alexametrics
24.1 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Pembahasan Honor Guru PAUD Sempat Alot

Bakal Dialokasikan Rp 350 Ribu per Bulan

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Dalam Raperda Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD 2022) yang diserahkan ke DPRD, beberapa waktu lalu, Pemerintah Kabupaten Bondowoso menghapus honor guru pendidikan anak usia dini (PAUD). RAPBD 2022 tersebut juga sudah dibahas di tingkat Fraksi DPRD Bondowoso. Sejumlah fraksi menginginkan agar honor guru PAUD tetap dianggarkan.

Salah satunya Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), yang menginginkan agar ada alokasi dana untuk honor guru PAUD.  Bupati Salwa Arifin juga sudah menyampaikan jawaban atas pandangan umum (PU) fraksi, dan mengaku siap menganggarkan untuk honor guru PAUD, namun tidak menyebutkan besarannya.

Proses pembahasan RAPBD tersebut kini sudah sampai pada tahap rapat di tingkat Badan Anggaran DPRD dan Tim Anggaran Pemkab (BATA), Jumat (17/12). Ketua Fraksi PKB H. Tohari mengatakan, tim anggaran Pemkab Bondowoso menginginkan anggaran untuk honor guru PAUD Rp150 ribu per bulan selama satu tahun.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dengan total guru PAUD 1.358 orang, maka dibutuhkan anggaran sekitar Rp 5.684.400.00 selama setahun. Namun, Fraksi PKB menginginkan agar dana itu dianggarkan untuk enam bulan. Sehingga honor tetap seperti tahun sebelumnya, yakni Rp 350 ribu. “Jadi, tadi ada konsep honor guru PAUD antara Rp 300 ribu sampai Rp 350 ribu. Tadi sudah diputuskan antara Rp 300 ribu sampai Rp 350 ribu tetap akan diterima oleh guru PAUD,” paparnya.

Tetapi, kata dia, Fraksi PKB ingin tetap Rp 350 ribu per bulan. Menurutnya, untuk menutupi yang Rp 50 ribu bisa dengan efisiensi. Memang anggaran ini, kata dia, hanya untuk enam bulan. Tetapi, untuk bulan berikutnya diusahakan di APBD Perubahan.

“Karena ini harus ada potensi yang digali oleh eksekutif, apakah itu pendapatan asli daerah (PAD), penghematan, atau nanti ada dana transfer pusat. Itu yang kami cadangkan untuk enam bulan berikutnya,” paparnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Dalam Raperda Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD 2022) yang diserahkan ke DPRD, beberapa waktu lalu, Pemerintah Kabupaten Bondowoso menghapus honor guru pendidikan anak usia dini (PAUD). RAPBD 2022 tersebut juga sudah dibahas di tingkat Fraksi DPRD Bondowoso. Sejumlah fraksi menginginkan agar honor guru PAUD tetap dianggarkan.

Salah satunya Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), yang menginginkan agar ada alokasi dana untuk honor guru PAUD.  Bupati Salwa Arifin juga sudah menyampaikan jawaban atas pandangan umum (PU) fraksi, dan mengaku siap menganggarkan untuk honor guru PAUD, namun tidak menyebutkan besarannya.

Proses pembahasan RAPBD tersebut kini sudah sampai pada tahap rapat di tingkat Badan Anggaran DPRD dan Tim Anggaran Pemkab (BATA), Jumat (17/12). Ketua Fraksi PKB H. Tohari mengatakan, tim anggaran Pemkab Bondowoso menginginkan anggaran untuk honor guru PAUD Rp150 ribu per bulan selama satu tahun.

Dengan total guru PAUD 1.358 orang, maka dibutuhkan anggaran sekitar Rp 5.684.400.00 selama setahun. Namun, Fraksi PKB menginginkan agar dana itu dianggarkan untuk enam bulan. Sehingga honor tetap seperti tahun sebelumnya, yakni Rp 350 ribu. “Jadi, tadi ada konsep honor guru PAUD antara Rp 300 ribu sampai Rp 350 ribu. Tadi sudah diputuskan antara Rp 300 ribu sampai Rp 350 ribu tetap akan diterima oleh guru PAUD,” paparnya.

Tetapi, kata dia, Fraksi PKB ingin tetap Rp 350 ribu per bulan. Menurutnya, untuk menutupi yang Rp 50 ribu bisa dengan efisiensi. Memang anggaran ini, kata dia, hanya untuk enam bulan. Tetapi, untuk bulan berikutnya diusahakan di APBD Perubahan.

“Karena ini harus ada potensi yang digali oleh eksekutif, apakah itu pendapatan asli daerah (PAD), penghematan, atau nanti ada dana transfer pusat. Itu yang kami cadangkan untuk enam bulan berikutnya,” paparnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Dalam Raperda Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD 2022) yang diserahkan ke DPRD, beberapa waktu lalu, Pemerintah Kabupaten Bondowoso menghapus honor guru pendidikan anak usia dini (PAUD). RAPBD 2022 tersebut juga sudah dibahas di tingkat Fraksi DPRD Bondowoso. Sejumlah fraksi menginginkan agar honor guru PAUD tetap dianggarkan.

Salah satunya Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), yang menginginkan agar ada alokasi dana untuk honor guru PAUD.  Bupati Salwa Arifin juga sudah menyampaikan jawaban atas pandangan umum (PU) fraksi, dan mengaku siap menganggarkan untuk honor guru PAUD, namun tidak menyebutkan besarannya.

Proses pembahasan RAPBD tersebut kini sudah sampai pada tahap rapat di tingkat Badan Anggaran DPRD dan Tim Anggaran Pemkab (BATA), Jumat (17/12). Ketua Fraksi PKB H. Tohari mengatakan, tim anggaran Pemkab Bondowoso menginginkan anggaran untuk honor guru PAUD Rp150 ribu per bulan selama satu tahun.

Dengan total guru PAUD 1.358 orang, maka dibutuhkan anggaran sekitar Rp 5.684.400.00 selama setahun. Namun, Fraksi PKB menginginkan agar dana itu dianggarkan untuk enam bulan. Sehingga honor tetap seperti tahun sebelumnya, yakni Rp 350 ribu. “Jadi, tadi ada konsep honor guru PAUD antara Rp 300 ribu sampai Rp 350 ribu. Tadi sudah diputuskan antara Rp 300 ribu sampai Rp 350 ribu tetap akan diterima oleh guru PAUD,” paparnya.

Tetapi, kata dia, Fraksi PKB ingin tetap Rp 350 ribu per bulan. Menurutnya, untuk menutupi yang Rp 50 ribu bisa dengan efisiensi. Memang anggaran ini, kata dia, hanya untuk enam bulan. Tetapi, untuk bulan berikutnya diusahakan di APBD Perubahan.

“Karena ini harus ada potensi yang digali oleh eksekutif, apakah itu pendapatan asli daerah (PAD), penghematan, atau nanti ada dana transfer pusat. Itu yang kami cadangkan untuk enam bulan berikutnya,” paparnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/