alexametrics
24.4 C
Jember
Monday, 23 May 2022

Korban Begal Malah Jadi Tersangka Atas Pembunuhan Pembegal

Mobile_AP_Rectangle 1

LOMBOK, RADARJEMBER.ID- Amaq Shinta seorang pria berusia 34 tahun di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang kini harus berada di dalam penjara karena Amaq melakukan perlawanan dengan cara membunuh terhadap 4 pria yang berusaha membegalnya. 

Amaq Shinta sendiri diketahui sudah membuat laporan polisi terkait pembegalan yang dialaminya. Meski telah membuat laporan sebagai korban begal, namun kepolisian mengaku pihaknya tetap memproses kasus perbuatan yang menghilangkan nyawa orang lain. Kepada penyidik, Amaq Shinta juga telah mengakui sebagai pelaku pembunuhan dua orang yang akan membegal dirinya. Mapolres Lombok Tengah, Indra menyebut nantinya penahanan Amaq Shinta ditangguhkan, bahkan sampai kasusnya dihentikan.

“Tapi kami laporkan dulu ke pimpinan. Jadi, tunggu 1×24 jam terkait bagaimana proses dari Amaq Shinta ini.” tambahnya, dikutip dari Jawa Pos (14/04/2022)

Mobile_AP_Rectangle 2

Diketahui Amaq Shinta yang merupakan warga Desa Ganti, Praya Timur, Lombok Tengah itu sedang dalam perjalanan menuju Lombok Timur. Lalu 4 pria yang akan membegalnya tersebut menghadang di tengah jalan. Keempat pelaku tersebut masing-masing berinisial P, OWP, W, dan H. Ketika 4 pelaku ingin mengambil motor milik Amaq Shinta, sontak ia pun berusaha melakukan perlawanan untuk melindungi diri dan motornya menggunakan senjata tajam yang dibawanya pada saat itu. 

- Advertisement -

LOMBOK, RADARJEMBER.ID- Amaq Shinta seorang pria berusia 34 tahun di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang kini harus berada di dalam penjara karena Amaq melakukan perlawanan dengan cara membunuh terhadap 4 pria yang berusaha membegalnya. 

Amaq Shinta sendiri diketahui sudah membuat laporan polisi terkait pembegalan yang dialaminya. Meski telah membuat laporan sebagai korban begal, namun kepolisian mengaku pihaknya tetap memproses kasus perbuatan yang menghilangkan nyawa orang lain. Kepada penyidik, Amaq Shinta juga telah mengakui sebagai pelaku pembunuhan dua orang yang akan membegal dirinya. Mapolres Lombok Tengah, Indra menyebut nantinya penahanan Amaq Shinta ditangguhkan, bahkan sampai kasusnya dihentikan.

“Tapi kami laporkan dulu ke pimpinan. Jadi, tunggu 1×24 jam terkait bagaimana proses dari Amaq Shinta ini.” tambahnya, dikutip dari Jawa Pos (14/04/2022)

Diketahui Amaq Shinta yang merupakan warga Desa Ganti, Praya Timur, Lombok Tengah itu sedang dalam perjalanan menuju Lombok Timur. Lalu 4 pria yang akan membegalnya tersebut menghadang di tengah jalan. Keempat pelaku tersebut masing-masing berinisial P, OWP, W, dan H. Ketika 4 pelaku ingin mengambil motor milik Amaq Shinta, sontak ia pun berusaha melakukan perlawanan untuk melindungi diri dan motornya menggunakan senjata tajam yang dibawanya pada saat itu. 

LOMBOK, RADARJEMBER.ID- Amaq Shinta seorang pria berusia 34 tahun di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang kini harus berada di dalam penjara karena Amaq melakukan perlawanan dengan cara membunuh terhadap 4 pria yang berusaha membegalnya. 

Amaq Shinta sendiri diketahui sudah membuat laporan polisi terkait pembegalan yang dialaminya. Meski telah membuat laporan sebagai korban begal, namun kepolisian mengaku pihaknya tetap memproses kasus perbuatan yang menghilangkan nyawa orang lain. Kepada penyidik, Amaq Shinta juga telah mengakui sebagai pelaku pembunuhan dua orang yang akan membegal dirinya. Mapolres Lombok Tengah, Indra menyebut nantinya penahanan Amaq Shinta ditangguhkan, bahkan sampai kasusnya dihentikan.

“Tapi kami laporkan dulu ke pimpinan. Jadi, tunggu 1×24 jam terkait bagaimana proses dari Amaq Shinta ini.” tambahnya, dikutip dari Jawa Pos (14/04/2022)

Diketahui Amaq Shinta yang merupakan warga Desa Ganti, Praya Timur, Lombok Tengah itu sedang dalam perjalanan menuju Lombok Timur. Lalu 4 pria yang akan membegalnya tersebut menghadang di tengah jalan. Keempat pelaku tersebut masing-masing berinisial P, OWP, W, dan H. Ketika 4 pelaku ingin mengambil motor milik Amaq Shinta, sontak ia pun berusaha melakukan perlawanan untuk melindungi diri dan motornya menggunakan senjata tajam yang dibawanya pada saat itu. 

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/