alexametrics
23 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Aneh, Saat Ramadan Banyak ODGJ

Mobile_AP_Rectangle 1

KADEMANGAN, Radar Ijen – Perkembangan banyaknya orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Kabupaten Bondowoso membuat Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) Bondowoso merasa ada keanehan. Pasalnya, sebelum Ramadan tiba, terjadi lonjakan munculkan ODGJ. Padahal, sebelumnya sangat jarang ODGJ yang berada di pinggir jalan.

Baca Juga : Peringati Hari Kartini, Darma Wanita Persatuan SMASGA Bagi Takjil

Kepala Dinsos P3AKB Bondowoso Anisatul Hamidah menyampaikan, untuk mengatasi hal tersebut, pihaknya berkoordinasi dengan satpol PP, puskesmas, polsek dan koramil setempat melakukan aksi kolaborasi dalam melakukan evakuasi dan dikoordinasikan dengan RSUD. “Sehingga ODGJ itu mendapatkan perawatan di Poli Jiwa RSUD dr H Koesnadi Bondowoso,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Ijen.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dirinya menuturkan, setiap ODGJ yang diatasinya rata-rata sembuh. “Satu dua minggu hingga satu bulan sudah bisa diserahkan kembali kepada keluarganya,” terangnya. Kepala dinas yang akrab disapa Ani tersebut menuturkan, ODGJ yang ditanganinya langsung dibawa ke RSUD. Baginya, saat ini sudah lebih baik, sebab ODGJ tak lagi dikirimkan ke Malang atau Surabaya untuk dirawat.

- Advertisement -

KADEMANGAN, Radar Ijen – Perkembangan banyaknya orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Kabupaten Bondowoso membuat Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) Bondowoso merasa ada keanehan. Pasalnya, sebelum Ramadan tiba, terjadi lonjakan munculkan ODGJ. Padahal, sebelumnya sangat jarang ODGJ yang berada di pinggir jalan.

Baca Juga : Peringati Hari Kartini, Darma Wanita Persatuan SMASGA Bagi Takjil

Kepala Dinsos P3AKB Bondowoso Anisatul Hamidah menyampaikan, untuk mengatasi hal tersebut, pihaknya berkoordinasi dengan satpol PP, puskesmas, polsek dan koramil setempat melakukan aksi kolaborasi dalam melakukan evakuasi dan dikoordinasikan dengan RSUD. “Sehingga ODGJ itu mendapatkan perawatan di Poli Jiwa RSUD dr H Koesnadi Bondowoso,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Ijen.

Dirinya menuturkan, setiap ODGJ yang diatasinya rata-rata sembuh. “Satu dua minggu hingga satu bulan sudah bisa diserahkan kembali kepada keluarganya,” terangnya. Kepala dinas yang akrab disapa Ani tersebut menuturkan, ODGJ yang ditanganinya langsung dibawa ke RSUD. Baginya, saat ini sudah lebih baik, sebab ODGJ tak lagi dikirimkan ke Malang atau Surabaya untuk dirawat.

KADEMANGAN, Radar Ijen – Perkembangan banyaknya orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Kabupaten Bondowoso membuat Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) Bondowoso merasa ada keanehan. Pasalnya, sebelum Ramadan tiba, terjadi lonjakan munculkan ODGJ. Padahal, sebelumnya sangat jarang ODGJ yang berada di pinggir jalan.

Baca Juga : Peringati Hari Kartini, Darma Wanita Persatuan SMASGA Bagi Takjil

Kepala Dinsos P3AKB Bondowoso Anisatul Hamidah menyampaikan, untuk mengatasi hal tersebut, pihaknya berkoordinasi dengan satpol PP, puskesmas, polsek dan koramil setempat melakukan aksi kolaborasi dalam melakukan evakuasi dan dikoordinasikan dengan RSUD. “Sehingga ODGJ itu mendapatkan perawatan di Poli Jiwa RSUD dr H Koesnadi Bondowoso,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Ijen.

Dirinya menuturkan, setiap ODGJ yang diatasinya rata-rata sembuh. “Satu dua minggu hingga satu bulan sudah bisa diserahkan kembali kepada keluarganya,” terangnya. Kepala dinas yang akrab disapa Ani tersebut menuturkan, ODGJ yang ditanganinya langsung dibawa ke RSUD. Baginya, saat ini sudah lebih baik, sebab ODGJ tak lagi dikirimkan ke Malang atau Surabaya untuk dirawat.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/