alexametrics
23.3 C
Jember
Thursday, 30 June 2022

Terlalu Panas, Waspada Kebakaran hingga Kekeringan

Mobile_AP_Rectangle 1

TEGAL GEDE, Radar Jember – Kondisi cuaca panas akhir-akhir ini banyak dikeluhkan oleh masyarakat Jember. Pasalnya, panas yang begitu menyengat saat siang dan malam hari ini tidak seperti biasanya. Berkurangnya intensitas hujan juga memengaruhi kondisi panas yang terjadi belakangan ini.

BACA JUGA : Dua Sapi Dinyatakan Positif PMK

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember Sigit Akbari mengatakan, menurut informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), cuaca panas akhir-akhir ini karena dipengaruhi oleh gelombang panas, sehingga menyebabkan adanya perubahan iklim. “Gelombang panas ini juga disebabkan oleh perbedaan suhu antara daratan dengan lautan, sehingga terjadi pergeseran udara dengan kecepatan yang luar biasa sehingga ada potensi bencana angin,” tegasnya kepada Jawa Pos Radar Jember.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sigit Akbari menambahkan, BMKG memang sudah memperkirakan adanya gelombang panas yang disebabkan adanya perubahan iklim. Tentu pihaknya akan mengantisipasi adanya kekeringan yang menyebabkan kekurangan air dan kebakaran. “Informasi dari BMKG ini menunjukkan cuaca cerah, kecepatan angin 10 kilometer per jam, kelembapan 80 persen, suhu 28 derajat Celsius. Kelembapan tinggi ini yang menyebabkan udara panas,” jelasnya.

Saat ini sudah memasuki musim kemarau, tentunya berbagai persiapan antisipasi dalam menangani kekeringan mulai dari kebutuhan air minum hingga air bersih akan disiagakan. “Saat ini saja sudah ada beberapa daerah yang meminta bantuan air bersih. Biasanya semakin lama tentunya akan semakin banyak daerah yang meminta bantuan air bersih,” ujarnya.

- Advertisement -

TEGAL GEDE, Radar Jember – Kondisi cuaca panas akhir-akhir ini banyak dikeluhkan oleh masyarakat Jember. Pasalnya, panas yang begitu menyengat saat siang dan malam hari ini tidak seperti biasanya. Berkurangnya intensitas hujan juga memengaruhi kondisi panas yang terjadi belakangan ini.

BACA JUGA : Dua Sapi Dinyatakan Positif PMK

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember Sigit Akbari mengatakan, menurut informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), cuaca panas akhir-akhir ini karena dipengaruhi oleh gelombang panas, sehingga menyebabkan adanya perubahan iklim. “Gelombang panas ini juga disebabkan oleh perbedaan suhu antara daratan dengan lautan, sehingga terjadi pergeseran udara dengan kecepatan yang luar biasa sehingga ada potensi bencana angin,” tegasnya kepada Jawa Pos Radar Jember.

Sigit Akbari menambahkan, BMKG memang sudah memperkirakan adanya gelombang panas yang disebabkan adanya perubahan iklim. Tentu pihaknya akan mengantisipasi adanya kekeringan yang menyebabkan kekurangan air dan kebakaran. “Informasi dari BMKG ini menunjukkan cuaca cerah, kecepatan angin 10 kilometer per jam, kelembapan 80 persen, suhu 28 derajat Celsius. Kelembapan tinggi ini yang menyebabkan udara panas,” jelasnya.

Saat ini sudah memasuki musim kemarau, tentunya berbagai persiapan antisipasi dalam menangani kekeringan mulai dari kebutuhan air minum hingga air bersih akan disiagakan. “Saat ini saja sudah ada beberapa daerah yang meminta bantuan air bersih. Biasanya semakin lama tentunya akan semakin banyak daerah yang meminta bantuan air bersih,” ujarnya.

TEGAL GEDE, Radar Jember – Kondisi cuaca panas akhir-akhir ini banyak dikeluhkan oleh masyarakat Jember. Pasalnya, panas yang begitu menyengat saat siang dan malam hari ini tidak seperti biasanya. Berkurangnya intensitas hujan juga memengaruhi kondisi panas yang terjadi belakangan ini.

BACA JUGA : Dua Sapi Dinyatakan Positif PMK

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember Sigit Akbari mengatakan, menurut informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), cuaca panas akhir-akhir ini karena dipengaruhi oleh gelombang panas, sehingga menyebabkan adanya perubahan iklim. “Gelombang panas ini juga disebabkan oleh perbedaan suhu antara daratan dengan lautan, sehingga terjadi pergeseran udara dengan kecepatan yang luar biasa sehingga ada potensi bencana angin,” tegasnya kepada Jawa Pos Radar Jember.

Sigit Akbari menambahkan, BMKG memang sudah memperkirakan adanya gelombang panas yang disebabkan adanya perubahan iklim. Tentu pihaknya akan mengantisipasi adanya kekeringan yang menyebabkan kekurangan air dan kebakaran. “Informasi dari BMKG ini menunjukkan cuaca cerah, kecepatan angin 10 kilometer per jam, kelembapan 80 persen, suhu 28 derajat Celsius. Kelembapan tinggi ini yang menyebabkan udara panas,” jelasnya.

Saat ini sudah memasuki musim kemarau, tentunya berbagai persiapan antisipasi dalam menangani kekeringan mulai dari kebutuhan air minum hingga air bersih akan disiagakan. “Saat ini saja sudah ada beberapa daerah yang meminta bantuan air bersih. Biasanya semakin lama tentunya akan semakin banyak daerah yang meminta bantuan air bersih,” ujarnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/