alexametrics
27.8 C
Jember
Tuesday, 24 May 2022

Perbaikan Jalan Nasional Tanpa Pasir Semeru

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sejak Gunung Semeru mengeluarkan awan panas guguran (APG), banyak kendaraan melintas di jalan nasional. Baik roda dua, kendaraan pribadi, maupun alat berat. Alhasil, jalan rusak yang sempat diperbaiki warga dengan material pasir dan batu (sertu) kembali rusak. Terlebih, jalan nasional Lumajang-Dampit di sejumlah titik Kecamatan Candipuro. Salah satu kawasan yang rusak parah terletak di Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro.

Meski material pasir dan batu yang dikeluarkan Gunung Semeru berlimpah, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali tidak menggunakannya untuk memperbaiki jalan rusak. Sebab, material tersebut berbeda. Karenanya, material yang digunakan khusus material jalan raya.

Hal itu ditegaskan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.5 BBPJN Jawa Timur-Bali Rizal Sanaba, kemarin. Pihaknya menepis anggapan sejumlah pihak berkenaan dengan perbaikan jalan di beberapa titik. “Tidak benar jika kami menggunakan pasir dari Gunung Semeru. Karena kami mendatangkan sendiri material jalan itu dari luar,” tegasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dia mengatakan, banyak titik jalan nasional di Kecamatan Candipuro sudah rusak kembali. Selain jumlah kendaraan yang melintas lebih banyak, kondisi jalan juga mudah rusak. Oleh karena itu, rencananya, jalan yang rusak tersebut akan diperbaiki dengan maksimal di akhir tahun ini. Termasuk direncanakan perbaikan jalan di tahun depan.

“Sebenarnya, jalan rusak dan berlubang yang ditambal warga dengan material itu akan kami bongkar semuanya. Namun, sementara ini tidak bisa dilakukan dulu. Karena kami masih menunggu desain final. Jadi, kami perbaiki dulu beberapa titik. Kalau sudah fix, kami perbaiki dari fondasinya. Nanti akan diaspal, lalu dibeton,” jelasnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sejak Gunung Semeru mengeluarkan awan panas guguran (APG), banyak kendaraan melintas di jalan nasional. Baik roda dua, kendaraan pribadi, maupun alat berat. Alhasil, jalan rusak yang sempat diperbaiki warga dengan material pasir dan batu (sertu) kembali rusak. Terlebih, jalan nasional Lumajang-Dampit di sejumlah titik Kecamatan Candipuro. Salah satu kawasan yang rusak parah terletak di Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro.

Meski material pasir dan batu yang dikeluarkan Gunung Semeru berlimpah, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali tidak menggunakannya untuk memperbaiki jalan rusak. Sebab, material tersebut berbeda. Karenanya, material yang digunakan khusus material jalan raya.

Hal itu ditegaskan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.5 BBPJN Jawa Timur-Bali Rizal Sanaba, kemarin. Pihaknya menepis anggapan sejumlah pihak berkenaan dengan perbaikan jalan di beberapa titik. “Tidak benar jika kami menggunakan pasir dari Gunung Semeru. Karena kami mendatangkan sendiri material jalan itu dari luar,” tegasnya.

Dia mengatakan, banyak titik jalan nasional di Kecamatan Candipuro sudah rusak kembali. Selain jumlah kendaraan yang melintas lebih banyak, kondisi jalan juga mudah rusak. Oleh karena itu, rencananya, jalan yang rusak tersebut akan diperbaiki dengan maksimal di akhir tahun ini. Termasuk direncanakan perbaikan jalan di tahun depan.

“Sebenarnya, jalan rusak dan berlubang yang ditambal warga dengan material itu akan kami bongkar semuanya. Namun, sementara ini tidak bisa dilakukan dulu. Karena kami masih menunggu desain final. Jadi, kami perbaiki dulu beberapa titik. Kalau sudah fix, kami perbaiki dari fondasinya. Nanti akan diaspal, lalu dibeton,” jelasnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sejak Gunung Semeru mengeluarkan awan panas guguran (APG), banyak kendaraan melintas di jalan nasional. Baik roda dua, kendaraan pribadi, maupun alat berat. Alhasil, jalan rusak yang sempat diperbaiki warga dengan material pasir dan batu (sertu) kembali rusak. Terlebih, jalan nasional Lumajang-Dampit di sejumlah titik Kecamatan Candipuro. Salah satu kawasan yang rusak parah terletak di Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro.

Meski material pasir dan batu yang dikeluarkan Gunung Semeru berlimpah, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali tidak menggunakannya untuk memperbaiki jalan rusak. Sebab, material tersebut berbeda. Karenanya, material yang digunakan khusus material jalan raya.

Hal itu ditegaskan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.5 BBPJN Jawa Timur-Bali Rizal Sanaba, kemarin. Pihaknya menepis anggapan sejumlah pihak berkenaan dengan perbaikan jalan di beberapa titik. “Tidak benar jika kami menggunakan pasir dari Gunung Semeru. Karena kami mendatangkan sendiri material jalan itu dari luar,” tegasnya.

Dia mengatakan, banyak titik jalan nasional di Kecamatan Candipuro sudah rusak kembali. Selain jumlah kendaraan yang melintas lebih banyak, kondisi jalan juga mudah rusak. Oleh karena itu, rencananya, jalan yang rusak tersebut akan diperbaiki dengan maksimal di akhir tahun ini. Termasuk direncanakan perbaikan jalan di tahun depan.

“Sebenarnya, jalan rusak dan berlubang yang ditambal warga dengan material itu akan kami bongkar semuanya. Namun, sementara ini tidak bisa dilakukan dulu. Karena kami masih menunggu desain final. Jadi, kami perbaiki dulu beberapa titik. Kalau sudah fix, kami perbaiki dari fondasinya. Nanti akan diaspal, lalu dibeton,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/