alexametrics
24.1 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Warga Sulit Cari Vaksin, Mengapa?

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Antusiasme warga mengikuti vaksin sangat meningkat. Ditambah seluruh pelayanan kini bersyarat, minimal pernah vaksin pertama. Akibatnya, banyak warga berburu vaksin hingga ke beberapa gerai. Sampai banyak yang kehabisan. Seperti unggahan akun Jin X dalam salah satu grup Facebook di Lumajang.

“Mau vaksin susah, Pak, seperti mencari emas. Udah 3 kali saya gagal vaksin, masak mau 4 kali ini. Gimana solusinya?” tulisnya. Sebenarnya, hal itu tidak dialami oleh Jin X saja. Banyak warga yang datang ke gerai vaksinasi juga kehabisan vaksin. Baik itu di desa maupun di puskesmas.

Akun Anggita Febryandany menceritakan pengalamannya saat berburu vaksin. Menurut dia, penerimaan vaksin bergantung siapa yang lebih dulu daftar. Sebab, ketersediaannya memang dijatah. Tidak seperti sebelumnya ketika banyak warga tidak mau vaksin.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Biasanya kalau susah itu kehabisan kuota. Siapa cepat dia dapat, makanya ada program sendiri dari desa yang mendata siapa saja yang mau vaksin dan bekerja sama dengan puskesmas setempat. Karena semua orang sekarang butuh vaksin, dulu aja pada gak mau, sekarang malah berebut vaksin,” komentarnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Antusiasme warga mengikuti vaksin sangat meningkat. Ditambah seluruh pelayanan kini bersyarat, minimal pernah vaksin pertama. Akibatnya, banyak warga berburu vaksin hingga ke beberapa gerai. Sampai banyak yang kehabisan. Seperti unggahan akun Jin X dalam salah satu grup Facebook di Lumajang.

“Mau vaksin susah, Pak, seperti mencari emas. Udah 3 kali saya gagal vaksin, masak mau 4 kali ini. Gimana solusinya?” tulisnya. Sebenarnya, hal itu tidak dialami oleh Jin X saja. Banyak warga yang datang ke gerai vaksinasi juga kehabisan vaksin. Baik itu di desa maupun di puskesmas.

Akun Anggita Febryandany menceritakan pengalamannya saat berburu vaksin. Menurut dia, penerimaan vaksin bergantung siapa yang lebih dulu daftar. Sebab, ketersediaannya memang dijatah. Tidak seperti sebelumnya ketika banyak warga tidak mau vaksin.

“Biasanya kalau susah itu kehabisan kuota. Siapa cepat dia dapat, makanya ada program sendiri dari desa yang mendata siapa saja yang mau vaksin dan bekerja sama dengan puskesmas setempat. Karena semua orang sekarang butuh vaksin, dulu aja pada gak mau, sekarang malah berebut vaksin,” komentarnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Antusiasme warga mengikuti vaksin sangat meningkat. Ditambah seluruh pelayanan kini bersyarat, minimal pernah vaksin pertama. Akibatnya, banyak warga berburu vaksin hingga ke beberapa gerai. Sampai banyak yang kehabisan. Seperti unggahan akun Jin X dalam salah satu grup Facebook di Lumajang.

“Mau vaksin susah, Pak, seperti mencari emas. Udah 3 kali saya gagal vaksin, masak mau 4 kali ini. Gimana solusinya?” tulisnya. Sebenarnya, hal itu tidak dialami oleh Jin X saja. Banyak warga yang datang ke gerai vaksinasi juga kehabisan vaksin. Baik itu di desa maupun di puskesmas.

Akun Anggita Febryandany menceritakan pengalamannya saat berburu vaksin. Menurut dia, penerimaan vaksin bergantung siapa yang lebih dulu daftar. Sebab, ketersediaannya memang dijatah. Tidak seperti sebelumnya ketika banyak warga tidak mau vaksin.

“Biasanya kalau susah itu kehabisan kuota. Siapa cepat dia dapat, makanya ada program sendiri dari desa yang mendata siapa saja yang mau vaksin dan bekerja sama dengan puskesmas setempat. Karena semua orang sekarang butuh vaksin, dulu aja pada gak mau, sekarang malah berebut vaksin,” komentarnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/