alexametrics
31 C
Jember
Monday, 23 May 2022

Pendakian Semeru Ditutup Kembali

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID Kali ini flyer yang sering dikeluarkan pemprov benar-benar tidak sakti.  Sebab, akibat capaian vaksinasi yang rendah, Pemkab Lumajang tetap berada dalam kategori PPKM level 3. Akibatnya, pembatasan kembali diterapkan. Termasuk menutup kembali lokasi pendakian Gunung Semeru.

Plt Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Novita Kusuma Wardani mengatakan, selama ini pihaknya selalu mengacu pada Instruksi Kementerian Dalam Negeri (Inmendagri) terbaru dalam mengambil kebijakan soal wisata. Termasuk bakal melakukan penutupan jika masing-masing daerah berada di level 3.

“Kami pedomannya Inmendagri terbaru Nomor 47 Tahun 2021. Di dalamnya menyampaikan empat kabupaten, di mana TNBTS berada, masih berada dalam level 3. Berdasarkan Inmendagri tersebut PPKM level 3, untuk sementara wisata ditutup, maka dengan terpaksa kami menutup kembali kegiatan wisata di Gunung Semeru,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kebijakan tersebut tentu menjadi kabar buruk bagi pengunjung yang telanjur booking. Namun, untuk menyiasati hal itu, pihaknya menyarankan pengunjung untuk mengajukan ulang jadwal kunjungannya. Atau jika memang uang pembayarannya belum disetorkan ke kas negara bakal dikembalikan.

“Yang sudah booking nanti bisa mengajukan penjadwalan ulang. Kalau misalkan masih ada di rekening penampungan, akan kami lakukan refund dengan ketentuan berlaku,” tambahnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID Kali ini flyer yang sering dikeluarkan pemprov benar-benar tidak sakti.  Sebab, akibat capaian vaksinasi yang rendah, Pemkab Lumajang tetap berada dalam kategori PPKM level 3. Akibatnya, pembatasan kembali diterapkan. Termasuk menutup kembali lokasi pendakian Gunung Semeru.

Plt Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Novita Kusuma Wardani mengatakan, selama ini pihaknya selalu mengacu pada Instruksi Kementerian Dalam Negeri (Inmendagri) terbaru dalam mengambil kebijakan soal wisata. Termasuk bakal melakukan penutupan jika masing-masing daerah berada di level 3.

“Kami pedomannya Inmendagri terbaru Nomor 47 Tahun 2021. Di dalamnya menyampaikan empat kabupaten, di mana TNBTS berada, masih berada dalam level 3. Berdasarkan Inmendagri tersebut PPKM level 3, untuk sementara wisata ditutup, maka dengan terpaksa kami menutup kembali kegiatan wisata di Gunung Semeru,” katanya.

Kebijakan tersebut tentu menjadi kabar buruk bagi pengunjung yang telanjur booking. Namun, untuk menyiasati hal itu, pihaknya menyarankan pengunjung untuk mengajukan ulang jadwal kunjungannya. Atau jika memang uang pembayarannya belum disetorkan ke kas negara bakal dikembalikan.

“Yang sudah booking nanti bisa mengajukan penjadwalan ulang. Kalau misalkan masih ada di rekening penampungan, akan kami lakukan refund dengan ketentuan berlaku,” tambahnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID Kali ini flyer yang sering dikeluarkan pemprov benar-benar tidak sakti.  Sebab, akibat capaian vaksinasi yang rendah, Pemkab Lumajang tetap berada dalam kategori PPKM level 3. Akibatnya, pembatasan kembali diterapkan. Termasuk menutup kembali lokasi pendakian Gunung Semeru.

Plt Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Novita Kusuma Wardani mengatakan, selama ini pihaknya selalu mengacu pada Instruksi Kementerian Dalam Negeri (Inmendagri) terbaru dalam mengambil kebijakan soal wisata. Termasuk bakal melakukan penutupan jika masing-masing daerah berada di level 3.

“Kami pedomannya Inmendagri terbaru Nomor 47 Tahun 2021. Di dalamnya menyampaikan empat kabupaten, di mana TNBTS berada, masih berada dalam level 3. Berdasarkan Inmendagri tersebut PPKM level 3, untuk sementara wisata ditutup, maka dengan terpaksa kami menutup kembali kegiatan wisata di Gunung Semeru,” katanya.

Kebijakan tersebut tentu menjadi kabar buruk bagi pengunjung yang telanjur booking. Namun, untuk menyiasati hal itu, pihaknya menyarankan pengunjung untuk mengajukan ulang jadwal kunjungannya. Atau jika memang uang pembayarannya belum disetorkan ke kas negara bakal dikembalikan.

“Yang sudah booking nanti bisa mengajukan penjadwalan ulang. Kalau misalkan masih ada di rekening penampungan, akan kami lakukan refund dengan ketentuan berlaku,” tambahnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/