alexametrics
23.3 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Jalan Rusak Makin Dalam

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Hujan lebat yang mengguyur Jalan Otto Iskandar, Desa/Kecamatan Ajung, sempat membuat air di selokan meluap. Gara-garanya, jalan aspal setempat banyak yang mrotol alias rusak.

Baca Juga : Dugaan Korupsi Dana Covid-19 Rp 107 M, Polisi Periksa Sejumlah Pejabat

Menurut Jalaluddin, warga setempat, hujan lebat sempat terjadi sekitar pukul 14.00 hingga 16.00. Hujan menyebabkan banjir luapan. Bahkan, saluran pembuangan air yang mengarah ke Sungai Bedadung juga tersumbat karena banyak sampah dan lumpur. “Saking besarnya (lebatnya hujan, Red) sempat masuk ke rumah saya,” ucap Jalal.

Mobile_AP_Rectangle 2

Winarto, salah seorang ketua RW di desa setempat, menjelaskan, banjir membuat jalan rusak dan berlubang. Banyak kerikil hanyut terbawa banjir hingga ke tengah jalan. Selain itu, kendaraan berat yang melintas seperti truk membuat aspal semakin mengelupas. “Sebenarnya sudah sering diperbaiki, ditambal, tetapi besoknya rusak lagi. Aspalnya tipis dan tidak kuat,” ungkapnya.

Dia menambahkan, di lokasi itu juga sering terjadi kecelakaan. Penyebabnya tak lain jalan berlubang. “Jadi, harus hati-hati,” ungkapnya. Warga juga sudah mengabarkan hal tersebut ke Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) agar segera diperbaiki. Warga berharap, bukan hanya penambalan ringan, melainkan pengaspalan ulang.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Hujan lebat yang mengguyur Jalan Otto Iskandar, Desa/Kecamatan Ajung, sempat membuat air di selokan meluap. Gara-garanya, jalan aspal setempat banyak yang mrotol alias rusak.

Baca Juga : Dugaan Korupsi Dana Covid-19 Rp 107 M, Polisi Periksa Sejumlah Pejabat

Menurut Jalaluddin, warga setempat, hujan lebat sempat terjadi sekitar pukul 14.00 hingga 16.00. Hujan menyebabkan banjir luapan. Bahkan, saluran pembuangan air yang mengarah ke Sungai Bedadung juga tersumbat karena banyak sampah dan lumpur. “Saking besarnya (lebatnya hujan, Red) sempat masuk ke rumah saya,” ucap Jalal.

Winarto, salah seorang ketua RW di desa setempat, menjelaskan, banjir membuat jalan rusak dan berlubang. Banyak kerikil hanyut terbawa banjir hingga ke tengah jalan. Selain itu, kendaraan berat yang melintas seperti truk membuat aspal semakin mengelupas. “Sebenarnya sudah sering diperbaiki, ditambal, tetapi besoknya rusak lagi. Aspalnya tipis dan tidak kuat,” ungkapnya.

Dia menambahkan, di lokasi itu juga sering terjadi kecelakaan. Penyebabnya tak lain jalan berlubang. “Jadi, harus hati-hati,” ungkapnya. Warga juga sudah mengabarkan hal tersebut ke Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) agar segera diperbaiki. Warga berharap, bukan hanya penambalan ringan, melainkan pengaspalan ulang.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Hujan lebat yang mengguyur Jalan Otto Iskandar, Desa/Kecamatan Ajung, sempat membuat air di selokan meluap. Gara-garanya, jalan aspal setempat banyak yang mrotol alias rusak.

Baca Juga : Dugaan Korupsi Dana Covid-19 Rp 107 M, Polisi Periksa Sejumlah Pejabat

Menurut Jalaluddin, warga setempat, hujan lebat sempat terjadi sekitar pukul 14.00 hingga 16.00. Hujan menyebabkan banjir luapan. Bahkan, saluran pembuangan air yang mengarah ke Sungai Bedadung juga tersumbat karena banyak sampah dan lumpur. “Saking besarnya (lebatnya hujan, Red) sempat masuk ke rumah saya,” ucap Jalal.

Winarto, salah seorang ketua RW di desa setempat, menjelaskan, banjir membuat jalan rusak dan berlubang. Banyak kerikil hanyut terbawa banjir hingga ke tengah jalan. Selain itu, kendaraan berat yang melintas seperti truk membuat aspal semakin mengelupas. “Sebenarnya sudah sering diperbaiki, ditambal, tetapi besoknya rusak lagi. Aspalnya tipis dan tidak kuat,” ungkapnya.

Dia menambahkan, di lokasi itu juga sering terjadi kecelakaan. Penyebabnya tak lain jalan berlubang. “Jadi, harus hati-hati,” ungkapnya. Warga juga sudah mengabarkan hal tersebut ke Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) agar segera diperbaiki. Warga berharap, bukan hanya penambalan ringan, melainkan pengaspalan ulang.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/