alexametrics
27.1 C
Jember
Wednesday, 10 August 2022

Harga Cabai Naik Hingga Rp 100 Ribu per Kilogram

Selalu Salahkan Mekanisme Pasar

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER KIDUL, Radar Jember – Mahalnya harga cabai rawit hingga Rp 100 ribu per kilogram tidak hanya terjadi satu dua kali ini saja. Walau sudah pengalaman dengan gejolak harga cabai, sayangnya tidak pernah jadi pelajaran. Mekanisme pasar supply dan demand yang kerap dipersoalkan.

BACA JUGA: Omzet UMKM Jember Tembus Rp 275 Juta pada Momen Porprov Jatim VII

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, meski mahal, cabai tetap bisa ditemukan di Pasar Tanjung. Salah satu pedagang cabai di Pasar Tanjung, Heru, menjual cabainya dengan harga Rp 96 ribu per kilogram. Harga tersebut, tambahnya, sudah dipatoknya selama dua minggu terakhir. “Harganya memang tidak tentu. Sekarang sedang mahal-mahalnya. Tapi, tetap ada pembeli,” ujarnya, Senin (27/6).

Mobile_AP_Rectangle 2

Kegemaran masyarakat terhadap rasa pedas membuat kebiasaan tersebut tak bisa dibendung meski harus mengeluarkan biasa mahal. Pedagang yang biasanya melapak pada sore hingga malam itu membenarkan hal tersebut. Dengan sedikit mengeluh, tambahnya, pembeli tetap membeli cabai walau harus sedikit mengurangi jumlahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Bambang Saputro menjelaskan bahwa komoditas tersebut kenaikannya secara bertahap. Seperti cabai kecil yang awalnya Rp 25 ribu, naik mencapai Rp 100 ribu per kilogram. Kenaikan juga terjadi pada beberapa bahan pokok penting (bapokting) lainnya. Seperti cabai besar, tomat, dan bawang merah.

- Advertisement -

JEMBER KIDUL, Radar Jember – Mahalnya harga cabai rawit hingga Rp 100 ribu per kilogram tidak hanya terjadi satu dua kali ini saja. Walau sudah pengalaman dengan gejolak harga cabai, sayangnya tidak pernah jadi pelajaran. Mekanisme pasar supply dan demand yang kerap dipersoalkan.

BACA JUGA: Omzet UMKM Jember Tembus Rp 275 Juta pada Momen Porprov Jatim VII

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, meski mahal, cabai tetap bisa ditemukan di Pasar Tanjung. Salah satu pedagang cabai di Pasar Tanjung, Heru, menjual cabainya dengan harga Rp 96 ribu per kilogram. Harga tersebut, tambahnya, sudah dipatoknya selama dua minggu terakhir. “Harganya memang tidak tentu. Sekarang sedang mahal-mahalnya. Tapi, tetap ada pembeli,” ujarnya, Senin (27/6).

Kegemaran masyarakat terhadap rasa pedas membuat kebiasaan tersebut tak bisa dibendung meski harus mengeluarkan biasa mahal. Pedagang yang biasanya melapak pada sore hingga malam itu membenarkan hal tersebut. Dengan sedikit mengeluh, tambahnya, pembeli tetap membeli cabai walau harus sedikit mengurangi jumlahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Bambang Saputro menjelaskan bahwa komoditas tersebut kenaikannya secara bertahap. Seperti cabai kecil yang awalnya Rp 25 ribu, naik mencapai Rp 100 ribu per kilogram. Kenaikan juga terjadi pada beberapa bahan pokok penting (bapokting) lainnya. Seperti cabai besar, tomat, dan bawang merah.

JEMBER KIDUL, Radar Jember – Mahalnya harga cabai rawit hingga Rp 100 ribu per kilogram tidak hanya terjadi satu dua kali ini saja. Walau sudah pengalaman dengan gejolak harga cabai, sayangnya tidak pernah jadi pelajaran. Mekanisme pasar supply dan demand yang kerap dipersoalkan.

BACA JUGA: Omzet UMKM Jember Tembus Rp 275 Juta pada Momen Porprov Jatim VII

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, meski mahal, cabai tetap bisa ditemukan di Pasar Tanjung. Salah satu pedagang cabai di Pasar Tanjung, Heru, menjual cabainya dengan harga Rp 96 ribu per kilogram. Harga tersebut, tambahnya, sudah dipatoknya selama dua minggu terakhir. “Harganya memang tidak tentu. Sekarang sedang mahal-mahalnya. Tapi, tetap ada pembeli,” ujarnya, Senin (27/6).

Kegemaran masyarakat terhadap rasa pedas membuat kebiasaan tersebut tak bisa dibendung meski harus mengeluarkan biasa mahal. Pedagang yang biasanya melapak pada sore hingga malam itu membenarkan hal tersebut. Dengan sedikit mengeluh, tambahnya, pembeli tetap membeli cabai walau harus sedikit mengurangi jumlahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Bambang Saputro menjelaskan bahwa komoditas tersebut kenaikannya secara bertahap. Seperti cabai kecil yang awalnya Rp 25 ribu, naik mencapai Rp 100 ribu per kilogram. Kenaikan juga terjadi pada beberapa bahan pokok penting (bapokting) lainnya. Seperti cabai besar, tomat, dan bawang merah.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/