Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Januari Kelabu, Data Bencana Alam di Bondowoso Melonjak Tajam?

Faqih Humaini
Penulis: Faqih Humaini❯

EVAKUASI: Pohon tumbang terjadi di wilayah Kecamatan/Kabupaten Bondowoso timpa rumah warga.
EVAKUASI: Pohon tumbang terjadi di wilayah Kecamatan/Kabupaten Bondowoso timpa rumah warga.
 


Advertisement

KEMBANG, Radar Ijen - Intensitas bencana alam di Bondowoso sepanjang Januari 2026 terbilang mengkhawatirkan. Dalam kurun waktu satu bulan, sejak 1 hingga 31 Januari 2026, tercatat sedikitnya 70 kejadian bencana alam melanda sejumlah wilayah.

Jumlah tersebut hampir menyamai akumulasi bencana dalam kurun empat hingga lima bulan pada tahun 2025.

Dari total 70 kejadian tersebut, rinciannya meliputi 13 kejadian banjir, 15 tanah longsor, serta 42 bencana akibat cuaca ekstrem, seperti pohon tumbang, rumah rusak, dan kejadian sejenis lainnya.

Advertisement

Tingginya angka tersebut menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kepala Pelaksana BPBD Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo, menyebutkan bahwa sebaran bencana paling banyak terjadi di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Bondowoso, Cermee, dan Maesan. Ketiga wilayah tersebut menjadi perhatian serius karena frekuensi kejadian yang berulang dalam waktu singkat.

“Ini cukup mengkhawatirkan. Dalam satu bulan sudah terjadi 70 bencana, sementara di tahun 2025 jumlah yang sama baru tercapai dalam rentang empat sampai lima bulan,” ujarnya, kemarin (10/2)

Advertisement

Menurutnya, kondisi cuaca ekstrem yang tidak menentu menjadi faktor dominan meningkatnya kejadian bencana. Secara keseluruhan, BPBD mencatat total bencana alam sepanjang tahun 2025 mencapai sekitar 315 kejadian.

Angka tersebut kini berpotensi terlampaui lebih cepat apabila tren bencana di awal 2026 terus berlanjut tanpa adanya mitigasi yang lebih masif.

Dampak kerusakan akibat bencana juga tidak kecil. Data BPBD menunjukkan rumah rusak ringan sebanyak 85 unit, rusak sedang 8 unit, dan rusak berat 3 unit.

Selain itu, kerusakan infrastruktur meliputi 1 ruas jalan, 3 jembatan, 7 saluran drainase, serta fasilitas umum berupa 1 kantor dan 3 bangunan sekolah.

Kristianto menegaskan, BPBD terus berupaya melakukan langkah penanganan darurat sekaligus penguatan mitigasi di tingkat desa dan kecamatan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di wilayah rawan banjir dan longsor, serta segera melaporkan jika terjadi potensi bencana,” pungkasnya. (faq/bud)

 

Advertisement
Editor : M. Ainul Budi

Artikel Terkait

Detik-Detik Evakuasi Dramatis Bapak-Anak Korban Longsor di Pronojiwo Lumajang, Begini Kronologinya!

Detik-Detik Evakuasi Dramatis Bapak-Anak Korban Longsor di Pronojiwo Lumajang, Begini Kronologinya!

Bencana tanah longsor akibat cuaca ekstrem menimbun rumah di Dusun Jonggrang Pronojiwo Lumajang, menewaskan bapak dan anak yang sedang tidur.

BRI Peduli Bangun 3 Posko Logistik dan 1 Dapur Umum di NTT, Direksi BRI Terjun Langsung Pantau Lokas

BRI Peduli Bangun 3 Posko Logistik dan 1 Dapur Umum di NTT, Direksi BRI Terjun Langsung Pantau Lokas

BRI Peduli Bangun 3 Posko Logistik dan 1 Dapur Umum di NTT, Direksi BRI Terjun Langsung Pantau Lokasi Bencana FLORES - BRI melalui aktivitas Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) terus berupaya mempercepat proses p

Jember Dikepung Kekeringan, Baret Rescue Sindir Amunisi BPBD yang Pas-pasan - Radar Jember

Jember Dikepung Kekeringan, Baret Rescue Sindir Amunisi BPBD yang Pas-pasan - Radar Jember

Ia menyebut, keterbatasan SDM dan Sarpras di BPBD maupun di Damkar, seharusnya direspons dengan penambahan alokasi dana operasional, bukan malah dikurangi.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer