alexametrics
23.3 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Pengungsi Gunung Semeru di Jember Minim Bantuan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bantuan demi bantuan terus mengalir untuk para pengungsi erupsi Gunung Semeru di Lumajang. Bahkan, hingga menumpuk di posko pengungsian. Namun, apakah bantuan itu terdistribusi dengan baik? Terlebih untuk para pengungsi yang berada di luar Lumajang.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang Indra Wibowo Leksana menjelaskan, pihaknya telah mendistribusikan bantuan pengungsi Semeru yang berada di luar kota bersama dengan BPBD setempat. Contohnya, BPBD Blitar dan Jember. Dari sana, mereka juga melakukan koordinasi dengan jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, seperti Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan, termasuk relawan.

Ditanya terkait mengambil bantuan di Lumajang atau seperti apa, pihaknya menyatakan bahwa itu fleksibel. “Kalau di sana kekurangan, kami kirim melalui BPBD masing-masing. Semua aman,” sebutnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Keterangan itu berbeda dengan yang disampaikan Kepala BPBD Jember Sigit Akbari. Menurut dia, bantuan untuk korban erupsi memang melimpah, tapi untuk yang di Lumajang. Apalagi di sana pengungsi yang tinggal di pengungsian semakin lama kian berkurang. Mereka tak betah di pengungsian. Sebagian pindah ke rumah sanak saudaranya yang dirasa aman. Salah satunya di Jember.

Sigit menerangkan, berdasarkan data yang diperoleh BPBD, ada sekitar 222 jiwa yang terbagi dalam 66 kepala keluarga (KK) yang mengungsi di Jember. Mereka tersebar ke beberapa kecamatan. Kebanyakan berada di wilayah Jember selatan, seperti Jombang dan Kencong. “Kalau kami biarkan sangat kasihan, karena mereka tidak mendapat bantuan yang melimpah dari Lumajang,” ungkapnya. Selain itu, para pengungsi tersebut juga tak mendapatkan bantuan relokasi dari Presiden RI Joko Widodo.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bantuan demi bantuan terus mengalir untuk para pengungsi erupsi Gunung Semeru di Lumajang. Bahkan, hingga menumpuk di posko pengungsian. Namun, apakah bantuan itu terdistribusi dengan baik? Terlebih untuk para pengungsi yang berada di luar Lumajang.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang Indra Wibowo Leksana menjelaskan, pihaknya telah mendistribusikan bantuan pengungsi Semeru yang berada di luar kota bersama dengan BPBD setempat. Contohnya, BPBD Blitar dan Jember. Dari sana, mereka juga melakukan koordinasi dengan jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, seperti Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan, termasuk relawan.

Ditanya terkait mengambil bantuan di Lumajang atau seperti apa, pihaknya menyatakan bahwa itu fleksibel. “Kalau di sana kekurangan, kami kirim melalui BPBD masing-masing. Semua aman,” sebutnya.

Keterangan itu berbeda dengan yang disampaikan Kepala BPBD Jember Sigit Akbari. Menurut dia, bantuan untuk korban erupsi memang melimpah, tapi untuk yang di Lumajang. Apalagi di sana pengungsi yang tinggal di pengungsian semakin lama kian berkurang. Mereka tak betah di pengungsian. Sebagian pindah ke rumah sanak saudaranya yang dirasa aman. Salah satunya di Jember.

Sigit menerangkan, berdasarkan data yang diperoleh BPBD, ada sekitar 222 jiwa yang terbagi dalam 66 kepala keluarga (KK) yang mengungsi di Jember. Mereka tersebar ke beberapa kecamatan. Kebanyakan berada di wilayah Jember selatan, seperti Jombang dan Kencong. “Kalau kami biarkan sangat kasihan, karena mereka tidak mendapat bantuan yang melimpah dari Lumajang,” ungkapnya. Selain itu, para pengungsi tersebut juga tak mendapatkan bantuan relokasi dari Presiden RI Joko Widodo.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bantuan demi bantuan terus mengalir untuk para pengungsi erupsi Gunung Semeru di Lumajang. Bahkan, hingga menumpuk di posko pengungsian. Namun, apakah bantuan itu terdistribusi dengan baik? Terlebih untuk para pengungsi yang berada di luar Lumajang.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang Indra Wibowo Leksana menjelaskan, pihaknya telah mendistribusikan bantuan pengungsi Semeru yang berada di luar kota bersama dengan BPBD setempat. Contohnya, BPBD Blitar dan Jember. Dari sana, mereka juga melakukan koordinasi dengan jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, seperti Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan, termasuk relawan.

Ditanya terkait mengambil bantuan di Lumajang atau seperti apa, pihaknya menyatakan bahwa itu fleksibel. “Kalau di sana kekurangan, kami kirim melalui BPBD masing-masing. Semua aman,” sebutnya.

Keterangan itu berbeda dengan yang disampaikan Kepala BPBD Jember Sigit Akbari. Menurut dia, bantuan untuk korban erupsi memang melimpah, tapi untuk yang di Lumajang. Apalagi di sana pengungsi yang tinggal di pengungsian semakin lama kian berkurang. Mereka tak betah di pengungsian. Sebagian pindah ke rumah sanak saudaranya yang dirasa aman. Salah satunya di Jember.

Sigit menerangkan, berdasarkan data yang diperoleh BPBD, ada sekitar 222 jiwa yang terbagi dalam 66 kepala keluarga (KK) yang mengungsi di Jember. Mereka tersebar ke beberapa kecamatan. Kebanyakan berada di wilayah Jember selatan, seperti Jombang dan Kencong. “Kalau kami biarkan sangat kasihan, karena mereka tidak mendapat bantuan yang melimpah dari Lumajang,” ungkapnya. Selain itu, para pengungsi tersebut juga tak mendapatkan bantuan relokasi dari Presiden RI Joko Widodo.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/