Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Padi Siap Panen Tersapu Luapan Sungai Garahan Jember

J
Penulis: Jumai RJ❯
GAGAL PANEN: Tanaman padi yang siap panen milik warga Dusun Curahdamar, Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, roboh dan tertutup lumpur setelah diterjang banjir, Senin (2/11) pagi. (JUMAI/RJ)
GAGAL PANEN: Tanaman padi yang siap panen milik warga Dusun Curahdamar, Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, roboh dan tertutup lumpur setelah diterjang banjir, Senin (2/11) pagi. (JUMAI/RJ)

Advertisement

Radar Jember – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Silo sejak Minggu (1/11) malam hingga Senin (2/11) dini hari mulai menunjukkan dampaknya. Setelah kawasan wisata PPG Garahan diterjang banjir, sektor pertanian juga ikut terdampak. Sejumlah tanaman padi milik warga yang seharusnya segera dipanen justru rusak diterjang luapan Sungai Garahan.

Banjir tersebut menerjang lahan persawahan di Dusun Curahdamar, Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo. Tanaman padi yang sudah menguning dan siap panen roboh akibat derasnya arus air. Tak hanya itu, sebagian hamparan sawah juga tertutup lumpur serta tumpukan sampah dan potongan kayu yang terbawa banjir.

Advertisement

Sedikitnya terdapat sekitar 20 petak sawah yang terdampak. Beberapa di antaranya bahkan sudah memasuki masa panen. Seperti tanaman padi milik Marsuli, To, dan Nur yang semuanya merupakan warga Dusun Curahdamar.

Ironisnya, sebagian tanaman padi tersebut rencananya dipanen pada Senin (2/11). Namun, sebelum petani sempat memanen hasil tanamannya, luapan sungai lebih dahulu menerjang area persawahan.

Sukron, warga Desa Sidomulyo, mengatakan banjir datang dengan membawa material berupa lumpur, potongan kayu, dan sampah lainnya. Derasnya arus membuat tanaman padi yang sudah siap panen roboh dan tidak bisa diselamatkan. "Rencananya padi yang sudah menguning akan dipanen pada Senin (2/11). Namun, keduluan banjir yang datang. Sungai Garahan meluap dan membawa potongan kayu berukuran besar hingga menerjang persawahan," kata Sukron.

Advertisement

Dia menjelaskan, posisi lahan persawahan berada di tikungan sungai. Saat debit air meningkat, aliran sungai tidak lagi mengikuti jalur biasanya. Air justru meluap dan menerobos langsung ke area persawahan. "Ketika banjir datang, air sungai tidak lewat alurnya, tetapi langsung mengarah ke area persawahan yang ditanami padi," ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Silo Iptu Wawan Sugianto mengatakan, hujan deras yang terjadi sejak Minggu malam hingga Senin pagi mengakibatkan peningkatan debit air di sejumlah sungai di wilayah Kecamatan Silo. Salah satunya Sungai Garahan di Desa Sidomulyo. Luapan sungai tersebut tidak hanya berdampak pada kawasan wisata PPG Garahan, tetapi juga menerjang lahan pertanian milik warga.

"Selain tempat pemandian di PPG Garahan, ada juga tanaman padi yang siap panen diterjang banjir. Akibatnya, tanaman tersebut tidak bisa dipanen karena luapan sungai menerjang persawahan milik warga," pungkas Wawan. (jum/dwi)

Advertisement

Artikel Terkait

Sekolah Jadi Lokasi Pembuatan KIA, Orang Tua Tak Perlu Antre di Kantor

Sekolah Jadi Lokasi Pembuatan KIA, Orang Tua Tak Perlu Antre di Kantor

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Jember terus menghadirkan inovasi pelayanan administrasi kependudukan melalui program jemput bola ke sekolah.  Melalui layanan ini, pembuatan Kartu Iden

Wisata Tubing di Jember Ditutup Sementara, Banjir Terjang PPG Garahan

Wisata Tubing di Jember Ditutup Sementara, Banjir Terjang PPG Garahan

Wisata alam PPG Garahan atau yang lebih dikenal dengan PPG Wisata Alam Pinus, di Dusun Curahdamar, Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, diterjang banjir pada Senin (2/11) pagi. Hingga, kemarin (3/11) petugas masih membersihka

Baca Buku sampai Malam di Jember? Sekarang Dinas Perpustakaan Buka Lebih Lama!

Baca Buku sampai Malam di Jember? Sekarang Dinas Perpustakaan Buka Lebih Lama!

Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan mengadakan Festival Literasi untuk Tahun 2024 dengan beragam aktivitas edukatif.  Festival ini berlangsung dari tanggal 3 Oktober hingga 4 November 20

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer