alexametrics
24.7 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Pasca Lebaran, Pantai Pancer Jadi Lautan Sampah

Mobile_AP_Rectangle 1

PUGER KULON, Radar Jember – Tempat wisata laut masih menjadi primadona bagi wisatawan. Sejak Idul Fitri 1443 Hijriah hingga selesai Lebaran, ada saja warga yang mendatangi laut. Sayangnya, kesadaran masyarakat tergolong rendah, sehingga laut menjadi lautan sampah.

BACA JUGA : Pemerintah Jember Gratiskan Sejumlah Wisata, Payangan Merana

Seperti Pantai Pancer, Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger, yang masih menjadi primadona dan menjadi lautan sampah. Nah, beberapa hari terakhir, sebagian kawasan masih yang diguyur hujan. Aliran sungai pun sempat deras. Sampah itu ada yang terbawa banjir dan ada banyak sampah yang dibuang dengan sengaja di sembarang tempat di pinggir pantai.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sampah yang terbawa banjir banyak material seperti potongan bambu dan kayu serta plastik. Sementara sampah yang berasal dari pinggir pantai itu sendiri kebanyakan sampah plastik. Hal yang membuat heran, mengapa wisatawan banyak yang membuang sampah sembarangan?

Yayuk, 26, warga Desa Bangsalsari, yang datang bersama keluarganya, mengaku terganggu dengan kondisi pantai yang dipenuhi sampah. “Sebenarnya Pantai Pancer ini bagus, kalau bersih. Karena banyak sampah, jadinya kotor,” ujarnya.

Pemerintah, baik desa, kecamatan, maupun kabupaten, selayaknya memperhatikan kelestarian alam. “Pemdes harus ikut bertanggung jawab dengan kondisi pantai yang kotor. Apalagi, masuk ke pantai masih banyak tarikan seperti tiket masuk dan masih ada tarikan uang parkir,” imbuhnya.

- Advertisement -

PUGER KULON, Radar Jember – Tempat wisata laut masih menjadi primadona bagi wisatawan. Sejak Idul Fitri 1443 Hijriah hingga selesai Lebaran, ada saja warga yang mendatangi laut. Sayangnya, kesadaran masyarakat tergolong rendah, sehingga laut menjadi lautan sampah.

BACA JUGA : Pemerintah Jember Gratiskan Sejumlah Wisata, Payangan Merana

Seperti Pantai Pancer, Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger, yang masih menjadi primadona dan menjadi lautan sampah. Nah, beberapa hari terakhir, sebagian kawasan masih yang diguyur hujan. Aliran sungai pun sempat deras. Sampah itu ada yang terbawa banjir dan ada banyak sampah yang dibuang dengan sengaja di sembarang tempat di pinggir pantai.

Sampah yang terbawa banjir banyak material seperti potongan bambu dan kayu serta plastik. Sementara sampah yang berasal dari pinggir pantai itu sendiri kebanyakan sampah plastik. Hal yang membuat heran, mengapa wisatawan banyak yang membuang sampah sembarangan?

Yayuk, 26, warga Desa Bangsalsari, yang datang bersama keluarganya, mengaku terganggu dengan kondisi pantai yang dipenuhi sampah. “Sebenarnya Pantai Pancer ini bagus, kalau bersih. Karena banyak sampah, jadinya kotor,” ujarnya.

Pemerintah, baik desa, kecamatan, maupun kabupaten, selayaknya memperhatikan kelestarian alam. “Pemdes harus ikut bertanggung jawab dengan kondisi pantai yang kotor. Apalagi, masuk ke pantai masih banyak tarikan seperti tiket masuk dan masih ada tarikan uang parkir,” imbuhnya.

PUGER KULON, Radar Jember – Tempat wisata laut masih menjadi primadona bagi wisatawan. Sejak Idul Fitri 1443 Hijriah hingga selesai Lebaran, ada saja warga yang mendatangi laut. Sayangnya, kesadaran masyarakat tergolong rendah, sehingga laut menjadi lautan sampah.

BACA JUGA : Pemerintah Jember Gratiskan Sejumlah Wisata, Payangan Merana

Seperti Pantai Pancer, Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger, yang masih menjadi primadona dan menjadi lautan sampah. Nah, beberapa hari terakhir, sebagian kawasan masih yang diguyur hujan. Aliran sungai pun sempat deras. Sampah itu ada yang terbawa banjir dan ada banyak sampah yang dibuang dengan sengaja di sembarang tempat di pinggir pantai.

Sampah yang terbawa banjir banyak material seperti potongan bambu dan kayu serta plastik. Sementara sampah yang berasal dari pinggir pantai itu sendiri kebanyakan sampah plastik. Hal yang membuat heran, mengapa wisatawan banyak yang membuang sampah sembarangan?

Yayuk, 26, warga Desa Bangsalsari, yang datang bersama keluarganya, mengaku terganggu dengan kondisi pantai yang dipenuhi sampah. “Sebenarnya Pantai Pancer ini bagus, kalau bersih. Karena banyak sampah, jadinya kotor,” ujarnya.

Pemerintah, baik desa, kecamatan, maupun kabupaten, selayaknya memperhatikan kelestarian alam. “Pemdes harus ikut bertanggung jawab dengan kondisi pantai yang kotor. Apalagi, masuk ke pantai masih banyak tarikan seperti tiket masuk dan masih ada tarikan uang parkir,” imbuhnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/