alexametrics
31.8 C
Jember
Tuesday, 16 August 2022

Jangan Ada Penyelewengan Anggaran Sekolah

Mobile_AP_Rectangle 1

TAPEN, Radar Ijen – Penyalahgunaan dana untuk sekolah, seperti bantuan operasional sekolah (BOS) hingga Program Indonesia Pintar (PIP), masih ditemui di Bondowoso. Oleh sebab itu, agar kejadian serupa tidak terjadi kembali, Dinas Pendidikan (Dispendik) bersama Kejaksaan Negeri (Kejari) Bondowoso memberikan penyuluhan kepada para kepala SD yang berada di Kecamatan Tapen, Wonosari, Sukosari, Sumberwringin, dan Ijen, kemarin (7/7).

BACA JUGA : Wisata TPA Pakusari, Daur Ulang Sampah untuk Spot Foto

Kadispendik Bondowoso Sugiono Eksantoso mengatakan, masih ditemukan adanya dugaan penyimpangan anggaran keuangan di lembaga SD. Menurutnya, hal itu bukan dalam rangka disengaja, melainkan karena sumber daya manusia (SDM) yang belum memiliki kompetensi dalam hal pengelolaan anggaran.

Mobile_AP_Rectangle 2

Oleh sebab itu, Sugiono menuturkan, pihaknya mengajak kejari untuk memberikan pemahaman. Harapannya, tidak ada lagi indikasi atau dugaan penyelewengan anggaran yang terjadi. Serta, para kepala sekolah, bendahara, dan guru lebih berhati-hati dalam menggunakan anggaran. “Mereka diberi peringatan hukum dulu,” imbuhnya.

- Advertisement -

TAPEN, Radar Ijen – Penyalahgunaan dana untuk sekolah, seperti bantuan operasional sekolah (BOS) hingga Program Indonesia Pintar (PIP), masih ditemui di Bondowoso. Oleh sebab itu, agar kejadian serupa tidak terjadi kembali, Dinas Pendidikan (Dispendik) bersama Kejaksaan Negeri (Kejari) Bondowoso memberikan penyuluhan kepada para kepala SD yang berada di Kecamatan Tapen, Wonosari, Sukosari, Sumberwringin, dan Ijen, kemarin (7/7).

BACA JUGA : Wisata TPA Pakusari, Daur Ulang Sampah untuk Spot Foto

Kadispendik Bondowoso Sugiono Eksantoso mengatakan, masih ditemukan adanya dugaan penyimpangan anggaran keuangan di lembaga SD. Menurutnya, hal itu bukan dalam rangka disengaja, melainkan karena sumber daya manusia (SDM) yang belum memiliki kompetensi dalam hal pengelolaan anggaran.

Oleh sebab itu, Sugiono menuturkan, pihaknya mengajak kejari untuk memberikan pemahaman. Harapannya, tidak ada lagi indikasi atau dugaan penyelewengan anggaran yang terjadi. Serta, para kepala sekolah, bendahara, dan guru lebih berhati-hati dalam menggunakan anggaran. “Mereka diberi peringatan hukum dulu,” imbuhnya.

TAPEN, Radar Ijen – Penyalahgunaan dana untuk sekolah, seperti bantuan operasional sekolah (BOS) hingga Program Indonesia Pintar (PIP), masih ditemui di Bondowoso. Oleh sebab itu, agar kejadian serupa tidak terjadi kembali, Dinas Pendidikan (Dispendik) bersama Kejaksaan Negeri (Kejari) Bondowoso memberikan penyuluhan kepada para kepala SD yang berada di Kecamatan Tapen, Wonosari, Sukosari, Sumberwringin, dan Ijen, kemarin (7/7).

BACA JUGA : Wisata TPA Pakusari, Daur Ulang Sampah untuk Spot Foto

Kadispendik Bondowoso Sugiono Eksantoso mengatakan, masih ditemukan adanya dugaan penyimpangan anggaran keuangan di lembaga SD. Menurutnya, hal itu bukan dalam rangka disengaja, melainkan karena sumber daya manusia (SDM) yang belum memiliki kompetensi dalam hal pengelolaan anggaran.

Oleh sebab itu, Sugiono menuturkan, pihaknya mengajak kejari untuk memberikan pemahaman. Harapannya, tidak ada lagi indikasi atau dugaan penyelewengan anggaran yang terjadi. Serta, para kepala sekolah, bendahara, dan guru lebih berhati-hati dalam menggunakan anggaran. “Mereka diberi peringatan hukum dulu,” imbuhnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/