alexametrics
23.3 C
Jember
Thursday, 30 June 2022

Daging Sapi PMK Tetap Bisa Dikonsumsi

Buang Kepala, Kaki, dan Jeroan

Mobile_AP_Rectangle 1

WONOREJO, Radar Semeru – Pemantauan ternak yang terjangkit penyakit mulut dan kaki (PMK) semakin diperketat. Tak hanya di kandang ternak maupun pasar hewan, rumah pemotongan hewan (RPH) juga diperiksa ketat. Hal itu untuk memastikan daging yang dikonsumsi masyarakat sudah layak.

BACA JUGA : Diduga Terserang Penyakit Mulut dan Kuku, Sudah Tujuh Ekor Sapi Mati

Kelayakan itu baru bisa dipastikan jika sudah melalui beberapa tahapan pemeriksaan hewan dan daging. Sebab, daging ternak PMK masih bisa dikonsumsi. Namun, di bagian tertentu, daging tidak boleh dikonsumsi.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Daging bagian kepala, kaki, dan jeroan harus dibuang. Selain itu, masyarakat masih bisa mengonsumsinya. Dengan ketentuan daging dimasak dengan benar,” ungkap Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Lumajang drh Rofi’ah.

Dia mengatakan, saat pemotongan hewan PMK ada perlakuan khusus. Ternak harus dipotong terpisah. Ketiga bagian yang dilarang dikonsumsi juga wajib dibuang. Hal itu akan dilakukan para petugas ketika pemeriksaan antemortem dan postmortem.

- Advertisement -

WONOREJO, Radar Semeru – Pemantauan ternak yang terjangkit penyakit mulut dan kaki (PMK) semakin diperketat. Tak hanya di kandang ternak maupun pasar hewan, rumah pemotongan hewan (RPH) juga diperiksa ketat. Hal itu untuk memastikan daging yang dikonsumsi masyarakat sudah layak.

BACA JUGA : Diduga Terserang Penyakit Mulut dan Kuku, Sudah Tujuh Ekor Sapi Mati

Kelayakan itu baru bisa dipastikan jika sudah melalui beberapa tahapan pemeriksaan hewan dan daging. Sebab, daging ternak PMK masih bisa dikonsumsi. Namun, di bagian tertentu, daging tidak boleh dikonsumsi.

“Daging bagian kepala, kaki, dan jeroan harus dibuang. Selain itu, masyarakat masih bisa mengonsumsinya. Dengan ketentuan daging dimasak dengan benar,” ungkap Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Lumajang drh Rofi’ah.

Dia mengatakan, saat pemotongan hewan PMK ada perlakuan khusus. Ternak harus dipotong terpisah. Ketiga bagian yang dilarang dikonsumsi juga wajib dibuang. Hal itu akan dilakukan para petugas ketika pemeriksaan antemortem dan postmortem.

WONOREJO, Radar Semeru – Pemantauan ternak yang terjangkit penyakit mulut dan kaki (PMK) semakin diperketat. Tak hanya di kandang ternak maupun pasar hewan, rumah pemotongan hewan (RPH) juga diperiksa ketat. Hal itu untuk memastikan daging yang dikonsumsi masyarakat sudah layak.

BACA JUGA : Diduga Terserang Penyakit Mulut dan Kuku, Sudah Tujuh Ekor Sapi Mati

Kelayakan itu baru bisa dipastikan jika sudah melalui beberapa tahapan pemeriksaan hewan dan daging. Sebab, daging ternak PMK masih bisa dikonsumsi. Namun, di bagian tertentu, daging tidak boleh dikonsumsi.

“Daging bagian kepala, kaki, dan jeroan harus dibuang. Selain itu, masyarakat masih bisa mengonsumsinya. Dengan ketentuan daging dimasak dengan benar,” ungkap Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Lumajang drh Rofi’ah.

Dia mengatakan, saat pemotongan hewan PMK ada perlakuan khusus. Ternak harus dipotong terpisah. Ketiga bagian yang dilarang dikonsumsi juga wajib dibuang. Hal itu akan dilakukan para petugas ketika pemeriksaan antemortem dan postmortem.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/