alexametrics
24.3 C
Jember
Sunday, 22 May 2022

JFC Siap Tampil Lagi Tahun Ini

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Dua tahun pandemi, Jember Fashion Carnaval (JFC) sempat digelar secara hybrid. Kali ini, JFC akan kembali dipertontonkan secara langsung yang rencananya akan digelar pada 6–7 Agustus 2022.

Baca Juga : Cek Jalan Rusak, Bupati Siap Peringati Gudang hingga Drainase Perumahan

Event Director Training and Education JFC Fefi Nurdiana Wijayanti menyampaikan, event itu telah dipersiapkan untuk offline. “Harapan kita semua offline. Pak Bupati juga sudah memberikan gambaran dan semoga pandemi segera berakhir,” katanya saat dihubungi pada Senin, (4/4).

Mobile_AP_Rectangle 2

Berbagai persiapan, lanjut Fefi, telah dilakukan untuk mengantisipasi semua keadaan nanti. Termasuk pandemi yang sulit diprediksi perkembangannya. “Persiapannya kami lakukan online dan offline,” tambah Fefi. Latihan yang dilakukan juga dibagi dua. Secara offline untuk peserta di dalam Jember, dan online untuk yang dari luar.

Lebih jauh, Fefi menuturkan, peserta dari luar Jember berasal dari berbagai daerah. Seperti Jakarta, Bali, Kalimantan, dan lainnya. Mereka melakukan latihan secara online dan akan datang ke Jember satu bulan sebelum grand jury. “Grand jury ini penilaian kostum untuk semua peserta JFC,” terang Fefi. Tujuannya untuk mempersiapkan kostum terbaik peserta dengan beberapa masukan dari tim penilai sesuai dengan standar kostum yang telah ditetapkan. Sehingga, pada show time sudah benar-benar siap.

Tema besar yang akan diusung dalam perhelatan akbar ini ialah “The Legacy” yang berarti warisan. Menginjak tahun ke-20 atau second decade, JFC kabarnya akan kembali membawakan kostum-kostum terbaik di tahun-tahun sebelumnya. Misalnya saja kostum Madura, Betawi, dan Bali.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Dua tahun pandemi, Jember Fashion Carnaval (JFC) sempat digelar secara hybrid. Kali ini, JFC akan kembali dipertontonkan secara langsung yang rencananya akan digelar pada 6–7 Agustus 2022.

Baca Juga : Cek Jalan Rusak, Bupati Siap Peringati Gudang hingga Drainase Perumahan

Event Director Training and Education JFC Fefi Nurdiana Wijayanti menyampaikan, event itu telah dipersiapkan untuk offline. “Harapan kita semua offline. Pak Bupati juga sudah memberikan gambaran dan semoga pandemi segera berakhir,” katanya saat dihubungi pada Senin, (4/4).

Berbagai persiapan, lanjut Fefi, telah dilakukan untuk mengantisipasi semua keadaan nanti. Termasuk pandemi yang sulit diprediksi perkembangannya. “Persiapannya kami lakukan online dan offline,” tambah Fefi. Latihan yang dilakukan juga dibagi dua. Secara offline untuk peserta di dalam Jember, dan online untuk yang dari luar.

Lebih jauh, Fefi menuturkan, peserta dari luar Jember berasal dari berbagai daerah. Seperti Jakarta, Bali, Kalimantan, dan lainnya. Mereka melakukan latihan secara online dan akan datang ke Jember satu bulan sebelum grand jury. “Grand jury ini penilaian kostum untuk semua peserta JFC,” terang Fefi. Tujuannya untuk mempersiapkan kostum terbaik peserta dengan beberapa masukan dari tim penilai sesuai dengan standar kostum yang telah ditetapkan. Sehingga, pada show time sudah benar-benar siap.

Tema besar yang akan diusung dalam perhelatan akbar ini ialah “The Legacy” yang berarti warisan. Menginjak tahun ke-20 atau second decade, JFC kabarnya akan kembali membawakan kostum-kostum terbaik di tahun-tahun sebelumnya. Misalnya saja kostum Madura, Betawi, dan Bali.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Dua tahun pandemi, Jember Fashion Carnaval (JFC) sempat digelar secara hybrid. Kali ini, JFC akan kembali dipertontonkan secara langsung yang rencananya akan digelar pada 6–7 Agustus 2022.

Baca Juga : Cek Jalan Rusak, Bupati Siap Peringati Gudang hingga Drainase Perumahan

Event Director Training and Education JFC Fefi Nurdiana Wijayanti menyampaikan, event itu telah dipersiapkan untuk offline. “Harapan kita semua offline. Pak Bupati juga sudah memberikan gambaran dan semoga pandemi segera berakhir,” katanya saat dihubungi pada Senin, (4/4).

Berbagai persiapan, lanjut Fefi, telah dilakukan untuk mengantisipasi semua keadaan nanti. Termasuk pandemi yang sulit diprediksi perkembangannya. “Persiapannya kami lakukan online dan offline,” tambah Fefi. Latihan yang dilakukan juga dibagi dua. Secara offline untuk peserta di dalam Jember, dan online untuk yang dari luar.

Lebih jauh, Fefi menuturkan, peserta dari luar Jember berasal dari berbagai daerah. Seperti Jakarta, Bali, Kalimantan, dan lainnya. Mereka melakukan latihan secara online dan akan datang ke Jember satu bulan sebelum grand jury. “Grand jury ini penilaian kostum untuk semua peserta JFC,” terang Fefi. Tujuannya untuk mempersiapkan kostum terbaik peserta dengan beberapa masukan dari tim penilai sesuai dengan standar kostum yang telah ditetapkan. Sehingga, pada show time sudah benar-benar siap.

Tema besar yang akan diusung dalam perhelatan akbar ini ialah “The Legacy” yang berarti warisan. Menginjak tahun ke-20 atau second decade, JFC kabarnya akan kembali membawakan kostum-kostum terbaik di tahun-tahun sebelumnya. Misalnya saja kostum Madura, Betawi, dan Bali.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/