alexametrics
23.4 C
Jember
Saturday, 13 August 2022

Meski Tiket Pre-Sale Habis di Beberapa Daerah, Hanung Tak Patok Target

Mobile_AP_Rectangle 1

JAKARTA, RADARJEMBER.ID – Film Satria Dewa: Gatotkaca, garapan sutradara Hanung Bramantyo akhirnya akan segera tayang pada 9 Juni mendatang. Menurut Hanung, dirinya mengaku tak mau mematok target penonton dari film yang sempat tertunda selama 2 tahun akibat pandemi Covid-19 itu.

BACA JUGA : Guy Rosen Jabat Kepala Staf Keamanan Informasi Meta Platform Inc

Namun, dilihat dari tiket pre-sale yang terjual habis di beberapa daerah, Hanung berharap itu adalah sebuah pertanda baik untuk Satria Dewa: Gatotkaca.
“Melihat kondisi pre-sale tiket yang ternyata disambut, pertanda baik ya. Tapi saya nggak berani optimis. Takut,” ujar Hanung seperti dikutip dari ANTARA, Senin (6/6).

Mobile_AP_Rectangle 2

Hanung berharap industri film Indonesia bisa sukses layaknya film KKN di Desa Penari. Dengan demikian, industri film Tanah Air pun akan lebih hidup.

“Inshaa Allah seperti KKN. Semua film Indonesia pasti pengin ya seperti KKN. Kalau bisa setiap bulan ada 4 juta, 8 juta gitu. Jadi hidup lah industrinya,” katanya.

Dalam film Satria Dewa: Gatotkaca, Hanung mencoba ingin mengubah stereotip yang ada di masyarakat. Dia pun menjadikan film ini berkonsep Yin dan Yang, di mana di dalam hitam ada putih.

“Jadi kita pakai konsep Yin Yang. Di dalam hitam ada putih, di dalam putih ada hitam. Di dunia nyata kan juga seperti itu. Yang kita lihat kok kayaknya baik, tapi kok ternyata begitu ya. Ya begitulah, orang tahu semuanya. Itu yang mendasari keinginan saya. Jadi buat apa kita masih harus stereotip?” jelasnya.

- Advertisement -

JAKARTA, RADARJEMBER.ID – Film Satria Dewa: Gatotkaca, garapan sutradara Hanung Bramantyo akhirnya akan segera tayang pada 9 Juni mendatang. Menurut Hanung, dirinya mengaku tak mau mematok target penonton dari film yang sempat tertunda selama 2 tahun akibat pandemi Covid-19 itu.

BACA JUGA : Guy Rosen Jabat Kepala Staf Keamanan Informasi Meta Platform Inc

Namun, dilihat dari tiket pre-sale yang terjual habis di beberapa daerah, Hanung berharap itu adalah sebuah pertanda baik untuk Satria Dewa: Gatotkaca.
“Melihat kondisi pre-sale tiket yang ternyata disambut, pertanda baik ya. Tapi saya nggak berani optimis. Takut,” ujar Hanung seperti dikutip dari ANTARA, Senin (6/6).

Hanung berharap industri film Indonesia bisa sukses layaknya film KKN di Desa Penari. Dengan demikian, industri film Tanah Air pun akan lebih hidup.

“Inshaa Allah seperti KKN. Semua film Indonesia pasti pengin ya seperti KKN. Kalau bisa setiap bulan ada 4 juta, 8 juta gitu. Jadi hidup lah industrinya,” katanya.

Dalam film Satria Dewa: Gatotkaca, Hanung mencoba ingin mengubah stereotip yang ada di masyarakat. Dia pun menjadikan film ini berkonsep Yin dan Yang, di mana di dalam hitam ada putih.

“Jadi kita pakai konsep Yin Yang. Di dalam hitam ada putih, di dalam putih ada hitam. Di dunia nyata kan juga seperti itu. Yang kita lihat kok kayaknya baik, tapi kok ternyata begitu ya. Ya begitulah, orang tahu semuanya. Itu yang mendasari keinginan saya. Jadi buat apa kita masih harus stereotip?” jelasnya.

JAKARTA, RADARJEMBER.ID – Film Satria Dewa: Gatotkaca, garapan sutradara Hanung Bramantyo akhirnya akan segera tayang pada 9 Juni mendatang. Menurut Hanung, dirinya mengaku tak mau mematok target penonton dari film yang sempat tertunda selama 2 tahun akibat pandemi Covid-19 itu.

BACA JUGA : Guy Rosen Jabat Kepala Staf Keamanan Informasi Meta Platform Inc

Namun, dilihat dari tiket pre-sale yang terjual habis di beberapa daerah, Hanung berharap itu adalah sebuah pertanda baik untuk Satria Dewa: Gatotkaca.
“Melihat kondisi pre-sale tiket yang ternyata disambut, pertanda baik ya. Tapi saya nggak berani optimis. Takut,” ujar Hanung seperti dikutip dari ANTARA, Senin (6/6).

Hanung berharap industri film Indonesia bisa sukses layaknya film KKN di Desa Penari. Dengan demikian, industri film Tanah Air pun akan lebih hidup.

“Inshaa Allah seperti KKN. Semua film Indonesia pasti pengin ya seperti KKN. Kalau bisa setiap bulan ada 4 juta, 8 juta gitu. Jadi hidup lah industrinya,” katanya.

Dalam film Satria Dewa: Gatotkaca, Hanung mencoba ingin mengubah stereotip yang ada di masyarakat. Dia pun menjadikan film ini berkonsep Yin dan Yang, di mana di dalam hitam ada putih.

“Jadi kita pakai konsep Yin Yang. Di dalam hitam ada putih, di dalam putih ada hitam. Di dunia nyata kan juga seperti itu. Yang kita lihat kok kayaknya baik, tapi kok ternyata begitu ya. Ya begitulah, orang tahu semuanya. Itu yang mendasari keinginan saya. Jadi buat apa kita masih harus stereotip?” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/