alexametrics
22.4 C
Jember
Tuesday, 16 August 2022

Belum Tutup Tahun, Ada 546 Janda dan Duda Baru di Bondowoso

Mobile_AP_Rectangle 1

DABASAH, Radar Ijen – Angka perceraian di Bondowoso ternyata terbilang masih cukup tinggi. Selama Januari hingga April saja, sudah ada 546 orang bercerai. Tak ayal, terdapat ratusan janda dan duda.

BACA JUGA : Identitas Mayat Mengapung di Sungai Umbulsari Jember Akhirnya Terungkap

Dari ratusan perceraian tersebut, rata-rata cerai gugat atau pengajuan dilayangkan pihak perempuan atau istri. Penyebabnya didominasi oleh faktor ekonomi. Berdasarkan data dari Pengadilan Agama (PA) Bondowoso, selama Januari hingga April tahun ini, sudah ada 546 kasus perceraian yang masuk. Sebanyak 158 di antaranya merupakan cerai talak atau perceraian yang diajukan oleh suami. Kemudian, 388 lainnya adalah cerai gugat, atau perceraian yang berasal dari gugatan seorang istri.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kepala Pengadilan Agama Bondowoso Mukhlisin Noor mengatakan, ratusan kasus perceraian yang terjadi memiliki berbagai faktor yang melatarbelakangi. Meski demikian, penyebab yang paling mendominasi adalah faktor ekonomi. Akibatnya, istri mengajukan diri untuk berpisah atau cerai.

- Advertisement -

DABASAH, Radar Ijen – Angka perceraian di Bondowoso ternyata terbilang masih cukup tinggi. Selama Januari hingga April saja, sudah ada 546 orang bercerai. Tak ayal, terdapat ratusan janda dan duda.

BACA JUGA : Identitas Mayat Mengapung di Sungai Umbulsari Jember Akhirnya Terungkap

Dari ratusan perceraian tersebut, rata-rata cerai gugat atau pengajuan dilayangkan pihak perempuan atau istri. Penyebabnya didominasi oleh faktor ekonomi. Berdasarkan data dari Pengadilan Agama (PA) Bondowoso, selama Januari hingga April tahun ini, sudah ada 546 kasus perceraian yang masuk. Sebanyak 158 di antaranya merupakan cerai talak atau perceraian yang diajukan oleh suami. Kemudian, 388 lainnya adalah cerai gugat, atau perceraian yang berasal dari gugatan seorang istri.

Kepala Pengadilan Agama Bondowoso Mukhlisin Noor mengatakan, ratusan kasus perceraian yang terjadi memiliki berbagai faktor yang melatarbelakangi. Meski demikian, penyebab yang paling mendominasi adalah faktor ekonomi. Akibatnya, istri mengajukan diri untuk berpisah atau cerai.

DABASAH, Radar Ijen – Angka perceraian di Bondowoso ternyata terbilang masih cukup tinggi. Selama Januari hingga April saja, sudah ada 546 orang bercerai. Tak ayal, terdapat ratusan janda dan duda.

BACA JUGA : Identitas Mayat Mengapung di Sungai Umbulsari Jember Akhirnya Terungkap

Dari ratusan perceraian tersebut, rata-rata cerai gugat atau pengajuan dilayangkan pihak perempuan atau istri. Penyebabnya didominasi oleh faktor ekonomi. Berdasarkan data dari Pengadilan Agama (PA) Bondowoso, selama Januari hingga April tahun ini, sudah ada 546 kasus perceraian yang masuk. Sebanyak 158 di antaranya merupakan cerai talak atau perceraian yang diajukan oleh suami. Kemudian, 388 lainnya adalah cerai gugat, atau perceraian yang berasal dari gugatan seorang istri.

Kepala Pengadilan Agama Bondowoso Mukhlisin Noor mengatakan, ratusan kasus perceraian yang terjadi memiliki berbagai faktor yang melatarbelakangi. Meski demikian, penyebab yang paling mendominasi adalah faktor ekonomi. Akibatnya, istri mengajukan diri untuk berpisah atau cerai.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/