TENGGARANG, Radar Ijen - Insiden penurunan bendera merah putih di depan Polsek Sempol yang sempat viral memicu keprihatinan banyak pihak.
Ketua DPRD Bondowoso, Ahmad Dhafir, menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak sepatutnya terjadi dan mengingatkan bahwa simbol negara harus dihormati.
Ia meminta seluruh warga di kawasan Ijen menahan diri dan tidak mengambil langkah-langkah yang dapat memicu risiko lebih besar.
Dhafir menyampaikan penyesalan mendalam atas insiden tersebut.
Ia menegaskan bahwa bendera merah putih bukan sekadar simbol, melainkan hasil perjuangan jutaan nyawa para pahlawan. Karena itu, setiap warga negara berkewajiban menjaganya.
“Kami sangat menyesalkan yang viral itu terkait penurunan bendera yang di depan Polsek Sempol. Saya ingatkan, bendera merah putih itu diperjuangkan dan dipertahankan oleh jutaan nyawa para pahlawan, jadi jangan sampai terulang lagi,” tegasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak terprovokasi dan tetap mengedepankan ketenangan dalam menyikapi persoalan di kawasan Ijen. Menurut Dhafir, tindakan reaktif tidak hanya memperkeruh suasana, tetapi juga berpotensi menimbulkan dampak yang merugikan banyak pihak. Ia berharap warga dapat menjaga kondusivitas dan memahami bahwa setiap masalah harus diselesaikan dengan cara-cara yang bijak.
Dhafir menegaskan bahwa Forkopimda Bondowoso telah mengambil langkah-langkah konkret untuk menuntaskan persoalan yang memicu ketegangan beberapa waktu terakhir. Berbagai tahapan penyelesaian dilakukan secara terukur, termasuk koordinasi lintas institusi dan penanganan langsung di lapangan untuk memastikan ketertiban tetap terjaga.
Selain itu, ia menyebut pihaknya bersama Forkopimda terus memberikan edukasi kepada masyarakat. Edukasi tersebut, menurut Dhafir, penting untuk mencegah tindakan yang dapat menimbulkan risiko tinggi maupun merugikan kepentingan umum.
Ia menilai pemahaman masyarakat perlu diperkuat agar persoalan serupa tidak kembali berulang.
Ketua DPRD juga menekankan bahwa penyelesaian masalah di kawasan Ijen membutuhkan kerja sama semua pihak, bukan hanya aparat keamanan.
Warga diminta memberikan kepercayaan kepada pemerintah daerah dan unsur terkait yang telah bekerja menangani situasi secara persuasif dan humanis. Ia memastikan bahwa seluruh langkah yang diambil tetap mengutamakan kepentingan masyarakat. (faq/bud)
Editor : M. Ainul Budi