Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hanya Andalkan Sesek Bambu dan Sak Pasir, Warga Berharap Plengsengan Ambrol Segera Diperbaiki

J
Penulis: Jumai RJ❯
PERLU PERBAIKAN: Kondisi plengsengan Jalan Nasional Jember – Lumajang yang ambrol. (JUMAI/RJ)
PERLU PERBAIKAN: Kondisi plengsengan Jalan Nasional Jember – Lumajang yang ambrol. (JUMAI/RJ)

Advertisement

TEGALREJO, Radar Jember – Ambrolnya plengsengan di sekitar Dam Desa Tegalrejo, Kecamatan Mayang yang berada di Jalan Nasional Jember - Banyuwangi, sepekan lalu hingga kini belum juga mendapat penanganan serius.

Di lokasi, hanya tampak penanganan darurat berupa tumpukan karung pasir yang diperkuat dengan anyaman bambu (sesek) dan sak pasir sebagai penahan sementara.

Kondisi tersebut membuat warga khawatir. Pasalnya, pengaman yang ada dinilai belum cukup kuat, terlebih jika hujan deras kembali mengguyur kawasan tersebut.

Plengsengan yang ambrol sepanjang sekitar 7 meter dengan kedalaman mencapai 5 meter itu berada di jalur nasional penghubung Jember–Banyuwangi. Setiap hari, arus lalu lintas di jalur tersebut terbilang padat, didominasi kendaraan besar seperti truk dan bus.

Akibat ambrolnya bagian bahu jalan, petugas terpaksa memasang rambu pengaman di sekitar lokasi. Dampaknya, kendaraan dari arah barat (Jember) harus mengambil jalur kanan untuk menghindari titik longsor.

Advertisement

 Kondisi ini menjadi rawan, terutama saat kendaraan dari dua arah berpapasan.

 “Kalau tidak segera diperbaiki, sangat rawan kecelakaan. Kendaraan dari arah barat harus keluar dari marka tengah untuk menghindari rambu di lokasi longsor,” ujar Syamsul Hidayat, 40, warga Desa Sumber Kejayan, Kecamatan Mayang.

Menurutnya, penyempitan jalan akibat pemasangan rambu semakin memperbesar risiko, apalagi jalur tersebut kerap dilintasi kendaraan berat.

 Di sisi lain, aktivitas warga juga cukup tinggi, terutama pada pagi hari. “Banyak orang tua mengantar anak ke SDN Tegalrejo 01 dengan berjalan kaki di sisi utara jalan. Itu juga berbahaya,” tambahnya.

Hal senada juga menjadi perhatian pihak kepolisian. Kapolsek Mayang AKP Dian Eko Timoriyono mengimbau para pengendara agar lebih waspada saat melintas di lokasi tersebut.

Advertisement

Artikel Terkait

Sowani Kiai dan Ulama, Gus Fawait Lapor Progres Pembangunan Jember

Sowani Kiai dan Ulama, Gus Fawait Lapor Progres Pembangunan Jember

Di hadapan para tokoh agama yang dipandangnya sebagai guru spiritual, ia menegaskan bahwa para kiai merupakan fondasi penentu arah kebijakan dan moral kepemimpinannya di Jember.

Respon Gus Fawait Terhadap Seruan Ulama Soal Penggunaan Sound Horeg di Jember

Respon Gus Fawait Terhadap Seruan Ulama Soal Penggunaan Sound Horeg di Jember

Sebagai langkah taktis, ia menyatakan posisinya sebagai bapak bagi seluruh warga Jember yang menuntut ada keseimbangan antara ruang ekspresi warga dan kenyamanan publik.

Pemkab Jember Genjot Kinerja OPD, Serapan Anggaran Didorong Jadi Katalis Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Pemkab Jember Genjot Kinerja OPD, Serapan Anggaran Didorong Jadi Katalis Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Langkah itu dioptimalkan sebagai instrumen utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer