DABASAH, Radar Ijen - Peran media dinilai strategis dalam mengawal pembangunan daerah menuju visi Bondowoso Berkah.
Media tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga mitra pemerintah dalam mensosialisasikan program, mengedukasi masyarakat, serta mendorong partisipasi publik.
Hal tersebut dikatakan oleh Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid dalam pelantikan Pengurus PWI Bondowoso, Rabu (17/12). Menurutnya, pemerintahan tidak akan berjalan efektif jika hanya berhenti pada perencanaan dan pelaksanaan.
Program harus dipahami publik, diawasi, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Di titik inilah media memegang peran kunci.
Sebagai pilar keempat demokrasi, media juga menjalankan fungsi kontrol sosial. Di tengah derasnya arus informasi, disinformasi, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence).
Pria yang akrab disapa Ra Hamid itu menyebut, insan pers dituntut tetap profesional dan berintegritas. Prinsip akurasi, verifikasi, serta keberpihakan pada kepentingan publik menjadi syarat mutlak.
Media juga memiliki tanggung jawab menjaga stabilitas dan kondusifitas daerah. Pemberitaan yang berimbang dan bertanggung jawab diyakini mampu menciptakan iklim sosial yang harmonis, sekaligus mencegah polarisasi di tengah masyarakat.
Karena itu, insan pers di Bondowoso diharapkan terus menjunjung tinggi etika jurnalistik serta semangat persatuan dalam setiap produk pemberitaan. Kritik tetap diperlukan, namun harus disampaikan secara objektif dan konstruktif.
Ke depan, sinergi antara pemerintah daerah dan media perlu terus diperkuat. Pemerintah membutuhkan media sebagai mitra strategis untuk menyampaikan informasi secara transparan dan akuntabel.
“Sebaliknya, media membutuhkan keterbukaan informasi agar fungsi jurnalistik dapat dijalankan secara profesional,” imbuhnya.
Sinergi inilah yang diyakini menjadi kunci penguatan demokrasi lokal sekaligus percepatan pembangunan di Bondowoso. (ham)
Editor : M. Ainul Budi