RADAR JEMBER - Rafael Leao terus tampil meski dibayangi cedera sejak Agustus.
Seperti ditulis MilanNews, musimnya adalah kisah “kehebatan dan ketahanan”.
Kondisi fisiknya memang membatasi konsistensi dan level performa, tetapi ia tetap menjadi figur penentu.
Sembilan gol dalam 20 laga, dengan total 1.282 menit bermain, menunjukkan produktivitas yang tak bisa diremehkan.
Bahkan saat tidak dalam kondisi puncak, ia masih mencetak gol penting, termasuk penyama kedudukan melawan Como.
AC Milan praktis mengandalkannya meski ia belum benar-benar 100%.
Situasi ini memunculkan pertanyaan: apakah istirahat penuh selama sebulan bisa mengembalikan kebugarannya hingga 80% atau lebih? Jika ini hasilnya saat setengah tenaga, dampaknya bisa jauh lebih besar saat ia kembali sepenuhnya fit.
Editor : M. Ainul Budi