Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Wisata Kebonagung Bakal Dipugar Jadi Museum

Safitri • Sabtu, 29 Oktober 2022 | 17:56 WIB
INDAH: Kolam Renang Kebonagung yang sempat direnovasi kala Jember menjadi tuan rumah Porprov Jatim VII, tahun 2023 nanti, tempat wisata ini bakal kembali dipugar.
INDAH: Kolam Renang Kebonagung yang sempat direnovasi kala Jember menjadi tuan rumah Porprov Jatim VII, tahun 2023 nanti, tempat wisata ini bakal kembali dipugar.
SUKORAMBI, Radar Jember - Karena dianggap kurang memenuhi ekspektasi sebagai penopang pendapatan asli daerah (PAD), wisata Hotel dan Kolam Renang Kebonagung direncanakan bakal kembali dipugar. Rencana itu tertuang dalam pembahasan Rencana Kerja Anggaran (RKA) APBD tahun 2023, antara Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) bersama Komisi B, di DPRD Jember, belum lama ini.

BACA JUGA : Tanamkan Nasionalisme, Begini Cara SMP di Jember Peringati Sumpah Pemuda

Kepala Disparbud Jember Harry Agus Triono mengutarakan, beberapa hal yang mendasari inisiasi itu mengingat tempat wisata Kebonagung selama ini dirasa kurang menarik. Bahkan kontribusi ke PAD juga kurang begitu optimal. "Kalau kontribusi ke PAD, saya lupa, belum buka data. Tapi memang, wisata Kebonagung kita rencanakan menambah museum," kata Harry.

Harry bahkan memiliki ekspektasi ketika tempat wisata Kebonagung itu dipoles ada museum, dirasa akan semakin menarik minat pengunjung atau wisatawan mampir ke Jember. "Kalau kolam renangnya dan beberapa kamar hotel ini tetap, jadi pengunjung bisa berlibur, menginap, sekaligus belajar di museum," katanya.

Dalam rencananya, museum itu nantinya bakal berisi peninggalan megalitikum, peninggalan-peninggalan prasejarah era kerajaan-kerajaan di Jember, dan beberapa lainnya. Disparbud Jember yang mengomando tempat wisata ini juga menjanjikan akan mengintegrasikan ke sejumlah sektor-sektor berkait di sekitarnya untuk mengungkit roda perekonomian.

Sejauh ini, pihaknya masih menantikan rencana kajian lebih lanjut. Harry juga belum memastikan, rencana membangun museum itu benar-benar fix 100 persen. "Rencana museum itu masih alternatif, kalau nanti ada usulan lain sekiranya lebih konkret, lebih mendukung, kita juga perhatikan," imbuh mantan kabid Pengendalian dan Operasional Dishub DIY itu.

Ketika Jember menjadi tuan rumah Porprov Jatim VII, beberapa bulan lalu, Hotel dan Kolam Renang Kebonagung pernah dijadikan salah satu venue. Bahkan pemerintah daerah telah menggelontorkan Rp 279 juta untuk membuat kawasan wisata itu kian bersolek dan tampil menawan saat Porprov itu. "Dan sekarang, direncanakan ada museum itu dengan alokasi sekitar Rp 800 juta lebih, kami setuju tapi harus memperhatikan beberapa hal," pinta David Handoko Seto, Sekretaris Komisi B DPRD Jember.

Menurut dia, Komisi B memang telah memberikan lampu hijau untuk rencana tersebut. Namun, juga perlu memperhatikan aspek kebermanfaatan. Khususnya untuk masyarakat setempat. Karenanya, Komisi B juga menyarankan agar ada ruang-ruang untuk pertumbuhan UMKM oleh warga di sekitar lokasi wisata Kebonagung.

Terlebih lagi, keberadaan Hotel dan Kolam Renang Kebonagung selama ini hanya menghabiskan biaya perawatan saja, tanpa memberikan kontribusi yang jelas ke PAD. "Karenanya, nanti kita sama-sama melakukan FGD, datangkan ahli tata kota/bangunan. Kita lihat rekomendasinya seperti apa, layak atau tidak, dirobohkan, tambah baru atau seperti apa," tukas David. (mau/c1/nur) Editor : Safitri
#kolam renang #Jember