alexametrics
28 C
Jember
Monday, 15 August 2022

Peringkat Kedua Inflasi Jawa Timur

Mobile_AP_Rectangle 1

MADIUN, RADARJEMBER.ID-Momentum Lebaran mendonkrak inflasi Kota Madiun, bahkan Badan pusat statistik (BPS) setempat mencatat, saat Mei lalu inflasi Kota Pendekar mencapai 0,58 persen. Angka itu melampaui rata-rata Jatim (0,49 persen) dan nasional (0,40 persen).

BACA JUGA : Meski Tiket Pre-Sale Habis di Beberapa Daerah, Hanung Tak Patok Target

Hal itu dikatakan oleh Dewi Yuhenny, Kepala BPJS Kota Madiun, pada momen Lebaran lalu permintaan serta harga komoditas kebutuhan warga kota tersebut meningkat drastis bila dibanding hari biasa.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dwi menjelaskan, inflasi terjadi lantaran kenaikan harga secara umum dan naiknya sebagian besar indeks pengeluaran. Dari sebelas kelompok pengeluaran, seluruhnya mengalami inflasi. Tertinggi pada kelompok transportasi, yakni 0,94 persen.
Disusul kelompok minuman dan tembakau (0,84 persen) serta penyediaan makanan dan minuman/restoran (0,62 persen). Sedangkan kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga (0,44 persen); perawatan pribadi dan jasa lainnya (0,40 persen)

Selain itu, sektor kesehatan (0,28 persen); rekreasi, olahraga, dan budaya (0,27 persen); pakaian dan alas kaki (0,22 persen). Pun, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga (0,16 persen).

- Advertisement -

MADIUN, RADARJEMBER.ID-Momentum Lebaran mendonkrak inflasi Kota Madiun, bahkan Badan pusat statistik (BPS) setempat mencatat, saat Mei lalu inflasi Kota Pendekar mencapai 0,58 persen. Angka itu melampaui rata-rata Jatim (0,49 persen) dan nasional (0,40 persen).

BACA JUGA : Meski Tiket Pre-Sale Habis di Beberapa Daerah, Hanung Tak Patok Target

Hal itu dikatakan oleh Dewi Yuhenny, Kepala BPJS Kota Madiun, pada momen Lebaran lalu permintaan serta harga komoditas kebutuhan warga kota tersebut meningkat drastis bila dibanding hari biasa.

Dwi menjelaskan, inflasi terjadi lantaran kenaikan harga secara umum dan naiknya sebagian besar indeks pengeluaran. Dari sebelas kelompok pengeluaran, seluruhnya mengalami inflasi. Tertinggi pada kelompok transportasi, yakni 0,94 persen.
Disusul kelompok minuman dan tembakau (0,84 persen) serta penyediaan makanan dan minuman/restoran (0,62 persen). Sedangkan kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga (0,44 persen); perawatan pribadi dan jasa lainnya (0,40 persen)

Selain itu, sektor kesehatan (0,28 persen); rekreasi, olahraga, dan budaya (0,27 persen); pakaian dan alas kaki (0,22 persen). Pun, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga (0,16 persen).

MADIUN, RADARJEMBER.ID-Momentum Lebaran mendonkrak inflasi Kota Madiun, bahkan Badan pusat statistik (BPS) setempat mencatat, saat Mei lalu inflasi Kota Pendekar mencapai 0,58 persen. Angka itu melampaui rata-rata Jatim (0,49 persen) dan nasional (0,40 persen).

BACA JUGA : Meski Tiket Pre-Sale Habis di Beberapa Daerah, Hanung Tak Patok Target

Hal itu dikatakan oleh Dewi Yuhenny, Kepala BPJS Kota Madiun, pada momen Lebaran lalu permintaan serta harga komoditas kebutuhan warga kota tersebut meningkat drastis bila dibanding hari biasa.

Dwi menjelaskan, inflasi terjadi lantaran kenaikan harga secara umum dan naiknya sebagian besar indeks pengeluaran. Dari sebelas kelompok pengeluaran, seluruhnya mengalami inflasi. Tertinggi pada kelompok transportasi, yakni 0,94 persen.
Disusul kelompok minuman dan tembakau (0,84 persen) serta penyediaan makanan dan minuman/restoran (0,62 persen). Sedangkan kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga (0,44 persen); perawatan pribadi dan jasa lainnya (0,40 persen)

Selain itu, sektor kesehatan (0,28 persen); rekreasi, olahraga, dan budaya (0,27 persen); pakaian dan alas kaki (0,22 persen). Pun, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga (0,16 persen).

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/