Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Minimalisnya PAD Kamar Bola

Safitri • Selasa, 27 Juni 2023 | 22:07 WIB

 

ESTETIS: Villa The Raung atau Kamar Bola di Kecamatan Sumberwringin adalah aset Pemkab Bondowoso. Sayangnya, masih minim menyumbang PAD.
ESTETIS: Villa The Raung atau Kamar Bola di Kecamatan Sumberwringin adalah aset Pemkab Bondowoso. Sayangnya, masih minim menyumbang PAD.

TENGGARANG, Radar Ijen - Vila aset daerah di Kecamatan Sumberwringin, The Raung, atau disebut Kamar Bola, sampai saat ini belum menguntungkan. Sebab, selama ini pendapatan asli daerah (PAD) dari dua aset tersebut cukup rendah.

Bahkan Kamar Bola sudah sembilan tahun tidak menyumbang PAD. Sementara, biaya perawatan yang dikeluarkan oleh negara setiap tahunnya cukup besar.

Hal itu disampaikan oleh anggota DPRD Bondowoso, Abdul Majid. Dia menjelaskan, Vila Kamar Bola setiap tahun dianggarkan untuk perawatan. Mulai dari air, kebersihan, termasuk pembiayaan karyawannya. Namun, dari sisi retribusi atau PAD kepada daerah belum ada. "Ini sebenarnya menjadi masalah lama, sebagaimana leading sector vila itu adalah Disparbudpora," katanya.

Dia mengungkapkan, jika dibandingkan dengan vila milik swasta, yang juga berdampingan dengan vila milik pemerintah itu, jauh berbeda.  Hal itu dilihat dari jumlah peminat terhadap vila swasta. "Kalau dibandingkan dengan vila yang bersebelahan, maka keramaiannya jauh sekali. Meskipun biayanya lebih mahal yang swasta itu," ungkapnya.

Majid lebih menyoroti Vila Kamar Bola yang sudah nyaris 10 tahun tidak menyumbang PAD.  "Yang Kamar Bola itu milik Pemkab Bondowoso dan itu aset daerah. Pengelolaannya diserahkan kepada Disparpora. Sampai saat ini belum menyumbangkan PAD, yang saya ketahui sudah 9 tahun," bebernya.

Jika dihitung dari segi biaya yang dikeluarkan dengan pemasukan, maka yang didapat ya jauh sekali. “Masak biaya perawatan yang dikeluarkan Rp 100 juta, tapi PAD-nya cuma Rp 10 juta," tegasnya.

Dia mendorong agar Pemkab Bondowoso meningkatkan manajemen, pemasaran, serta kinerja. Setidaknya, vila itu bisa ramai pengunjung seperti vila milik swasta. "Kalau dihitung dari segi biaya, harusnya ada keuntungan itu. Ya, meskipun harganya itu tidak sama dengan penginapan atau hotel yang lain," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) Bondowoso Mulyadi beralasan, kondisi itu disebabkan oleh pandemi dua tahun silam. "Ini kan masih baru selesai pandemi, dan kami sedang melakukan pembenahan lagi terkait itu. Dan vila itu memang untuk transit bagi pendaki ke Gunung Raung. Insyaallah di tahun ini kami bisa menyumbangkan PAD," jawabnya.

Dia menyebut, dua vila itu masih dalam proses perbaikan. Salah satunya air yang terkendala sampai sekarang. "Kami masih melakukan pembenahan pada airnya, karena ada beberapa kamar mandi yang belum ada airnya. Untuk tahun ini masih kami konsep perbaikannya, dan 2024 nanti kami ajukan penganggarannya, di Villa The Raung. Jadi, tahun ini kami butuh perawatan," pungkasnya. (mun/c2/dwi)

Editor : Safitri
#pad #Bondowoso