alexametrics
23.3 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Pemerintah Jember Gratiskan Sejumlah Wisata, Payangan Merana

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Terobosan pemerintah menggratiskan sejumlah wisata mendapat antusiasme besar dari masyarakat. Namun demikian, wisata lain ada yang terdampak. Di balik kunjungan pantai wisata Watu Ulo yang berjaya, Pantai Payangan justru cukup lengang sepanjang waktu libur Lebaran.

BACA JUGA : Papuma Gratis, Wisatawan Diprediksi Akan Membeludak

Seperti diketahui, Pemkab Jember menggratiskan tiket masuk ke empat lokasi wisata sekaligus. Yakni Pamtai Papuma, Watu Ulo, Pemandian Rembangan, dan Pemandian Patemon. Hal ini kontan berdampak pada lokasi wisata yang lain. Sebab, warga yang hobi berwisata banyak memilih wisata yang tiketnya digratiskan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pantai Papuma yang awalnya diprediksi bakal mendulang pengunjung dalam jumlah besar, nyatanya kalah jauh dengan Pantai Watu Ulo. Berdasar data hitam di atas putih, Watu Ulo lebih diminati daripada Papuma. Bahkan, data pengunjung di Pantai Papuma, kurang valid alias tidak didata secara terperinci seperti di Watu Ulo. (Data kunjungan wisata baca grafis).

Kepala Bidang Pariwisata, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jember Deta Irama Kasih menyebutkan, kunjungan paling banyak ke pantai Watu Ulo terjadi pada hari Sabtu tanggal 7 Mei 2022, dengan jumlah wisatawan mencapai 20.501 orang. Jumlah tersebut tercatat paling tinggi di antara destinasi wisata pada hari-hari lain selama digratiskan. “Pantai Watu Ulo masih mendominasi jumlah kunjungannya,” kata Deta.

Jika dibandingkan dengan destinasi yang lain, selisih jumlahnya sangat jauh. Pada 7 Mei, pengunjung wisata Pemandian Rembangan sebanyak 1.860 orang. Sedangkan di Pemandian Patemon hanya 678 orang. Adapun data kunjungan di Tanjung Papuma, kata Deta, tidak bisa dijadikan patokan yang valid, karena bukan wewenang asli pihak Disparbud. (Data kunjungan wisatawan baca grafis).

Menurut Deta, alasan tingginya kunjungan pada 7 hingga 8 Mei karena tanggal tersebut merupakan akhir libur panjang cuti Lebaran. Sehingga, warga memanfaatkan waktu tersebut untuk mengakhiri masa liburan. “Banyak yang ramai-ramai datang bersama keluarga atau teman menikmati akhir pekan di akhir long weekend,” jelasnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Terobosan pemerintah menggratiskan sejumlah wisata mendapat antusiasme besar dari masyarakat. Namun demikian, wisata lain ada yang terdampak. Di balik kunjungan pantai wisata Watu Ulo yang berjaya, Pantai Payangan justru cukup lengang sepanjang waktu libur Lebaran.

BACA JUGA : Papuma Gratis, Wisatawan Diprediksi Akan Membeludak

Seperti diketahui, Pemkab Jember menggratiskan tiket masuk ke empat lokasi wisata sekaligus. Yakni Pamtai Papuma, Watu Ulo, Pemandian Rembangan, dan Pemandian Patemon. Hal ini kontan berdampak pada lokasi wisata yang lain. Sebab, warga yang hobi berwisata banyak memilih wisata yang tiketnya digratiskan.

Pantai Papuma yang awalnya diprediksi bakal mendulang pengunjung dalam jumlah besar, nyatanya kalah jauh dengan Pantai Watu Ulo. Berdasar data hitam di atas putih, Watu Ulo lebih diminati daripada Papuma. Bahkan, data pengunjung di Pantai Papuma, kurang valid alias tidak didata secara terperinci seperti di Watu Ulo. (Data kunjungan wisata baca grafis).

Kepala Bidang Pariwisata, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jember Deta Irama Kasih menyebutkan, kunjungan paling banyak ke pantai Watu Ulo terjadi pada hari Sabtu tanggal 7 Mei 2022, dengan jumlah wisatawan mencapai 20.501 orang. Jumlah tersebut tercatat paling tinggi di antara destinasi wisata pada hari-hari lain selama digratiskan. “Pantai Watu Ulo masih mendominasi jumlah kunjungannya,” kata Deta.

Jika dibandingkan dengan destinasi yang lain, selisih jumlahnya sangat jauh. Pada 7 Mei, pengunjung wisata Pemandian Rembangan sebanyak 1.860 orang. Sedangkan di Pemandian Patemon hanya 678 orang. Adapun data kunjungan di Tanjung Papuma, kata Deta, tidak bisa dijadikan patokan yang valid, karena bukan wewenang asli pihak Disparbud. (Data kunjungan wisatawan baca grafis).

Menurut Deta, alasan tingginya kunjungan pada 7 hingga 8 Mei karena tanggal tersebut merupakan akhir libur panjang cuti Lebaran. Sehingga, warga memanfaatkan waktu tersebut untuk mengakhiri masa liburan. “Banyak yang ramai-ramai datang bersama keluarga atau teman menikmati akhir pekan di akhir long weekend,” jelasnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Terobosan pemerintah menggratiskan sejumlah wisata mendapat antusiasme besar dari masyarakat. Namun demikian, wisata lain ada yang terdampak. Di balik kunjungan pantai wisata Watu Ulo yang berjaya, Pantai Payangan justru cukup lengang sepanjang waktu libur Lebaran.

BACA JUGA : Papuma Gratis, Wisatawan Diprediksi Akan Membeludak

Seperti diketahui, Pemkab Jember menggratiskan tiket masuk ke empat lokasi wisata sekaligus. Yakni Pamtai Papuma, Watu Ulo, Pemandian Rembangan, dan Pemandian Patemon. Hal ini kontan berdampak pada lokasi wisata yang lain. Sebab, warga yang hobi berwisata banyak memilih wisata yang tiketnya digratiskan.

Pantai Papuma yang awalnya diprediksi bakal mendulang pengunjung dalam jumlah besar, nyatanya kalah jauh dengan Pantai Watu Ulo. Berdasar data hitam di atas putih, Watu Ulo lebih diminati daripada Papuma. Bahkan, data pengunjung di Pantai Papuma, kurang valid alias tidak didata secara terperinci seperti di Watu Ulo. (Data kunjungan wisata baca grafis).

Kepala Bidang Pariwisata, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jember Deta Irama Kasih menyebutkan, kunjungan paling banyak ke pantai Watu Ulo terjadi pada hari Sabtu tanggal 7 Mei 2022, dengan jumlah wisatawan mencapai 20.501 orang. Jumlah tersebut tercatat paling tinggi di antara destinasi wisata pada hari-hari lain selama digratiskan. “Pantai Watu Ulo masih mendominasi jumlah kunjungannya,” kata Deta.

Jika dibandingkan dengan destinasi yang lain, selisih jumlahnya sangat jauh. Pada 7 Mei, pengunjung wisata Pemandian Rembangan sebanyak 1.860 orang. Sedangkan di Pemandian Patemon hanya 678 orang. Adapun data kunjungan di Tanjung Papuma, kata Deta, tidak bisa dijadikan patokan yang valid, karena bukan wewenang asli pihak Disparbud. (Data kunjungan wisatawan baca grafis).

Menurut Deta, alasan tingginya kunjungan pada 7 hingga 8 Mei karena tanggal tersebut merupakan akhir libur panjang cuti Lebaran. Sehingga, warga memanfaatkan waktu tersebut untuk mengakhiri masa liburan. “Banyak yang ramai-ramai datang bersama keluarga atau teman menikmati akhir pekan di akhir long weekend,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/