22.9 C
Jember
Tuesday, 7 February 2023

STAI Miftahul Ulum Berikan Beasiswa Kuliah ke Mesir

Minta Alumnus Jadi Penyelesai Masalah

Mobile_AP_Rectangle 1

BANYUPUTIH KIDUL, Radar Semeru – Setiap tahun, jumlah lulusan perguruan tinggi terus bertambah. Tentu, tantangan ke depannya juga semakin banyak. Oleh sebab itu, selama menempuh pendidikan, kampus harus mampu menyiapkan alumninya menjadi problem solver atau penyelesai masalah.

BACA JUGA : Runtuhnya Bangunan Moral Justice Collaborator

Hal itu menjadi semangat Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Miftahul Ulum, Banyuputih Kidul, Kecamatan Jatiroto, untuk terus berinovasi. Setelah sembilan tahun berjalan, kampus yang berada di bawah naungan Pondok Pesantren Miftahul Ulum itu resmi berganti. Kini namanya menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Miftahul Ulum.

Mobile_AP_Rectangle 2

Ketua STAI Miftahul Ulum Muhammad Hisan mengatakan, setelah menggelar rapat senat terbuka keempat, Sabtu (21/1) lalu, pihaknya bakal fokus pada peningkatan bidang penelitian dan pengabdian. Agar para alumni lebih siap saat kembali ke masyarakat.

“Hasil gagasan mereka menjadi rujukan pemenintah dan pemangku kebijakan sebagai salah satu pertimbangan akademik. Karena tingkat pengangguran terbuka beberapa tahun ini meningkat, maka harus mencari solusi bersama. Terutama kami, perguruan tinggi di bawah naungan pesantren,” katanya.

Menurutnya, alumnus kampus di bawah naungan pesantren bisa menjadi pembeda. Sebab, tidak hanya menguasai ilmu pendidikan, tetapi juga memiliki akar religius yang kuat dan pengembangan yang aplikatif sesuai kebutuhan masyarakat.

- Advertisement -

BANYUPUTIH KIDUL, Radar Semeru – Setiap tahun, jumlah lulusan perguruan tinggi terus bertambah. Tentu, tantangan ke depannya juga semakin banyak. Oleh sebab itu, selama menempuh pendidikan, kampus harus mampu menyiapkan alumninya menjadi problem solver atau penyelesai masalah.

BACA JUGA : Runtuhnya Bangunan Moral Justice Collaborator

Hal itu menjadi semangat Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Miftahul Ulum, Banyuputih Kidul, Kecamatan Jatiroto, untuk terus berinovasi. Setelah sembilan tahun berjalan, kampus yang berada di bawah naungan Pondok Pesantren Miftahul Ulum itu resmi berganti. Kini namanya menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Miftahul Ulum.

Ketua STAI Miftahul Ulum Muhammad Hisan mengatakan, setelah menggelar rapat senat terbuka keempat, Sabtu (21/1) lalu, pihaknya bakal fokus pada peningkatan bidang penelitian dan pengabdian. Agar para alumni lebih siap saat kembali ke masyarakat.

“Hasil gagasan mereka menjadi rujukan pemenintah dan pemangku kebijakan sebagai salah satu pertimbangan akademik. Karena tingkat pengangguran terbuka beberapa tahun ini meningkat, maka harus mencari solusi bersama. Terutama kami, perguruan tinggi di bawah naungan pesantren,” katanya.

Menurutnya, alumnus kampus di bawah naungan pesantren bisa menjadi pembeda. Sebab, tidak hanya menguasai ilmu pendidikan, tetapi juga memiliki akar religius yang kuat dan pengembangan yang aplikatif sesuai kebutuhan masyarakat.

BANYUPUTIH KIDUL, Radar Semeru – Setiap tahun, jumlah lulusan perguruan tinggi terus bertambah. Tentu, tantangan ke depannya juga semakin banyak. Oleh sebab itu, selama menempuh pendidikan, kampus harus mampu menyiapkan alumninya menjadi problem solver atau penyelesai masalah.

BACA JUGA : Runtuhnya Bangunan Moral Justice Collaborator

Hal itu menjadi semangat Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Miftahul Ulum, Banyuputih Kidul, Kecamatan Jatiroto, untuk terus berinovasi. Setelah sembilan tahun berjalan, kampus yang berada di bawah naungan Pondok Pesantren Miftahul Ulum itu resmi berganti. Kini namanya menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Miftahul Ulum.

Ketua STAI Miftahul Ulum Muhammad Hisan mengatakan, setelah menggelar rapat senat terbuka keempat, Sabtu (21/1) lalu, pihaknya bakal fokus pada peningkatan bidang penelitian dan pengabdian. Agar para alumni lebih siap saat kembali ke masyarakat.

“Hasil gagasan mereka menjadi rujukan pemenintah dan pemangku kebijakan sebagai salah satu pertimbangan akademik. Karena tingkat pengangguran terbuka beberapa tahun ini meningkat, maka harus mencari solusi bersama. Terutama kami, perguruan tinggi di bawah naungan pesantren,” katanya.

Menurutnya, alumnus kampus di bawah naungan pesantren bisa menjadi pembeda. Sebab, tidak hanya menguasai ilmu pendidikan, tetapi juga memiliki akar religius yang kuat dan pengembangan yang aplikatif sesuai kebutuhan masyarakat.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca