Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Kisah Fitri, Remaja yang Merawat 3 Adik

Safitri • Kamis, 19 Januari 2023 | 20:47 WIB
BERKAWAN TAKDIR: Kehidupan sehari-hari Lailatul Fitriah yang harus merawat tiga saudara di rumahnya, Dusun Krajan Tengah, Desa Curahlele, Kecamatan Balung, dengan serba keterbatasan.
BERKAWAN TAKDIR: Kehidupan sehari-hari Lailatul Fitriah yang harus merawat tiga saudara di rumahnya, Dusun Krajan Tengah, Desa Curahlele, Kecamatan Balung, dengan serba keterbatasan.
JEMBER, RADARJEMBER.ID - Sebuah rumah usang di Dusun Krajan Tengah, Desa Curahlele, Kecamatan Balung, itu sepintas terlihat masih tegap berdiri. Lengkap dengan beberapa genting dan dindingnya. Begitu masuk ke dalamnya, tak ada satu pun perkakas mahal atau benda-benda berharga.

BACA JUGA : Tidak Terima Jadi Tersangka Pencabulan, Kiai Fahim Gugat Polres Jember!

Terlihat lantai rumah yang kotor, dinding jamuran, sampai atap rumah juga terlihat tak karuan. Kondisi itu sepertinya karena sering bocor ketika hujan, membuat langit-langitnya ambrol dan rusak. Bahkan pintu rumah saja sudah tidak lagi baik wujudnya. Secara bentuk fisik, kondisi semuanya memprihatinkan dan sangat jauh dari kata layak.

Namun siapa sangka, rumah usang itu rupanya ditinggali oleh seorang remaja putri. Namanya Lailatul Fitriah. Gadis 17 tahun itu tak sendiri menempati rumahnya. Ia bersama ketiga adiknya. Ahmad Ali Murtadho, 10, serta dua adik kembarnya yang tengah menempuh PAUD, Fahira Dira Sumaila, 3, dan Sahira Fazila Aurelia, 3.

Fitri, begitu warga dan saudaranya menyapa gadis yang kini tengah duduk di bangku kelas XII SMA di Kecamatan Balung itu. Fitri mengisahkan sekilas kehidupan bersama ketiga adiknya. Tepatnya sejak sepeninggal sang ayah, tahun 2021 lalu.

Keluarga Fitri sepertinya merasakan betul kehilangan sosok sang ayah yang merupakan tulang punggung bagi keluarga. Kondisi itu kemudian memaksa sang ibu mengambil alih peran ayahnya. Demi menopang kebutuhan perekonomiannya. "Sepeninggal ayah, ibu merantau ke Malaysia," kata Fitri, dengan nada lirih.

Pilu yang dideritanya rupanya tidak terhenti di situ. Kepergian ibu Fitri ke Malaysia belum begitu bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari Fitri dan adiknya. Ia mengaku belum menerima kiriman uang dari ibunya karena baru tiga bulan lalu berangkat. "Ibu baru bisa mengirim uang setelah 6 bulan bekerja. Karena harus melunasi biaya berangkat ke luar negeri dan menyelesaikan pelatihannya," kata Fitri.

Tuhan memang tidak pernah tidur. Kesulitan yang dialami Fitri rupanya telah mengetuk nurani saudara dan tetangganya. Selain mendapatkan program bantuan dari desa tiap tiga bulan, Fitri mendapat bantuan sehari-hari dan tumpangan tidur di rumah tetangga, tepat di belakang rumahnya, bernama Siti Muarofah. "Saya diberi Rp 10-15 ribu per hari buat beli lauk untuk makan. Itu harus cukup untuk saya dan adik-adik saya," akunya.

Sebenarnya, aku Fitri, sebelum ibunya berangkat menjadi TKW, ia sempat diberi ibunya uang Rp 1 juta untuk kebutuhan sehari-hari. Namun, telah habis. Karena itu, untuk sementara waktu ia mengharap uluran tangan saudara dan tetangganya, serta dari program bantuan tiga bulanan itu.

Rumahnya yang sudah tak layak huni itu ditempati Fitri hanya untuk singgah pagi, siang, sampai sore hari. Sekadar untuk kebutuhan mandi atau ganti pakaian. Untuk tidur, lagi-lagi Fitri harus menanti uluran tangan tetangganya. Ia tidur di rumah tetangga, lantaran soal keamanan rumahnya yang kerap membuat dia dan ketiga adiknya waswas.

"Saya merawatnya sudah hampir empat bulan. Sebelum berangkat, uminya Fitri memang menitipkan anak-anaknya ke saya," aku Siti Muarofah, warga yang rumahnya ditempati Fitri untuk tidur beserta adiknya. Di rumahnya, Siti Muarofah memang menyediakan kamar khusus untuk Fitri dan ketiga adiknya yang sedang duduk di bangku kelas 5 SD dan PAUD itu.

Muarofah sendiri diketahui sebenarnya bukanlah keluarga mampu. Suaminya bekerja merantau ke Sumatra. "Ya, dibantu sesuai kemampuan saya. Kalau untuk biaya sekolah adik-adiknya Fitri, alhamdulillah ada relawan yang membantu," pungkas Muarofah. (c2/nur) Editor : Safitri
#Jember