alexametrics
21.9 C
Jember
Saturday, 20 August 2022

Omzet UMKM Jember Tembus Rp 275 Juta pada Momen Porprov Jatim VII

- Ada Penjual Kopi Sehari Dapat Rp 400 Ribu

- Hasil Bergantung pada Aktif dan Pasifnya Pedagang

Mobile_AP_Rectangle 1

KALIWATES, Radar Jember – Perhelatan Porprov Jatim VII di Jember menjadi ladang rezeki bagi masyarakat, khususnya para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sejak pra-opening Porprov dihelat pada 17 Juni lalu hingga kemarin (29/6), pelaku UMKM asal Jember banyak mendapatkan berkah. Misi Pemkab Jember untuk penyelenggaraan, prestasi, dan membangkitkan ekonomi, sukses dilakukan sekalipun Porprov belum berakhir.

BACA JUGA : Kalbe Terima Fasilitas Pinjaman Rp1 Triliun dari BNI

Seperti diketahui, penyelenggaraan opening Porprov hingga pelaksanaan kompetisinya banyak menyita perhatian. Prestasi yang diraih pun banyak didapat oleh atlet Jember. Nah, multiplier effect di bidang ekonominya juga dirasakan oleh para pelaku UMKM asal Jember dengan produk unggulan hasil karya warga Jember. Seperti makanan ringan, kerajinan, hingga pakaian yang diperjualbelikan di ajang Porprov.

Mobile_AP_Rectangle 2

Seperti terpantau di sekitar area GOR Kaliwates, kemarin. Di area venue yang kemarin mempertandingkan cabor voli dan tenis, banyak UMKM yang memadati sekitar area venue. Di sana juga disajikan kuliner, suvenir, hingga barang-barang dagangan lain yang hanya bisa ditemui di event Porprov.

Menurut Esni Nuryani, pelaku UMKM asal Kaliwates, para pelapak banyak mendapat berkah dari usahanya. Bahkan, dalam sehari ada dagangan pelaku UMKM yang sampai habis terjual. “Cukup lumayan, pembelinya banyak. Kadang ada juga kelompok atlet dari luar daerah yang membeli jajanan,” katanya.

Untuk pelaku usaha sekelas UMKM yang kerap terkendala soal modal dan akses pasar, adanya lapak-lapak yang disediakan dalam pameran UMKM Porprov itu jelas sangat membantu. Beberapa dari mereka sebenarnya mengaku percaya diri dengan kualitas atau rasa dari produk-produk yang mereka buat. “Kami biasanya kesulitan pasar, karena andalannya hanya menjual secara online. Pameran ini lumayan, penjualan kira-kira naik dua kali lipat, bahkan lebih,” jelas pemilik usaha susu kedelai dan rengginang di sekitar GOR Kaliwates.

Pelaku UMKM yang ada di bawah binaan Diskop UMKM, Dinas Perdagangan, serta PKK Jember ini pun bisa dibilang 90 persen menyajikan hasil produksi rumahan. Bahkan, produk home industry itu tidak kalah saing dengan produk yang datang dari luar kota. Hal itu karena produk lokal asli Jember bisa bersaing di pasar nasional dan tingginya minat masyarakat atau pengunjung selama Porprov.

- Advertisement -

KALIWATES, Radar Jember – Perhelatan Porprov Jatim VII di Jember menjadi ladang rezeki bagi masyarakat, khususnya para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sejak pra-opening Porprov dihelat pada 17 Juni lalu hingga kemarin (29/6), pelaku UMKM asal Jember banyak mendapatkan berkah. Misi Pemkab Jember untuk penyelenggaraan, prestasi, dan membangkitkan ekonomi, sukses dilakukan sekalipun Porprov belum berakhir.

BACA JUGA : Kalbe Terima Fasilitas Pinjaman Rp1 Triliun dari BNI

Seperti diketahui, penyelenggaraan opening Porprov hingga pelaksanaan kompetisinya banyak menyita perhatian. Prestasi yang diraih pun banyak didapat oleh atlet Jember. Nah, multiplier effect di bidang ekonominya juga dirasakan oleh para pelaku UMKM asal Jember dengan produk unggulan hasil karya warga Jember. Seperti makanan ringan, kerajinan, hingga pakaian yang diperjualbelikan di ajang Porprov.

Seperti terpantau di sekitar area GOR Kaliwates, kemarin. Di area venue yang kemarin mempertandingkan cabor voli dan tenis, banyak UMKM yang memadati sekitar area venue. Di sana juga disajikan kuliner, suvenir, hingga barang-barang dagangan lain yang hanya bisa ditemui di event Porprov.

Menurut Esni Nuryani, pelaku UMKM asal Kaliwates, para pelapak banyak mendapat berkah dari usahanya. Bahkan, dalam sehari ada dagangan pelaku UMKM yang sampai habis terjual. “Cukup lumayan, pembelinya banyak. Kadang ada juga kelompok atlet dari luar daerah yang membeli jajanan,” katanya.

Untuk pelaku usaha sekelas UMKM yang kerap terkendala soal modal dan akses pasar, adanya lapak-lapak yang disediakan dalam pameran UMKM Porprov itu jelas sangat membantu. Beberapa dari mereka sebenarnya mengaku percaya diri dengan kualitas atau rasa dari produk-produk yang mereka buat. “Kami biasanya kesulitan pasar, karena andalannya hanya menjual secara online. Pameran ini lumayan, penjualan kira-kira naik dua kali lipat, bahkan lebih,” jelas pemilik usaha susu kedelai dan rengginang di sekitar GOR Kaliwates.

Pelaku UMKM yang ada di bawah binaan Diskop UMKM, Dinas Perdagangan, serta PKK Jember ini pun bisa dibilang 90 persen menyajikan hasil produksi rumahan. Bahkan, produk home industry itu tidak kalah saing dengan produk yang datang dari luar kota. Hal itu karena produk lokal asli Jember bisa bersaing di pasar nasional dan tingginya minat masyarakat atau pengunjung selama Porprov.

KALIWATES, Radar Jember – Perhelatan Porprov Jatim VII di Jember menjadi ladang rezeki bagi masyarakat, khususnya para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sejak pra-opening Porprov dihelat pada 17 Juni lalu hingga kemarin (29/6), pelaku UMKM asal Jember banyak mendapatkan berkah. Misi Pemkab Jember untuk penyelenggaraan, prestasi, dan membangkitkan ekonomi, sukses dilakukan sekalipun Porprov belum berakhir.

BACA JUGA : Kalbe Terima Fasilitas Pinjaman Rp1 Triliun dari BNI

Seperti diketahui, penyelenggaraan opening Porprov hingga pelaksanaan kompetisinya banyak menyita perhatian. Prestasi yang diraih pun banyak didapat oleh atlet Jember. Nah, multiplier effect di bidang ekonominya juga dirasakan oleh para pelaku UMKM asal Jember dengan produk unggulan hasil karya warga Jember. Seperti makanan ringan, kerajinan, hingga pakaian yang diperjualbelikan di ajang Porprov.

Seperti terpantau di sekitar area GOR Kaliwates, kemarin. Di area venue yang kemarin mempertandingkan cabor voli dan tenis, banyak UMKM yang memadati sekitar area venue. Di sana juga disajikan kuliner, suvenir, hingga barang-barang dagangan lain yang hanya bisa ditemui di event Porprov.

Menurut Esni Nuryani, pelaku UMKM asal Kaliwates, para pelapak banyak mendapat berkah dari usahanya. Bahkan, dalam sehari ada dagangan pelaku UMKM yang sampai habis terjual. “Cukup lumayan, pembelinya banyak. Kadang ada juga kelompok atlet dari luar daerah yang membeli jajanan,” katanya.

Untuk pelaku usaha sekelas UMKM yang kerap terkendala soal modal dan akses pasar, adanya lapak-lapak yang disediakan dalam pameran UMKM Porprov itu jelas sangat membantu. Beberapa dari mereka sebenarnya mengaku percaya diri dengan kualitas atau rasa dari produk-produk yang mereka buat. “Kami biasanya kesulitan pasar, karena andalannya hanya menjual secara online. Pameran ini lumayan, penjualan kira-kira naik dua kali lipat, bahkan lebih,” jelas pemilik usaha susu kedelai dan rengginang di sekitar GOR Kaliwates.

Pelaku UMKM yang ada di bawah binaan Diskop UMKM, Dinas Perdagangan, serta PKK Jember ini pun bisa dibilang 90 persen menyajikan hasil produksi rumahan. Bahkan, produk home industry itu tidak kalah saing dengan produk yang datang dari luar kota. Hal itu karena produk lokal asli Jember bisa bersaing di pasar nasional dan tingginya minat masyarakat atau pengunjung selama Porprov.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/