alexametrics
23.3 C
Jember
Tuesday, 17 May 2022

Terobos Lampu Merah, Pengendara Menangis Disodori Surat Tilang

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Jumlah angka kecelakaan di Jember terus bertambah karena kurang sadarnya pengguna jalan. Salah satunya seperti penerobos lampu merah atau mereka yang melanggar rambu-rambu lalu lintas.

Baca Juga : Korban Begal Malah Jadi Tersangka Atas Pembunuhan Pembegal

Lokasi pelanggaran yang sering terjadi, khususnya di traffic light, yaitu di simpang tiga Jalan Hayam Wuruk, Kecamatan Kaliwates. Tepatnya di depan pintu keluar Hotel Bandung Permai. Di sana, banyak pengendara sepeda motor dari arah barat yang nekat menerobos saat lampu merah menyala.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pada saat lampu merah menyala, semua kendaraan, baik roda dua maupun empat, harus berhenti mengikuti isyarat lampu. Tetapi, temuan di lapangan, ada yang terlihat patuh dengan berhenti, dan ada yang nekat menerobosnya.

Seperti yang dilakukan Faul, 24, warga Kecamatan Ajung. Lantaran menerobos lampu merah, dia dihentikan anggota polantas karena menerobos lampu merah dengan alasan silau. “Saya tidak kelihatan kalau lampunya menyala merah, Pak. Akhirnya saya langsung berjalan,” katanya kepada petugas.

Sementara itu, di lokasi juga banyak pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm, tidak ada kaca spion, serta tanpa pelat nomor. Ada pula yang berboncengan tiga dan sama-sama tidak menggunakan helm. Selain itu, juga pengendara yang tidak menggunakan masker.

Ipda Edy Puwanto, Kanit Turjawali Satlantas Polres Jember, mengatakan, karena masih pandemi, pihaknya belum diizinkan untuk melakukan razia (21). Penindakan saat itu dilakukan kepada warga yang melakukan pelanggaran secara kasat mata. Di antaranya pengendara yang tidak menggunakan helm dan menerobos alat peraga isyarat lalu lintas (APIL).

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Jumlah angka kecelakaan di Jember terus bertambah karena kurang sadarnya pengguna jalan. Salah satunya seperti penerobos lampu merah atau mereka yang melanggar rambu-rambu lalu lintas.

Baca Juga : Korban Begal Malah Jadi Tersangka Atas Pembunuhan Pembegal

Lokasi pelanggaran yang sering terjadi, khususnya di traffic light, yaitu di simpang tiga Jalan Hayam Wuruk, Kecamatan Kaliwates. Tepatnya di depan pintu keluar Hotel Bandung Permai. Di sana, banyak pengendara sepeda motor dari arah barat yang nekat menerobos saat lampu merah menyala.

Pada saat lampu merah menyala, semua kendaraan, baik roda dua maupun empat, harus berhenti mengikuti isyarat lampu. Tetapi, temuan di lapangan, ada yang terlihat patuh dengan berhenti, dan ada yang nekat menerobosnya.

Seperti yang dilakukan Faul, 24, warga Kecamatan Ajung. Lantaran menerobos lampu merah, dia dihentikan anggota polantas karena menerobos lampu merah dengan alasan silau. “Saya tidak kelihatan kalau lampunya menyala merah, Pak. Akhirnya saya langsung berjalan,” katanya kepada petugas.

Sementara itu, di lokasi juga banyak pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm, tidak ada kaca spion, serta tanpa pelat nomor. Ada pula yang berboncengan tiga dan sama-sama tidak menggunakan helm. Selain itu, juga pengendara yang tidak menggunakan masker.

Ipda Edy Puwanto, Kanit Turjawali Satlantas Polres Jember, mengatakan, karena masih pandemi, pihaknya belum diizinkan untuk melakukan razia (21). Penindakan saat itu dilakukan kepada warga yang melakukan pelanggaran secara kasat mata. Di antaranya pengendara yang tidak menggunakan helm dan menerobos alat peraga isyarat lalu lintas (APIL).

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Jumlah angka kecelakaan di Jember terus bertambah karena kurang sadarnya pengguna jalan. Salah satunya seperti penerobos lampu merah atau mereka yang melanggar rambu-rambu lalu lintas.

Baca Juga : Korban Begal Malah Jadi Tersangka Atas Pembunuhan Pembegal

Lokasi pelanggaran yang sering terjadi, khususnya di traffic light, yaitu di simpang tiga Jalan Hayam Wuruk, Kecamatan Kaliwates. Tepatnya di depan pintu keluar Hotel Bandung Permai. Di sana, banyak pengendara sepeda motor dari arah barat yang nekat menerobos saat lampu merah menyala.

Pada saat lampu merah menyala, semua kendaraan, baik roda dua maupun empat, harus berhenti mengikuti isyarat lampu. Tetapi, temuan di lapangan, ada yang terlihat patuh dengan berhenti, dan ada yang nekat menerobosnya.

Seperti yang dilakukan Faul, 24, warga Kecamatan Ajung. Lantaran menerobos lampu merah, dia dihentikan anggota polantas karena menerobos lampu merah dengan alasan silau. “Saya tidak kelihatan kalau lampunya menyala merah, Pak. Akhirnya saya langsung berjalan,” katanya kepada petugas.

Sementara itu, di lokasi juga banyak pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm, tidak ada kaca spion, serta tanpa pelat nomor. Ada pula yang berboncengan tiga dan sama-sama tidak menggunakan helm. Selain itu, juga pengendara yang tidak menggunakan masker.

Ipda Edy Puwanto, Kanit Turjawali Satlantas Polres Jember, mengatakan, karena masih pandemi, pihaknya belum diizinkan untuk melakukan razia (21). Penindakan saat itu dilakukan kepada warga yang melakukan pelanggaran secara kasat mata. Di antaranya pengendara yang tidak menggunakan helm dan menerobos alat peraga isyarat lalu lintas (APIL).

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/