alexametrics
23.5 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Kaget, Ada Burung Besi di Alun-Alun

Ternyata, Danlanud Dolan ke Jember

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Warga yang berada di sekitaran Alun-Alun Jember kaget ketika mendengar desing suara baling-baling helikopter. Mereka sampai berhenti dari aktivitasnya untuk sekadar melihat burung besi tersebut. Wajah mereka seketika mendongak. Beberapa di antaranya ada yang mengambil ponsel untuk mengabadikan momen yang jarang terjadi tersebut.

Sesaat sebelum helikopter itu mendarat, Bupati Jember Hendy Siswanto dan Wakil Bupati Jember M Balya Firjaun Barlaman sudah siap menyambut. Sepertinya, tamu yang datang itu adalah seorang pejabat penting. Benar saja, setelah keluar dari armada udara itu, pria berpakaian loreng hitam kecokelatan tampak keluar. Bersama rombongan bupati dan wakil bupati, pejabat yang diketahui adalah Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) Abdulrachman Saleh Marsma TNI Wayan Superman itu segera menuju Pendapa Wahyawibawagraha, yang jaraknya tak jauh dari lokasi pendaratan.

Seusai melakukan audiensi tertutup, perwira tinggi TNI AU itu mengutarakan, maksud kedatangannya sebenarnya hanyalah kunjungan balasan. Sebab, sebelumnya Bupati Jember sudah lebih dulu berkunjung ke Pangkalan Udara Abdulrachman Saleh. Terlebih, tidak lama lagi, dia akan pindah tugas ke Jakarta. “Jadi, rasanya belum plong jika belum ketemu dengan bupati di Jember,” kata pria kelahiran Singaraja, Bali, tersebut.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kendati begitu, dirinya tetap memberi perhatian ke Bandara Notohadinegoro. Salah satu bentuk perhatian itu adalah memberikan bantuan pengamanan terhadap sarana transportasi udara yang cukup vital tersebut, yang sudah dilakukan sejak era pemerintahan bupati sebelumnya. Yakni pada 2013 hingga 2014 lalu. “Adapun tugas bupati saat ini adalah mengembangkan bandar udara itu. Dan saya yakin peluang itu ada,” ucapnya.

Pria kelahiran 1970 ini menambahkan, bandara tersebut akan diperlukan jika seseorang membutuhkan kecepatan untuk berpindah tempat. Termasuk untuk menarik minat wisatawan dan untuk mendatangkan investor. Jadi, dia berharap, bupati bersedia segera membangun infrastruktur dan faktor pendukung lain untuk menarik minat wisatawan dan investor tersebut. Dengan sendirinya, manfaat bandara akan tampak dan bisa menumbuhkan perekonomian masyarakat di Jember.

“Jika Jember memiliki daya tarik, segala upaya akan ditempuh untuk datang ke Jember,” paparnya. Baik melalui jalur lintas selatan (JLS), jalan tol, bahkan melalui Bandara Notohadinegoro. Bandara memang bukan satu-satunya, tapi bagi orang yang membutuhkan kecepatan, bandara dinilai bisa menjadi pilihan utama.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Warga yang berada di sekitaran Alun-Alun Jember kaget ketika mendengar desing suara baling-baling helikopter. Mereka sampai berhenti dari aktivitasnya untuk sekadar melihat burung besi tersebut. Wajah mereka seketika mendongak. Beberapa di antaranya ada yang mengambil ponsel untuk mengabadikan momen yang jarang terjadi tersebut.

Sesaat sebelum helikopter itu mendarat, Bupati Jember Hendy Siswanto dan Wakil Bupati Jember M Balya Firjaun Barlaman sudah siap menyambut. Sepertinya, tamu yang datang itu adalah seorang pejabat penting. Benar saja, setelah keluar dari armada udara itu, pria berpakaian loreng hitam kecokelatan tampak keluar. Bersama rombongan bupati dan wakil bupati, pejabat yang diketahui adalah Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) Abdulrachman Saleh Marsma TNI Wayan Superman itu segera menuju Pendapa Wahyawibawagraha, yang jaraknya tak jauh dari lokasi pendaratan.

Seusai melakukan audiensi tertutup, perwira tinggi TNI AU itu mengutarakan, maksud kedatangannya sebenarnya hanyalah kunjungan balasan. Sebab, sebelumnya Bupati Jember sudah lebih dulu berkunjung ke Pangkalan Udara Abdulrachman Saleh. Terlebih, tidak lama lagi, dia akan pindah tugas ke Jakarta. “Jadi, rasanya belum plong jika belum ketemu dengan bupati di Jember,” kata pria kelahiran Singaraja, Bali, tersebut.

Kendati begitu, dirinya tetap memberi perhatian ke Bandara Notohadinegoro. Salah satu bentuk perhatian itu adalah memberikan bantuan pengamanan terhadap sarana transportasi udara yang cukup vital tersebut, yang sudah dilakukan sejak era pemerintahan bupati sebelumnya. Yakni pada 2013 hingga 2014 lalu. “Adapun tugas bupati saat ini adalah mengembangkan bandar udara itu. Dan saya yakin peluang itu ada,” ucapnya.

Pria kelahiran 1970 ini menambahkan, bandara tersebut akan diperlukan jika seseorang membutuhkan kecepatan untuk berpindah tempat. Termasuk untuk menarik minat wisatawan dan untuk mendatangkan investor. Jadi, dia berharap, bupati bersedia segera membangun infrastruktur dan faktor pendukung lain untuk menarik minat wisatawan dan investor tersebut. Dengan sendirinya, manfaat bandara akan tampak dan bisa menumbuhkan perekonomian masyarakat di Jember.

“Jika Jember memiliki daya tarik, segala upaya akan ditempuh untuk datang ke Jember,” paparnya. Baik melalui jalur lintas selatan (JLS), jalan tol, bahkan melalui Bandara Notohadinegoro. Bandara memang bukan satu-satunya, tapi bagi orang yang membutuhkan kecepatan, bandara dinilai bisa menjadi pilihan utama.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Warga yang berada di sekitaran Alun-Alun Jember kaget ketika mendengar desing suara baling-baling helikopter. Mereka sampai berhenti dari aktivitasnya untuk sekadar melihat burung besi tersebut. Wajah mereka seketika mendongak. Beberapa di antaranya ada yang mengambil ponsel untuk mengabadikan momen yang jarang terjadi tersebut.

Sesaat sebelum helikopter itu mendarat, Bupati Jember Hendy Siswanto dan Wakil Bupati Jember M Balya Firjaun Barlaman sudah siap menyambut. Sepertinya, tamu yang datang itu adalah seorang pejabat penting. Benar saja, setelah keluar dari armada udara itu, pria berpakaian loreng hitam kecokelatan tampak keluar. Bersama rombongan bupati dan wakil bupati, pejabat yang diketahui adalah Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) Abdulrachman Saleh Marsma TNI Wayan Superman itu segera menuju Pendapa Wahyawibawagraha, yang jaraknya tak jauh dari lokasi pendaratan.

Seusai melakukan audiensi tertutup, perwira tinggi TNI AU itu mengutarakan, maksud kedatangannya sebenarnya hanyalah kunjungan balasan. Sebab, sebelumnya Bupati Jember sudah lebih dulu berkunjung ke Pangkalan Udara Abdulrachman Saleh. Terlebih, tidak lama lagi, dia akan pindah tugas ke Jakarta. “Jadi, rasanya belum plong jika belum ketemu dengan bupati di Jember,” kata pria kelahiran Singaraja, Bali, tersebut.

Kendati begitu, dirinya tetap memberi perhatian ke Bandara Notohadinegoro. Salah satu bentuk perhatian itu adalah memberikan bantuan pengamanan terhadap sarana transportasi udara yang cukup vital tersebut, yang sudah dilakukan sejak era pemerintahan bupati sebelumnya. Yakni pada 2013 hingga 2014 lalu. “Adapun tugas bupati saat ini adalah mengembangkan bandar udara itu. Dan saya yakin peluang itu ada,” ucapnya.

Pria kelahiran 1970 ini menambahkan, bandara tersebut akan diperlukan jika seseorang membutuhkan kecepatan untuk berpindah tempat. Termasuk untuk menarik minat wisatawan dan untuk mendatangkan investor. Jadi, dia berharap, bupati bersedia segera membangun infrastruktur dan faktor pendukung lain untuk menarik minat wisatawan dan investor tersebut. Dengan sendirinya, manfaat bandara akan tampak dan bisa menumbuhkan perekonomian masyarakat di Jember.

“Jika Jember memiliki daya tarik, segala upaya akan ditempuh untuk datang ke Jember,” paparnya. Baik melalui jalur lintas selatan (JLS), jalan tol, bahkan melalui Bandara Notohadinegoro. Bandara memang bukan satu-satunya, tapi bagi orang yang membutuhkan kecepatan, bandara dinilai bisa menjadi pilihan utama.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/