alexametrics
23.1 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Jember Siapkan Pasukan dan Peralatan Sigap Bencana, Ada Apa ?

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER LOR, RADARJEMBER.ID – Seluruh peserta apel gelar pasukan dan peralatan dalam rangka antisipasi menghadapi bencana alam 2021 tampak bersiap di dekat kendaraan mereka masing-masing. Mulai dari petugas BPBD, Dishub, Basarnas, TNI, Polri, hingga sejumlah relawan.

Apel yang dilaksanakan di pelataran Kantor Pemkab Jember, kemarin (25/10) pagi, tersebut bertujuan untuk melakukan kesiapsiagaan terkait pasukan dan peralatan kebencanaan. Ditemani jajaran forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda), Bupati Jember Hendy Siswanto juga mengecek kesiapan setiap pasukan dan peralatan dengan mengeceknya satu per satu. “Harapannya tak ada bencana. Tapi, kalau ada, kami sudah harus sigap,” tuturnya.

Selaku kepala daerah, Hendy menyambut baik pergelaran apel kesiapsiagaan bencana di pelataran Pemkab Jember, kemarin (25/10) pagi. Menurut dia, hal tersebut merupakan kepedulian dan tanggung jawab pemerintah daerah atas potensi ancaman bencana.

Mobile_AP_Rectangle 2

Perlu diketahui, berdasarkan peta indeks risiko bencana yang diterbitkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Hendy menerangkan bahwa Kabupaten Jember merupakan salah satu daerah yang memiliki potensi bencana cukup tinggi. Misalnya, adanya potensi banjir, tanah longsor, angin kencang, gempa bumi, kekeringan, dan erupsi gunung berapi. Hal itu disebabkan letak geografis, komposisi, geologis, hidrologis, dan demografis yang dimiliki Kabupaten Jember.

Selain itu, berdasarkan prediksi prakiraan cuaca, Hendy memaparkan bahwa awal musim hujan di wilayah Indonesia, khususnya Jawa Timur, akan dimulai lebih dini. “Pada bulan ini juga diprediksi bakal terjadi transisi atau peralihan dari musim kemarau ke musim hujan,” paparnya.

Karena itu, pihaknya perlu melakukan langkah antisipasi terhadap cuaca ekstrem yang sering terjadi, seperti hujan lebat dan angin kencang yang sering muncul. Pihaknya berharap seluruh pemangku kepentingan dan elemen masyarakat harus tanggap terhadap adanya ancaman bencana. “Bukan saat terjadi bencana saja. Melainkan pada saat pra dan pascabencana,” ungkapnya.

- Advertisement -

JEMBER LOR, RADARJEMBER.ID – Seluruh peserta apel gelar pasukan dan peralatan dalam rangka antisipasi menghadapi bencana alam 2021 tampak bersiap di dekat kendaraan mereka masing-masing. Mulai dari petugas BPBD, Dishub, Basarnas, TNI, Polri, hingga sejumlah relawan.

Apel yang dilaksanakan di pelataran Kantor Pemkab Jember, kemarin (25/10) pagi, tersebut bertujuan untuk melakukan kesiapsiagaan terkait pasukan dan peralatan kebencanaan. Ditemani jajaran forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda), Bupati Jember Hendy Siswanto juga mengecek kesiapan setiap pasukan dan peralatan dengan mengeceknya satu per satu. “Harapannya tak ada bencana. Tapi, kalau ada, kami sudah harus sigap,” tuturnya.

Selaku kepala daerah, Hendy menyambut baik pergelaran apel kesiapsiagaan bencana di pelataran Pemkab Jember, kemarin (25/10) pagi. Menurut dia, hal tersebut merupakan kepedulian dan tanggung jawab pemerintah daerah atas potensi ancaman bencana.

Perlu diketahui, berdasarkan peta indeks risiko bencana yang diterbitkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Hendy menerangkan bahwa Kabupaten Jember merupakan salah satu daerah yang memiliki potensi bencana cukup tinggi. Misalnya, adanya potensi banjir, tanah longsor, angin kencang, gempa bumi, kekeringan, dan erupsi gunung berapi. Hal itu disebabkan letak geografis, komposisi, geologis, hidrologis, dan demografis yang dimiliki Kabupaten Jember.

Selain itu, berdasarkan prediksi prakiraan cuaca, Hendy memaparkan bahwa awal musim hujan di wilayah Indonesia, khususnya Jawa Timur, akan dimulai lebih dini. “Pada bulan ini juga diprediksi bakal terjadi transisi atau peralihan dari musim kemarau ke musim hujan,” paparnya.

Karena itu, pihaknya perlu melakukan langkah antisipasi terhadap cuaca ekstrem yang sering terjadi, seperti hujan lebat dan angin kencang yang sering muncul. Pihaknya berharap seluruh pemangku kepentingan dan elemen masyarakat harus tanggap terhadap adanya ancaman bencana. “Bukan saat terjadi bencana saja. Melainkan pada saat pra dan pascabencana,” ungkapnya.

JEMBER LOR, RADARJEMBER.ID – Seluruh peserta apel gelar pasukan dan peralatan dalam rangka antisipasi menghadapi bencana alam 2021 tampak bersiap di dekat kendaraan mereka masing-masing. Mulai dari petugas BPBD, Dishub, Basarnas, TNI, Polri, hingga sejumlah relawan.

Apel yang dilaksanakan di pelataran Kantor Pemkab Jember, kemarin (25/10) pagi, tersebut bertujuan untuk melakukan kesiapsiagaan terkait pasukan dan peralatan kebencanaan. Ditemani jajaran forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda), Bupati Jember Hendy Siswanto juga mengecek kesiapan setiap pasukan dan peralatan dengan mengeceknya satu per satu. “Harapannya tak ada bencana. Tapi, kalau ada, kami sudah harus sigap,” tuturnya.

Selaku kepala daerah, Hendy menyambut baik pergelaran apel kesiapsiagaan bencana di pelataran Pemkab Jember, kemarin (25/10) pagi. Menurut dia, hal tersebut merupakan kepedulian dan tanggung jawab pemerintah daerah atas potensi ancaman bencana.

Perlu diketahui, berdasarkan peta indeks risiko bencana yang diterbitkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Hendy menerangkan bahwa Kabupaten Jember merupakan salah satu daerah yang memiliki potensi bencana cukup tinggi. Misalnya, adanya potensi banjir, tanah longsor, angin kencang, gempa bumi, kekeringan, dan erupsi gunung berapi. Hal itu disebabkan letak geografis, komposisi, geologis, hidrologis, dan demografis yang dimiliki Kabupaten Jember.

Selain itu, berdasarkan prediksi prakiraan cuaca, Hendy memaparkan bahwa awal musim hujan di wilayah Indonesia, khususnya Jawa Timur, akan dimulai lebih dini. “Pada bulan ini juga diprediksi bakal terjadi transisi atau peralihan dari musim kemarau ke musim hujan,” paparnya.

Karena itu, pihaknya perlu melakukan langkah antisipasi terhadap cuaca ekstrem yang sering terjadi, seperti hujan lebat dan angin kencang yang sering muncul. Pihaknya berharap seluruh pemangku kepentingan dan elemen masyarakat harus tanggap terhadap adanya ancaman bencana. “Bukan saat terjadi bencana saja. Melainkan pada saat pra dan pascabencana,” ungkapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/