alexametrics
24.4 C
Jember
Tuesday, 16 August 2022

Puluhan Aksi Tagih Pengusutan Dana Rp 107 Miliar

Desak Dewan Segera Minta Hasil Investigasi Audit BKP RI

Mobile_AP_Rectangle 1

SUMBERSARI, Radar Jember – Puluhan orang melakukan aksi turun ke jalan menuntut aparat penegak hukum (APH) beserta DPRD Jember segera menyelesaikan polemik Rp 107 miliar yang tiada diketahui ujungnya. Dalam aksinya, masa yang mengatasnamakan TOPI Bangsa Jilid III ini bermula mendatangi Mapolres Jember, lalu berlanjut ke Kantor Kejaksaan Negeri Jember, dan berakhir di Gedung DPRD Jember.

BACA JUGA : BRI Luncurkan BRIWORK Ketiga di Unej

Ketika di gedung wakil rakyat, kemarin, mereka melakukan orasi dan menemui anggota DPRD. Saat itu, tiga orang perwakilan pimpinan DPRD menemui sejumlah perwakilan peserta aksi, yakni ada ketua beserta anggota Komisi A, Tabroni dan Mohammad Holil Asy’ari, serta Mufid, anggota Komisi C.

Mobile_AP_Rectangle 2

Di hadapan anggota DPRD, peserta aksi mengutarakan sejumlah keprihatinannya atas rentetan polemik yang membalut Jember hingga saat ini. Salah satunya yang santer disorot adalah kelanjutan pengusutan dana Rp 107 miliar.

“Kasus temuan BPK RI tentang Rp 107 Miliar itu sudah berjalan dua tahun lalu. Belum ada yang ditersangkakan. Dan selama itu DPRD belum melakukan apa pun. Kenapa tidak memanggil BPK RI?” sesal Gus Baiquni Purnomo, koordinator aksi, kemarin.

Menurut Gus Baiquni, legislatif sangat mungkin melakukan pemanggilan terhadap BPK RI ke Jember, guna meminta kejelasan sekaligus meminta hasil audit investigasi BPK RI mengenai Rp 107 miliar itu. Selama ini, tidak ada gelagat DPRD menyeriusi pembahasan tersebut. Apalagi masuk ke dalam pembahasan panitia khusus atau pansus.

- Advertisement -

SUMBERSARI, Radar Jember – Puluhan orang melakukan aksi turun ke jalan menuntut aparat penegak hukum (APH) beserta DPRD Jember segera menyelesaikan polemik Rp 107 miliar yang tiada diketahui ujungnya. Dalam aksinya, masa yang mengatasnamakan TOPI Bangsa Jilid III ini bermula mendatangi Mapolres Jember, lalu berlanjut ke Kantor Kejaksaan Negeri Jember, dan berakhir di Gedung DPRD Jember.

BACA JUGA : BRI Luncurkan BRIWORK Ketiga di Unej

Ketika di gedung wakil rakyat, kemarin, mereka melakukan orasi dan menemui anggota DPRD. Saat itu, tiga orang perwakilan pimpinan DPRD menemui sejumlah perwakilan peserta aksi, yakni ada ketua beserta anggota Komisi A, Tabroni dan Mohammad Holil Asy’ari, serta Mufid, anggota Komisi C.

Di hadapan anggota DPRD, peserta aksi mengutarakan sejumlah keprihatinannya atas rentetan polemik yang membalut Jember hingga saat ini. Salah satunya yang santer disorot adalah kelanjutan pengusutan dana Rp 107 miliar.

“Kasus temuan BPK RI tentang Rp 107 Miliar itu sudah berjalan dua tahun lalu. Belum ada yang ditersangkakan. Dan selama itu DPRD belum melakukan apa pun. Kenapa tidak memanggil BPK RI?” sesal Gus Baiquni Purnomo, koordinator aksi, kemarin.

Menurut Gus Baiquni, legislatif sangat mungkin melakukan pemanggilan terhadap BPK RI ke Jember, guna meminta kejelasan sekaligus meminta hasil audit investigasi BPK RI mengenai Rp 107 miliar itu. Selama ini, tidak ada gelagat DPRD menyeriusi pembahasan tersebut. Apalagi masuk ke dalam pembahasan panitia khusus atau pansus.

SUMBERSARI, Radar Jember – Puluhan orang melakukan aksi turun ke jalan menuntut aparat penegak hukum (APH) beserta DPRD Jember segera menyelesaikan polemik Rp 107 miliar yang tiada diketahui ujungnya. Dalam aksinya, masa yang mengatasnamakan TOPI Bangsa Jilid III ini bermula mendatangi Mapolres Jember, lalu berlanjut ke Kantor Kejaksaan Negeri Jember, dan berakhir di Gedung DPRD Jember.

BACA JUGA : BRI Luncurkan BRIWORK Ketiga di Unej

Ketika di gedung wakil rakyat, kemarin, mereka melakukan orasi dan menemui anggota DPRD. Saat itu, tiga orang perwakilan pimpinan DPRD menemui sejumlah perwakilan peserta aksi, yakni ada ketua beserta anggota Komisi A, Tabroni dan Mohammad Holil Asy’ari, serta Mufid, anggota Komisi C.

Di hadapan anggota DPRD, peserta aksi mengutarakan sejumlah keprihatinannya atas rentetan polemik yang membalut Jember hingga saat ini. Salah satunya yang santer disorot adalah kelanjutan pengusutan dana Rp 107 miliar.

“Kasus temuan BPK RI tentang Rp 107 Miliar itu sudah berjalan dua tahun lalu. Belum ada yang ditersangkakan. Dan selama itu DPRD belum melakukan apa pun. Kenapa tidak memanggil BPK RI?” sesal Gus Baiquni Purnomo, koordinator aksi, kemarin.

Menurut Gus Baiquni, legislatif sangat mungkin melakukan pemanggilan terhadap BPK RI ke Jember, guna meminta kejelasan sekaligus meminta hasil audit investigasi BPK RI mengenai Rp 107 miliar itu. Selama ini, tidak ada gelagat DPRD menyeriusi pembahasan tersebut. Apalagi masuk ke dalam pembahasan panitia khusus atau pansus.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/