BACA JUGA : Miris, 280 Kasus Pidana Umum Didominasi Pencabulan di Bawah Umur
Kebiasaan masyarakat membuang sampah ke sungai seperti sudah membudaya. Hal itu disebabkan kurangnya sosialisasi serta sarana tempat sampah di tengah masyarakat. Padahal, di Kecamatan Taman Krocok ada tempat pembuangan akhir (TPA) sampah se-kabupaten. Seharusnya, warga sekitar lebih diprioritaskan untuk membuang sampah pada tempatnya. Namun, masih saja ada warga yang tidak bisa lepas dari budaya buang sampah ke sungai.
Salah seorang pengendara bernama Siti Fatimah mengatakan, setiap melintas di jalan tersebut ia merasa risi dengan adanya sampah yang berserakan ke jalan. Sampah itu berasal dari warga setempat, yang dibuang ke sungai kecil. "Sampah itu bertumpuk di sungai, sampai berserakan ke jalan. jadi, kalau lewat itu kayak risi gitu," katanya.
Sampah itu berasal dari segala jenis limbah. Paling banyak berbahan dasar plastik, dari sisa penggunaan rumah tangga. Pantauan Jawa Pos Radar Ijen, sampah bertumpuk sampai mempersempit aliran sungai, serta berceceran di pinggir jalan.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bondowoso Agung Aris Sungkowo belum memberikan keterangan tentang pengelolaan sampah di sekitar TPA Taman Krocok. Bahkan, upaya konfirmasi juga tidak mendapatkan respons. (mun/c2/fid) Editor : Yohanes Pangestu