alexametrics
27.9 C
Jember
Monday, 23 May 2022

Dibuat Geger Dugaan Pencabulan

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Pelecehan seksual masih terjadi di Lumajang. Seperti yang terjadi pada salah satu santri, yang belum diketahui alamat lengkapnya. Dugaan itu bikin geger karena diunggah pada salah satu grup Facebook di Lumajang.

Baca Juga : Cabuli Gadis Belia, Pemuda Pengangguran di Jember Ini Meringkuk di Penjara

Unggahan tersebut sampai bikin heboh dan jadi perbincangan hangat di jagat maya. Diketahui melalui unggahan akun Bakul Martabak Jowo yang diunggah pagi kemarin.

Mobile_AP_Rectangle 2

Unggahannya menunjukkan hasil screenshoot chat permohonan maaf oleh seorang anak. Itu mewakili bapaknya sebagai ustad yang diduga menjadi pelaku pencabulan. Pesan WhatsApp itu juga telah diedit oleh ibu korban dengan menambahkan foto pelaku di sebelah kiri tangkapan layar chat tersebut.

Dalam foto itu, terlihat pria mengenakan baju muslim berwarna hijau, kopiah putih, kulit sawo matang, dan wajah mulai keriput. Namun, ibu korban, pemilik akun yang mendapati pesan WhatsApp tersebut, tak terima atas perbuatan yang dilakukan oleh si ustad. Menurutnya, perbuatan keji itu, membuat mental anaknya terganggu. Apalagi anak tersebut sudah memasuki fase remaja. Tentu, perbuatan yang dilakukan si ustad membuat trauma.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Pelecehan seksual masih terjadi di Lumajang. Seperti yang terjadi pada salah satu santri, yang belum diketahui alamat lengkapnya. Dugaan itu bikin geger karena diunggah pada salah satu grup Facebook di Lumajang.

Baca Juga : Cabuli Gadis Belia, Pemuda Pengangguran di Jember Ini Meringkuk di Penjara

Unggahan tersebut sampai bikin heboh dan jadi perbincangan hangat di jagat maya. Diketahui melalui unggahan akun Bakul Martabak Jowo yang diunggah pagi kemarin.

Unggahannya menunjukkan hasil screenshoot chat permohonan maaf oleh seorang anak. Itu mewakili bapaknya sebagai ustad yang diduga menjadi pelaku pencabulan. Pesan WhatsApp itu juga telah diedit oleh ibu korban dengan menambahkan foto pelaku di sebelah kiri tangkapan layar chat tersebut.

Dalam foto itu, terlihat pria mengenakan baju muslim berwarna hijau, kopiah putih, kulit sawo matang, dan wajah mulai keriput. Namun, ibu korban, pemilik akun yang mendapati pesan WhatsApp tersebut, tak terima atas perbuatan yang dilakukan oleh si ustad. Menurutnya, perbuatan keji itu, membuat mental anaknya terganggu. Apalagi anak tersebut sudah memasuki fase remaja. Tentu, perbuatan yang dilakukan si ustad membuat trauma.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Pelecehan seksual masih terjadi di Lumajang. Seperti yang terjadi pada salah satu santri, yang belum diketahui alamat lengkapnya. Dugaan itu bikin geger karena diunggah pada salah satu grup Facebook di Lumajang.

Baca Juga : Cabuli Gadis Belia, Pemuda Pengangguran di Jember Ini Meringkuk di Penjara

Unggahan tersebut sampai bikin heboh dan jadi perbincangan hangat di jagat maya. Diketahui melalui unggahan akun Bakul Martabak Jowo yang diunggah pagi kemarin.

Unggahannya menunjukkan hasil screenshoot chat permohonan maaf oleh seorang anak. Itu mewakili bapaknya sebagai ustad yang diduga menjadi pelaku pencabulan. Pesan WhatsApp itu juga telah diedit oleh ibu korban dengan menambahkan foto pelaku di sebelah kiri tangkapan layar chat tersebut.

Dalam foto itu, terlihat pria mengenakan baju muslim berwarna hijau, kopiah putih, kulit sawo matang, dan wajah mulai keriput. Namun, ibu korban, pemilik akun yang mendapati pesan WhatsApp tersebut, tak terima atas perbuatan yang dilakukan oleh si ustad. Menurutnya, perbuatan keji itu, membuat mental anaknya terganggu. Apalagi anak tersebut sudah memasuki fase remaja. Tentu, perbuatan yang dilakukan si ustad membuat trauma.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/