alexametrics
31.8 C
Jember
Tuesday, 16 August 2022

Wisatawan Mancanegara Eropa Mulai Berdatangan

Jadi Pelampiasan Setelah Lebih Setahun Ditutup

Mobile_AP_Rectangle 1

DABASAH, Radar Ijen – Dalam beberapa waktu terakhir, destinasi wisata di Bondowoso sudah beroperasi seperti sebelumnya. Hasilnya, para pengunjung tidak hanya wisatawan lokal. Wisatawan mancanegara (wisman) dari Eropa pun mulai berdatangan. Padahal pada 2021, selama satu tahun nihil kunjungan.

BACA JUGA : Gagal Instagramable Malam Hari di Wisata Arak-Arak Bondowoso.

Kawah Ijen masih menjadi wisata primadona di Kota Tape. Geliat kunjungan wisatawan mancanegara sudah mulai tampak sejak Juni lalu. Bahkan, dalam hari-hari biasa, wisatawan mancanegara yang naik ke Kawah Ijen perbandingannya dengan wisatawan lokal bisa mencapai 27 banding 8.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sementara, pada hari libur akhir pekan, biasanya wisatawan lokal akan lebih sedikit. “Kalau misalkan bule 27, lokal paling 8,” ungkap Mardesis Nurhayati, Penjaga Situs Ijen Geopark di wilayah Paltuding.

Wisman yang berkunjung ke wisata Bondowoso kebanyakan masih berasal dari negara di Eropa. Terlebih, sejak Juni hingga Agustus, negara tersebut sedang musim libur. “Kalau Asia biasanya bergantian, bulan September biasanya mulai di Asia-nya,” jelas wanita yang akrab disapa Rere itu.

- Advertisement -

DABASAH, Radar Ijen – Dalam beberapa waktu terakhir, destinasi wisata di Bondowoso sudah beroperasi seperti sebelumnya. Hasilnya, para pengunjung tidak hanya wisatawan lokal. Wisatawan mancanegara (wisman) dari Eropa pun mulai berdatangan. Padahal pada 2021, selama satu tahun nihil kunjungan.

BACA JUGA : Gagal Instagramable Malam Hari di Wisata Arak-Arak Bondowoso.

Kawah Ijen masih menjadi wisata primadona di Kota Tape. Geliat kunjungan wisatawan mancanegara sudah mulai tampak sejak Juni lalu. Bahkan, dalam hari-hari biasa, wisatawan mancanegara yang naik ke Kawah Ijen perbandingannya dengan wisatawan lokal bisa mencapai 27 banding 8.

Sementara, pada hari libur akhir pekan, biasanya wisatawan lokal akan lebih sedikit. “Kalau misalkan bule 27, lokal paling 8,” ungkap Mardesis Nurhayati, Penjaga Situs Ijen Geopark di wilayah Paltuding.

Wisman yang berkunjung ke wisata Bondowoso kebanyakan masih berasal dari negara di Eropa. Terlebih, sejak Juni hingga Agustus, negara tersebut sedang musim libur. “Kalau Asia biasanya bergantian, bulan September biasanya mulai di Asia-nya,” jelas wanita yang akrab disapa Rere itu.

DABASAH, Radar Ijen – Dalam beberapa waktu terakhir, destinasi wisata di Bondowoso sudah beroperasi seperti sebelumnya. Hasilnya, para pengunjung tidak hanya wisatawan lokal. Wisatawan mancanegara (wisman) dari Eropa pun mulai berdatangan. Padahal pada 2021, selama satu tahun nihil kunjungan.

BACA JUGA : Gagal Instagramable Malam Hari di Wisata Arak-Arak Bondowoso.

Kawah Ijen masih menjadi wisata primadona di Kota Tape. Geliat kunjungan wisatawan mancanegara sudah mulai tampak sejak Juni lalu. Bahkan, dalam hari-hari biasa, wisatawan mancanegara yang naik ke Kawah Ijen perbandingannya dengan wisatawan lokal bisa mencapai 27 banding 8.

Sementara, pada hari libur akhir pekan, biasanya wisatawan lokal akan lebih sedikit. “Kalau misalkan bule 27, lokal paling 8,” ungkap Mardesis Nurhayati, Penjaga Situs Ijen Geopark di wilayah Paltuding.

Wisman yang berkunjung ke wisata Bondowoso kebanyakan masih berasal dari negara di Eropa. Terlebih, sejak Juni hingga Agustus, negara tersebut sedang musim libur. “Kalau Asia biasanya bergantian, bulan September biasanya mulai di Asia-nya,” jelas wanita yang akrab disapa Rere itu.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/