuturnya.
Agus menyebutkan, personel yang diturunkan akan ditambah dalam penerapan SSA di empat ruas jalan. Termasuk menambah waktu nyala traffic light di beberapa lokasi yang berpotensi padat. Uji coba tersebut masih akan terus dipantau oleh Dishub setiap hari. Begitu juga dengan evaluasi yang dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak.
Dia berharap masyarakat sudah makin banyak yang mengetahui kebijakan tersebut. Supaya tidak lagi terkejut saat melintasi area itu saat jam SSA dilaksanakan. Proses uji coba itu, menurutnya, salah satu rekayasa lalin yang akan mengubah pola masyarakat. “Agar jadi biasa dulu,” pungkas Agus. (sil/c2/nur)
Editor : Radar Digital