alexametrics
24.6 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Akses Terputus, Ibu Hamil di Jember Ditandu ke Puskesmas

Dua Jembatan Diperbaiki, Mobil Tak Bisa Lewat

Mobile_AP_Rectangle 1

PACE, RADARJEMBER.ID – Perhatian publik di Jember tersedot dengan beredarnya video perempuan hamil yang ditandu. Dikabarkan, perempuan tersebut akan dibawa ke puskesmas untuk melahirkan. Namun dalam perjalanan, ia terpaksa diturunkan dari kendaraan lantaran tidak adanya akses jembatan. Publik pun menilai, peristiwa dalam video ini menunjukkan buruknya infrastruktur dan gagalnya pemerintah memenuhi hak warganya.

Penelusuran Jawa Pos Radar Jember, lokasi pengambilan video ini berada di sungai kering Dusun Curahwungkal, Desa Pace, Kecamatan Silo. Sementara, perempuan yang ditandu bernama Rosidatul Maqfiroh, warga Dusun Baban Tengah, RT 002 RW 018, Desa Mulyorejo, Kecamatan Silo. Wanita 17 tahun ini memang tengah hamil tua dan akan dibawa ke Puskesmas Silo 2 untuk persalinan. Penyebab ia ditandu bukan lantaran tidak adanya jembatan. Namun, karena dua jembatan yang biasa dilewati warga sedang diperbaiki. Ia juga tidak melahirkan dalam perjalanan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kapolsek Silo AKP Suhartanto meluruskan kabar yang beredar. Ia menampik informasi yang menyebutkan bahwa ibu ini melahirkan di tengah jalan sehingga harus ditandu untuk melewati sungai. Yang benar, kata dia, perempuan itu ditandu oleh warga karena akses jembatan sedang diperbaiki. Bahkan, dalam perjalanan itu, ada seorang perawat yang mendampinginya dan kemudian dipindah ke mobil ambulans menuju ke puskesmas. “Kejadiannya pada Selasa (21/9). Yang bersangkutan ini melahirkan di puskesmas. Anaknya perempuan,” katanya kepada Jawa Pos Radar Jember, kemarin (21/9).

Menurut dia, sebelum Rosidatul diangkut tandu, dia dibawa menggunakan mobil pribadi oleh keluarganya. Berangkat dari rumah yang berada di kawasan Perkebunan Curahmanis, Dusun Baban Tengah. Kawasan perkebunan itu berjarak sekitar 22 kilometer menuju Puskesmas Silo 2. Bila kondisi normal, warga butuh waktu satu jam lebih untuk mencapai fasilitas kesehatan tersebut melalui Dusun Karang Tengah, Desa Pace.

Namun, Suhartanto mengungkapkan, kendaraan pribadi itu tidak bisa lewat akibat adanya perbaikan jembatan. Dalam kondisi darurat dan perempuan hamil itu harus segera sampai ke puskesmas, maka warga dan keluarga menandunya untuk melewati sungai. Proses menandu dengan menuruni sungai ini yang direkam. Video itu kemudian menyebar di media sosial hingga viral. “Setelah melewati sungai, yang bersangkutan dipindah ke ambulans agar segera sampai ke puskesmas,” jelasnya.

- Advertisement -

PACE, RADARJEMBER.ID – Perhatian publik di Jember tersedot dengan beredarnya video perempuan hamil yang ditandu. Dikabarkan, perempuan tersebut akan dibawa ke puskesmas untuk melahirkan. Namun dalam perjalanan, ia terpaksa diturunkan dari kendaraan lantaran tidak adanya akses jembatan. Publik pun menilai, peristiwa dalam video ini menunjukkan buruknya infrastruktur dan gagalnya pemerintah memenuhi hak warganya.

Penelusuran Jawa Pos Radar Jember, lokasi pengambilan video ini berada di sungai kering Dusun Curahwungkal, Desa Pace, Kecamatan Silo. Sementara, perempuan yang ditandu bernama Rosidatul Maqfiroh, warga Dusun Baban Tengah, RT 002 RW 018, Desa Mulyorejo, Kecamatan Silo. Wanita 17 tahun ini memang tengah hamil tua dan akan dibawa ke Puskesmas Silo 2 untuk persalinan. Penyebab ia ditandu bukan lantaran tidak adanya jembatan. Namun, karena dua jembatan yang biasa dilewati warga sedang diperbaiki. Ia juga tidak melahirkan dalam perjalanan.

Kapolsek Silo AKP Suhartanto meluruskan kabar yang beredar. Ia menampik informasi yang menyebutkan bahwa ibu ini melahirkan di tengah jalan sehingga harus ditandu untuk melewati sungai. Yang benar, kata dia, perempuan itu ditandu oleh warga karena akses jembatan sedang diperbaiki. Bahkan, dalam perjalanan itu, ada seorang perawat yang mendampinginya dan kemudian dipindah ke mobil ambulans menuju ke puskesmas. “Kejadiannya pada Selasa (21/9). Yang bersangkutan ini melahirkan di puskesmas. Anaknya perempuan,” katanya kepada Jawa Pos Radar Jember, kemarin (21/9).

Menurut dia, sebelum Rosidatul diangkut tandu, dia dibawa menggunakan mobil pribadi oleh keluarganya. Berangkat dari rumah yang berada di kawasan Perkebunan Curahmanis, Dusun Baban Tengah. Kawasan perkebunan itu berjarak sekitar 22 kilometer menuju Puskesmas Silo 2. Bila kondisi normal, warga butuh waktu satu jam lebih untuk mencapai fasilitas kesehatan tersebut melalui Dusun Karang Tengah, Desa Pace.

Namun, Suhartanto mengungkapkan, kendaraan pribadi itu tidak bisa lewat akibat adanya perbaikan jembatan. Dalam kondisi darurat dan perempuan hamil itu harus segera sampai ke puskesmas, maka warga dan keluarga menandunya untuk melewati sungai. Proses menandu dengan menuruni sungai ini yang direkam. Video itu kemudian menyebar di media sosial hingga viral. “Setelah melewati sungai, yang bersangkutan dipindah ke ambulans agar segera sampai ke puskesmas,” jelasnya.

PACE, RADARJEMBER.ID – Perhatian publik di Jember tersedot dengan beredarnya video perempuan hamil yang ditandu. Dikabarkan, perempuan tersebut akan dibawa ke puskesmas untuk melahirkan. Namun dalam perjalanan, ia terpaksa diturunkan dari kendaraan lantaran tidak adanya akses jembatan. Publik pun menilai, peristiwa dalam video ini menunjukkan buruknya infrastruktur dan gagalnya pemerintah memenuhi hak warganya.

Penelusuran Jawa Pos Radar Jember, lokasi pengambilan video ini berada di sungai kering Dusun Curahwungkal, Desa Pace, Kecamatan Silo. Sementara, perempuan yang ditandu bernama Rosidatul Maqfiroh, warga Dusun Baban Tengah, RT 002 RW 018, Desa Mulyorejo, Kecamatan Silo. Wanita 17 tahun ini memang tengah hamil tua dan akan dibawa ke Puskesmas Silo 2 untuk persalinan. Penyebab ia ditandu bukan lantaran tidak adanya jembatan. Namun, karena dua jembatan yang biasa dilewati warga sedang diperbaiki. Ia juga tidak melahirkan dalam perjalanan.

Kapolsek Silo AKP Suhartanto meluruskan kabar yang beredar. Ia menampik informasi yang menyebutkan bahwa ibu ini melahirkan di tengah jalan sehingga harus ditandu untuk melewati sungai. Yang benar, kata dia, perempuan itu ditandu oleh warga karena akses jembatan sedang diperbaiki. Bahkan, dalam perjalanan itu, ada seorang perawat yang mendampinginya dan kemudian dipindah ke mobil ambulans menuju ke puskesmas. “Kejadiannya pada Selasa (21/9). Yang bersangkutan ini melahirkan di puskesmas. Anaknya perempuan,” katanya kepada Jawa Pos Radar Jember, kemarin (21/9).

Menurut dia, sebelum Rosidatul diangkut tandu, dia dibawa menggunakan mobil pribadi oleh keluarganya. Berangkat dari rumah yang berada di kawasan Perkebunan Curahmanis, Dusun Baban Tengah. Kawasan perkebunan itu berjarak sekitar 22 kilometer menuju Puskesmas Silo 2. Bila kondisi normal, warga butuh waktu satu jam lebih untuk mencapai fasilitas kesehatan tersebut melalui Dusun Karang Tengah, Desa Pace.

Namun, Suhartanto mengungkapkan, kendaraan pribadi itu tidak bisa lewat akibat adanya perbaikan jembatan. Dalam kondisi darurat dan perempuan hamil itu harus segera sampai ke puskesmas, maka warga dan keluarga menandunya untuk melewati sungai. Proses menandu dengan menuruni sungai ini yang direkam. Video itu kemudian menyebar di media sosial hingga viral. “Setelah melewati sungai, yang bersangkutan dipindah ke ambulans agar segera sampai ke puskesmas,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/