alexametrics
23.9 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Perlu Perhatikan Target Wisatawan

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Di balik diraihnya prestasi desa wisata di Bondowoso, ternyata masih banyak pekerjaan rumah (PR) yang perlu diselesaikan. Salah satunya pemetaan target wisatawan Nusantara (wisnus) atau wisatawan mancanegara (wisman). Hal itu akan berdampak pada pengembangan destinasi wisata yang ada.

BACA JUGA : Tewas Tersambar Kereta Api Saat Asyik Selfie

Seperti yang dikatakan oleh Slamet Riyadi, salah seorang pemandu wisata di Bondowoso. Menurutnya, salah satu hal yang perlu dibenahi dari wisata di Bondowoso adalah target pengunjung. Jika targetnya adalah wisnus, maka wisata harus menyediakan spot foto atau sarana yang instagramable. “Kalau wisnus lebih banyak spot foto,” katanya ketika dikonfirmasi Jawa Pos Radar Ijen.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sementara, apabila sasarannya adalah wisman, menurut Slamet, maka yang harus disusun adalah membuat konsep wisata yang berkualitas. Seperti menyediakan paket wisata edukasi di dalamnya. Artinya, membuat wisatawan mendapatkan suasana berbeda, selain mengabadikan momen di tempat wisata. “Menurut saya ini yang perlu digarap secara maksimal,” imbuhnya.

Masih kata Slamet, wisata berkualitas ini akan membuat wisatawan tinggal selama dua hingga tiga hari. Sehingga diperlukan pembuatan paket wisata yang membuat pengunjung memiliki pengalaman berbeda. Seperti diberikan pengalaman pembuatan kerajinan daerah dan sebagainya. “Kalau Tirta Agung kayaknya mereka sudah punya paket itu,” ucapnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Di balik diraihnya prestasi desa wisata di Bondowoso, ternyata masih banyak pekerjaan rumah (PR) yang perlu diselesaikan. Salah satunya pemetaan target wisatawan Nusantara (wisnus) atau wisatawan mancanegara (wisman). Hal itu akan berdampak pada pengembangan destinasi wisata yang ada.

BACA JUGA : Tewas Tersambar Kereta Api Saat Asyik Selfie

Seperti yang dikatakan oleh Slamet Riyadi, salah seorang pemandu wisata di Bondowoso. Menurutnya, salah satu hal yang perlu dibenahi dari wisata di Bondowoso adalah target pengunjung. Jika targetnya adalah wisnus, maka wisata harus menyediakan spot foto atau sarana yang instagramable. “Kalau wisnus lebih banyak spot foto,” katanya ketika dikonfirmasi Jawa Pos Radar Ijen.

Sementara, apabila sasarannya adalah wisman, menurut Slamet, maka yang harus disusun adalah membuat konsep wisata yang berkualitas. Seperti menyediakan paket wisata edukasi di dalamnya. Artinya, membuat wisatawan mendapatkan suasana berbeda, selain mengabadikan momen di tempat wisata. “Menurut saya ini yang perlu digarap secara maksimal,” imbuhnya.

Masih kata Slamet, wisata berkualitas ini akan membuat wisatawan tinggal selama dua hingga tiga hari. Sehingga diperlukan pembuatan paket wisata yang membuat pengunjung memiliki pengalaman berbeda. Seperti diberikan pengalaman pembuatan kerajinan daerah dan sebagainya. “Kalau Tirta Agung kayaknya mereka sudah punya paket itu,” ucapnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Di balik diraihnya prestasi desa wisata di Bondowoso, ternyata masih banyak pekerjaan rumah (PR) yang perlu diselesaikan. Salah satunya pemetaan target wisatawan Nusantara (wisnus) atau wisatawan mancanegara (wisman). Hal itu akan berdampak pada pengembangan destinasi wisata yang ada.

BACA JUGA : Tewas Tersambar Kereta Api Saat Asyik Selfie

Seperti yang dikatakan oleh Slamet Riyadi, salah seorang pemandu wisata di Bondowoso. Menurutnya, salah satu hal yang perlu dibenahi dari wisata di Bondowoso adalah target pengunjung. Jika targetnya adalah wisnus, maka wisata harus menyediakan spot foto atau sarana yang instagramable. “Kalau wisnus lebih banyak spot foto,” katanya ketika dikonfirmasi Jawa Pos Radar Ijen.

Sementara, apabila sasarannya adalah wisman, menurut Slamet, maka yang harus disusun adalah membuat konsep wisata yang berkualitas. Seperti menyediakan paket wisata edukasi di dalamnya. Artinya, membuat wisatawan mendapatkan suasana berbeda, selain mengabadikan momen di tempat wisata. “Menurut saya ini yang perlu digarap secara maksimal,” imbuhnya.

Masih kata Slamet, wisata berkualitas ini akan membuat wisatawan tinggal selama dua hingga tiga hari. Sehingga diperlukan pembuatan paket wisata yang membuat pengunjung memiliki pengalaman berbeda. Seperti diberikan pengalaman pembuatan kerajinan daerah dan sebagainya. “Kalau Tirta Agung kayaknya mereka sudah punya paket itu,” ucapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/