Rupiah Kian Melemah, Dolar AS Sentuh Hingga Rp 18.174 Sore Ini

Radar Jember – Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Rabu (28/10/2026).
Rupiah terkoreksi 18 poin atau 0,10 persen ke level Rp18.174 per dolar AS, dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di Rp18.156 per dolar AS.
Pelemahan tersebut terjadi ketika pelaku pasar masih mencermati perkembangan ekonomi global dan menantikan keputusan kebijakan moneter bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed).
Dikutip dari sejumlah media, pergerakan rupiah pada perdagangan pagi ini menunjukkan tekanan terhadap mata uang Garuda yang masih tetap berlanjut hingga saat ini.
Sebelumnya, pada Selasa (27/10/2026), rupiah ditutup melemah ke level Rp18.156 per dolar AS.
Keputusan The Fed Jadi Perhatian Pasar
Salah satu faktor yang menjadi perhatian pelaku pasar adalah pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) yang berlangsung pada 27–28 Oktober 2026 waktu setempat.
Keputusan The Fed mengenai suku bunga dapat memengaruhi pergerakan dolar AS dan arus modal global.
Apabila kebijakan moneter AS cenderung ketat, aset berbasis dolar berpotensi tetap menarik bagi investor sehingga memberi tekanan terhadap mata uang negara berkembang.
Selain kebijakan suku bunga, ketidakpastian global dan pergerakan arus modal asing juga menjadi faktor yang dapat memengaruhi nilai tukar rupiah.


