alexametrics
29.6 C
Jember
Sunday, 14 August 2022

Suarakan Pembentukan Perda Pencegahan Narkoba

Sebut Jember Jadi Daerah Transit Peredaran Narkoba

Mobile_AP_Rectangle 1

SUMBERSARI, Radar Jember – Jember menjadi salah satu daerah transit peredaran narkoba yang begitu masif. Tak hanya menyasar masyarakat umum, peredarannya juga mulai menyasar kalangan pelajar berseragam putih biru.

BACA JUGA : Cuaca Ekstrem, Ombak Besar, Jukung Nelayan Parkir

Sejumlah fakta itu memicu aksi solidaritas masyarakat yang tergabung dalam Gerakan Anti Narkoba Nasional atau GANN. Mereka turun ke jalan menyuarakan kepentingan untuk memerangi barang haram tersebut, Senin kemarin.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dalam aksinya, masa dari gabungan 60 ormas di Jember mendatangi gedung parlemen Jember dan mendesak wakil rakyat beserta pemerintah daerah membantu aparat penegak hukum (APH) memberantas peredaran narkoba di Kota Suwar-Suwir ini. “Kabupaten Jember memerlukan regulasi untuk membendung peredaran narkoba. Karena di Jember hari ini peredarannya sudah sedemikian masif,” sebut korlap aksi, Linasrilah Nurus Subhi.

Menurut dia, pada medio Januari 2022 lalu, ditemukan kasus penggunaan pil koplo yang menyasar sebanyak 23 siswa di salah satu SMP negeri di Jember. Berlanjut di bulan Maret 2022, kepolisian dari Mapolres Jember sempat memanen 29 kasus narkoba, dengan 30 tersangka berikut barang buktinya.

Lanjut pada Maret 2022, polisi juga kembali panen 29 kasus narkoba dengan 30 tersangka. Jumlah itu diyakininya terus bertambah setiap bulan. “Terbaru di bulan Juni 2022, tersangkanya merupakan sindikat (pengedar, Red) narkoba dengan barang bukti 1,3 kilogram sabu senilai Rp 1,5 miliar,” beber pria berambut gondrong itu.

- Advertisement -

SUMBERSARI, Radar Jember – Jember menjadi salah satu daerah transit peredaran narkoba yang begitu masif. Tak hanya menyasar masyarakat umum, peredarannya juga mulai menyasar kalangan pelajar berseragam putih biru.

BACA JUGA : Cuaca Ekstrem, Ombak Besar, Jukung Nelayan Parkir

Sejumlah fakta itu memicu aksi solidaritas masyarakat yang tergabung dalam Gerakan Anti Narkoba Nasional atau GANN. Mereka turun ke jalan menyuarakan kepentingan untuk memerangi barang haram tersebut, Senin kemarin.

Dalam aksinya, masa dari gabungan 60 ormas di Jember mendatangi gedung parlemen Jember dan mendesak wakil rakyat beserta pemerintah daerah membantu aparat penegak hukum (APH) memberantas peredaran narkoba di Kota Suwar-Suwir ini. “Kabupaten Jember memerlukan regulasi untuk membendung peredaran narkoba. Karena di Jember hari ini peredarannya sudah sedemikian masif,” sebut korlap aksi, Linasrilah Nurus Subhi.

Menurut dia, pada medio Januari 2022 lalu, ditemukan kasus penggunaan pil koplo yang menyasar sebanyak 23 siswa di salah satu SMP negeri di Jember. Berlanjut di bulan Maret 2022, kepolisian dari Mapolres Jember sempat memanen 29 kasus narkoba, dengan 30 tersangka berikut barang buktinya.

Lanjut pada Maret 2022, polisi juga kembali panen 29 kasus narkoba dengan 30 tersangka. Jumlah itu diyakininya terus bertambah setiap bulan. “Terbaru di bulan Juni 2022, tersangkanya merupakan sindikat (pengedar, Red) narkoba dengan barang bukti 1,3 kilogram sabu senilai Rp 1,5 miliar,” beber pria berambut gondrong itu.

SUMBERSARI, Radar Jember – Jember menjadi salah satu daerah transit peredaran narkoba yang begitu masif. Tak hanya menyasar masyarakat umum, peredarannya juga mulai menyasar kalangan pelajar berseragam putih biru.

BACA JUGA : Cuaca Ekstrem, Ombak Besar, Jukung Nelayan Parkir

Sejumlah fakta itu memicu aksi solidaritas masyarakat yang tergabung dalam Gerakan Anti Narkoba Nasional atau GANN. Mereka turun ke jalan menyuarakan kepentingan untuk memerangi barang haram tersebut, Senin kemarin.

Dalam aksinya, masa dari gabungan 60 ormas di Jember mendatangi gedung parlemen Jember dan mendesak wakil rakyat beserta pemerintah daerah membantu aparat penegak hukum (APH) memberantas peredaran narkoba di Kota Suwar-Suwir ini. “Kabupaten Jember memerlukan regulasi untuk membendung peredaran narkoba. Karena di Jember hari ini peredarannya sudah sedemikian masif,” sebut korlap aksi, Linasrilah Nurus Subhi.

Menurut dia, pada medio Januari 2022 lalu, ditemukan kasus penggunaan pil koplo yang menyasar sebanyak 23 siswa di salah satu SMP negeri di Jember. Berlanjut di bulan Maret 2022, kepolisian dari Mapolres Jember sempat memanen 29 kasus narkoba, dengan 30 tersangka berikut barang buktinya.

Lanjut pada Maret 2022, polisi juga kembali panen 29 kasus narkoba dengan 30 tersangka. Jumlah itu diyakininya terus bertambah setiap bulan. “Terbaru di bulan Juni 2022, tersangkanya merupakan sindikat (pengedar, Red) narkoba dengan barang bukti 1,3 kilogram sabu senilai Rp 1,5 miliar,” beber pria berambut gondrong itu.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/