alexametrics
28 C
Jember
Monday, 15 August 2022

Pernikahan Dini Berimbas ke Status KLA

Mobile_AP_Rectangle 1

DABASAH, Radar Ijen – Tingginya angka pernikahan dini di Bondowoso juga dianggap sebagai salah satu penghambat keinginan untuk menaikkan status Kabupaten Layak Anak (KLA). Penilaian status tersebut rencananya akan dilakukan hari ini (7/6).

BACA JUGA : Puluhan Aksi Tagih Pengusutan Dana Rp 107 Miliar

Wakil Bupati Bondowoso Irwan Bachtiar Rahmat membenarkan jika di Kota Tape ini angka pernikahan dininya masih tinggi. Oleh sebab itu, dirinya meminta kepada Kementerian Agama (Kemenag) setempat untuk mengurangi kebijakan dispensasi nikah. Sebab, hal itu dianggap dapat menyebabkan tingginya angka pernikahan dini. “Jika masih stunting dan pernikahan dini tinggi, maka sulit untuk menuju KLA,” tegasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Oleh sebab itu, Ketua DPC PDIP Bondowoso itu juga menegaskan, untuk dapat meningkatkan status KLA yang sempat turun kasta pada tahun sebelumnya, maka Bumi Ki Ronggo harus terbebas dari pernikahan dini. Sebab, dapat menimbulkan beberapa dampak buruk, baik bagi kesehatan maupun kondisi ekonomi.

Pernikahan dini, kata Irwan, dianggap dapat memicu lahirnya bayi stunting, tingginya angka perceraian, hingga meningkatnya angka kemiskinan. Bahkan angka kemiskinan ekstrem juga dinilai bisa saja bertambah. Oleh sebab itu, Irwan juga menegaskan, adanya forum anak memang sangat penting, mengingat mereka penerus perjuangan di masa mendatang. “Stunting mengancam generasi penerus bangsa,” cetusnya.

- Advertisement -

DABASAH, Radar Ijen – Tingginya angka pernikahan dini di Bondowoso juga dianggap sebagai salah satu penghambat keinginan untuk menaikkan status Kabupaten Layak Anak (KLA). Penilaian status tersebut rencananya akan dilakukan hari ini (7/6).

BACA JUGA : Puluhan Aksi Tagih Pengusutan Dana Rp 107 Miliar

Wakil Bupati Bondowoso Irwan Bachtiar Rahmat membenarkan jika di Kota Tape ini angka pernikahan dininya masih tinggi. Oleh sebab itu, dirinya meminta kepada Kementerian Agama (Kemenag) setempat untuk mengurangi kebijakan dispensasi nikah. Sebab, hal itu dianggap dapat menyebabkan tingginya angka pernikahan dini. “Jika masih stunting dan pernikahan dini tinggi, maka sulit untuk menuju KLA,” tegasnya.

Oleh sebab itu, Ketua DPC PDIP Bondowoso itu juga menegaskan, untuk dapat meningkatkan status KLA yang sempat turun kasta pada tahun sebelumnya, maka Bumi Ki Ronggo harus terbebas dari pernikahan dini. Sebab, dapat menimbulkan beberapa dampak buruk, baik bagi kesehatan maupun kondisi ekonomi.

Pernikahan dini, kata Irwan, dianggap dapat memicu lahirnya bayi stunting, tingginya angka perceraian, hingga meningkatnya angka kemiskinan. Bahkan angka kemiskinan ekstrem juga dinilai bisa saja bertambah. Oleh sebab itu, Irwan juga menegaskan, adanya forum anak memang sangat penting, mengingat mereka penerus perjuangan di masa mendatang. “Stunting mengancam generasi penerus bangsa,” cetusnya.

DABASAH, Radar Ijen – Tingginya angka pernikahan dini di Bondowoso juga dianggap sebagai salah satu penghambat keinginan untuk menaikkan status Kabupaten Layak Anak (KLA). Penilaian status tersebut rencananya akan dilakukan hari ini (7/6).

BACA JUGA : Puluhan Aksi Tagih Pengusutan Dana Rp 107 Miliar

Wakil Bupati Bondowoso Irwan Bachtiar Rahmat membenarkan jika di Kota Tape ini angka pernikahan dininya masih tinggi. Oleh sebab itu, dirinya meminta kepada Kementerian Agama (Kemenag) setempat untuk mengurangi kebijakan dispensasi nikah. Sebab, hal itu dianggap dapat menyebabkan tingginya angka pernikahan dini. “Jika masih stunting dan pernikahan dini tinggi, maka sulit untuk menuju KLA,” tegasnya.

Oleh sebab itu, Ketua DPC PDIP Bondowoso itu juga menegaskan, untuk dapat meningkatkan status KLA yang sempat turun kasta pada tahun sebelumnya, maka Bumi Ki Ronggo harus terbebas dari pernikahan dini. Sebab, dapat menimbulkan beberapa dampak buruk, baik bagi kesehatan maupun kondisi ekonomi.

Pernikahan dini, kata Irwan, dianggap dapat memicu lahirnya bayi stunting, tingginya angka perceraian, hingga meningkatnya angka kemiskinan. Bahkan angka kemiskinan ekstrem juga dinilai bisa saja bertambah. Oleh sebab itu, Irwan juga menegaskan, adanya forum anak memang sangat penting, mengingat mereka penerus perjuangan di masa mendatang. “Stunting mengancam generasi penerus bangsa,” cetusnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/