alexametrics
23.5 C
Jember
Sunday, 14 August 2022

Hasilkan Cuan Ratusan Ribu Setiap Hari

Mobile_AP_Rectangle 1

Gresik, RADARJEMBER.ID- Sejumlah warga Desa Sidorukun, Kecamatan Manyar, Gresik, sukses membudidayakan jamur tiram. Penghasilan mereka pun menjadi bertambah. Menariknya, budidaya tanaman yang menyehatkan itu memanfaatkan limbah domestik.
Program budidaya jamur tersebut dilakukan Kelompok Usaha Bersama (Kube) Fleurir di RW 04 Desa Sidorukun. Lalu, kesuksesan itu direplikasi Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE-WMO) ke RW 03.

BACA JUGA : Belum Tutup Tahun, Ada 546 Janda dan Duda Baru di Bondowoso

Sapto Agus Sudarmanto, field manager PHE WMO, mengungkapkan usaha jamur tersebut bisa membantu meningkatkan perekonomian warga. Apalagi prospek jamur kedepan cukup menjanjikan, apalagi cara budidaya jamur ini cukup mudah dan bisa dilakukan semua orang.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dia mengungkapkan, dampak pandemi Covid-19 telah mengakibatkan banyak orang kehilangan mata pencaharian. Melalui cara budidaya seperti itu maka tentu dapat membuka lapangan pekerjaan, sehingga angka pengangguran lokal di Gresik bisa terkurangi.

Dengan menggunakan 4.000 baglog maka warga bisa memproduksi 20 kilogram jamur tiram per hari. Rata-rata penghasilan Rp 400 ribu per hari. Hasil produksi ini diharapkan dapat memenuhi permintaan pasar-pasar tradisional. Bahkan, mal-mal di Gresik.

Jamur tersebut bisa diolah menjadi sejumlah produk olahan. Seperti jamur krispi, sempol jamur, manisan jamur, dan lainnya. Saat ini, kelompok warga itu masih dalam masa inkubasi 4.000 baglog. Pada 120 hari ke depan diharapkan sudah dapat panen perdana.

- Advertisement -

Gresik, RADARJEMBER.ID- Sejumlah warga Desa Sidorukun, Kecamatan Manyar, Gresik, sukses membudidayakan jamur tiram. Penghasilan mereka pun menjadi bertambah. Menariknya, budidaya tanaman yang menyehatkan itu memanfaatkan limbah domestik.
Program budidaya jamur tersebut dilakukan Kelompok Usaha Bersama (Kube) Fleurir di RW 04 Desa Sidorukun. Lalu, kesuksesan itu direplikasi Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE-WMO) ke RW 03.

BACA JUGA : Belum Tutup Tahun, Ada 546 Janda dan Duda Baru di Bondowoso

Sapto Agus Sudarmanto, field manager PHE WMO, mengungkapkan usaha jamur tersebut bisa membantu meningkatkan perekonomian warga. Apalagi prospek jamur kedepan cukup menjanjikan, apalagi cara budidaya jamur ini cukup mudah dan bisa dilakukan semua orang.

Dia mengungkapkan, dampak pandemi Covid-19 telah mengakibatkan banyak orang kehilangan mata pencaharian. Melalui cara budidaya seperti itu maka tentu dapat membuka lapangan pekerjaan, sehingga angka pengangguran lokal di Gresik bisa terkurangi.

Dengan menggunakan 4.000 baglog maka warga bisa memproduksi 20 kilogram jamur tiram per hari. Rata-rata penghasilan Rp 400 ribu per hari. Hasil produksi ini diharapkan dapat memenuhi permintaan pasar-pasar tradisional. Bahkan, mal-mal di Gresik.

Jamur tersebut bisa diolah menjadi sejumlah produk olahan. Seperti jamur krispi, sempol jamur, manisan jamur, dan lainnya. Saat ini, kelompok warga itu masih dalam masa inkubasi 4.000 baglog. Pada 120 hari ke depan diharapkan sudah dapat panen perdana.

Gresik, RADARJEMBER.ID- Sejumlah warga Desa Sidorukun, Kecamatan Manyar, Gresik, sukses membudidayakan jamur tiram. Penghasilan mereka pun menjadi bertambah. Menariknya, budidaya tanaman yang menyehatkan itu memanfaatkan limbah domestik.
Program budidaya jamur tersebut dilakukan Kelompok Usaha Bersama (Kube) Fleurir di RW 04 Desa Sidorukun. Lalu, kesuksesan itu direplikasi Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE-WMO) ke RW 03.

BACA JUGA : Belum Tutup Tahun, Ada 546 Janda dan Duda Baru di Bondowoso

Sapto Agus Sudarmanto, field manager PHE WMO, mengungkapkan usaha jamur tersebut bisa membantu meningkatkan perekonomian warga. Apalagi prospek jamur kedepan cukup menjanjikan, apalagi cara budidaya jamur ini cukup mudah dan bisa dilakukan semua orang.

Dia mengungkapkan, dampak pandemi Covid-19 telah mengakibatkan banyak orang kehilangan mata pencaharian. Melalui cara budidaya seperti itu maka tentu dapat membuka lapangan pekerjaan, sehingga angka pengangguran lokal di Gresik bisa terkurangi.

Dengan menggunakan 4.000 baglog maka warga bisa memproduksi 20 kilogram jamur tiram per hari. Rata-rata penghasilan Rp 400 ribu per hari. Hasil produksi ini diharapkan dapat memenuhi permintaan pasar-pasar tradisional. Bahkan, mal-mal di Gresik.

Jamur tersebut bisa diolah menjadi sejumlah produk olahan. Seperti jamur krispi, sempol jamur, manisan jamur, dan lainnya. Saat ini, kelompok warga itu masih dalam masa inkubasi 4.000 baglog. Pada 120 hari ke depan diharapkan sudah dapat panen perdana.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/