BACA JUGA : Peredaran Obat Sirup di Bondowoso, Masih Ada Masyarakat yang Ingin Beli
Laporan tersebut banyak diterima oleh Pemadam Kebakaran (Damkar) Jember. Menurut Komandan Regu B Mako Damkar Jember Dwi Atmoko, saat ini ada peningkatan temuan hewan melata itu masuk ke rumah-rumah warga. Hal itu ditengarai karena peralihan musim, karena ular mencari makan, musim kawin, hingga mencari tempat yang hangat. “Makanya saat ini sering kali menampakkan diri di pekarangan rumah, dalam rumah, ataupun di jalan,” ujarnya.
Dia menjelaskan, kondisi hujan hingga banjir membuat habitat atau tempat tinggal ular terganggu. Akibatnya, ular mencari tempat tinggal yang lebih aman dari banjir. Salah satunya masuk ke rumah. Atmoko mengaku, ular-ular yang berhasil ditangkap dari jenis ular berbisa ataupun tidak berbisa. “Kalau yang berbisa biasanya ular kobra hingga ular hijau,” ucapnya.
Atmoko mengimbau agar warga dapat menjaga kebersihan di lingkungan tempat tinggalnya dan menghindari suasana lembab. Sebab, kondisi lembab jadi sarangnya ular. Selain itu, mulai membuang barang-barang yang tidak terpakai dan menumpuk. “Sisa bahan bangunan yang tidak terpakai alangkah baiknya juga dibuang. Karena kerap ditemukan ular itu bersembunyi di tumpukan batu bata, genting, hingga batu fondasi,” paparnya.
Selain itu, kata dia, bila rumah warga di sekitarnya masih persawahan dan ada rumah kosong, maka juga perlu diantisipasi. Sebab, kemungkinan adanya ular cukup tinggi bila dibandingkan dengan rumah warga yang jauh dari persawahan. “Wilayah padat penduduk dan tidak ada sawah, ada juga kemungkinan ular. Terpenting musim hujan tiba itu waktunya bersih-bersih rumah,” terangnya.
Apabila nantinya menemukan ular muncul di dalam rumah, tambah Dwi Atmoko, warga tidak perlu panik dan bisa menghubungi Damkar Jember. “Jadi, damkar tidak hanya menerima panggilan emergency kebakaran, tapi juga kejadian lainnya seperti ular,” ucapnya. (mg2/c2/dwi)
Editor : Safitri