alexametrics
24 C
Jember
Monday, 8 August 2022

Gagal Instagramable Malam Hari di Wisata Arak-Arak Bondowoso.

Mobile_AP_Rectangle 1

BADEAN, Radar Ijen – Pemandangan Arak-Arak, Bondowoso, termasuk destinasi wisata yang cukup lama eksis. Lokasinya yang berada jalan perbatasan Bondowoso–Besuki, Situbondo, juga kerap kali menjadi rest area. Diperbaiki pada 2018 lalu, Arak-Arak menjadi tempat wisata instagramable. Namun, itu cerita dulu. Kini, beberapa fasilitas mulai rusak. Termasuk lampu penerangan.

BACA JUGA : Jokowi Ungkap Isi Pertemuan Bersama Pemimpin Dua Negara

Pantauan Jawa Pos Radar Ijen, keberadaan fasilitas mulai rusak paling terasa adalah saat menjelang malam, lampu penerangan wisata Pemandangan Arak-Arak tak kunjung menyala. Pada malam hari wisata yang menyajikan pemandangan alam tersebut gelap.

Mobile_AP_Rectangle 2

Terbatasnya sentuhan pemerintah serta banyaknya kerusakan fasilitas itu diakui Michael Dhany Adi Putra. Pria yang berjualan di stan Arak-Arak tersebut mengatakan, saat ini fasilitas bekas perbaikan tahun 2018 lalu sudah banyak yang rusak. “Wisata ini di ruang terbuka. Terkena hujan dan panas, sehingga lebih cepat rusak bila tidak ada perawatan,” terangnya.

Menurutnya, perbaikan tidak dilakukan oleh pemerintah dengan alasan wisata itu sering ditempati monyet. Dirinya sangat menyayangkan jika hal itu menjadi alasan utamanya. Pasalnya, tempat tersebut sejak dahulu menjadi hunian monyet.

Kata Dhany, pembangunan wisata harus dilakukan utuh, tidak setengah-setengah. Dhany menyampaikan, saat sore beberapa view yang seharusnya menjadi nilai tawar bagi pengunjung, sekarang tidak dapat dinikmati. “Lampu tidak ada dan hanya satu yang menyala. Bagaimana pengunjung bisa menikmati. Pemasangannya saja sembarangan,” ungkapnya.

Menurutnya, wajar jika monyet dianggap menjadi perusak. Sebab, lampu tidak ada pelindung apa pun. Dirinya menambahkan, setiap pembangunan wisata, tentunya juga dilengkapi dengan dana perbaikan. Namun, hingga saat ini perbaikan itu tidak ada sama sekali hingga beberapa fasilitasnya rusak dan tidak layak difungsikan. “Harusnya perbaikan itu jangan sampai menunggu rusaknya,” pungkasnya.

- Advertisement -

BADEAN, Radar Ijen – Pemandangan Arak-Arak, Bondowoso, termasuk destinasi wisata yang cukup lama eksis. Lokasinya yang berada jalan perbatasan Bondowoso–Besuki, Situbondo, juga kerap kali menjadi rest area. Diperbaiki pada 2018 lalu, Arak-Arak menjadi tempat wisata instagramable. Namun, itu cerita dulu. Kini, beberapa fasilitas mulai rusak. Termasuk lampu penerangan.

BACA JUGA : Jokowi Ungkap Isi Pertemuan Bersama Pemimpin Dua Negara

Pantauan Jawa Pos Radar Ijen, keberadaan fasilitas mulai rusak paling terasa adalah saat menjelang malam, lampu penerangan wisata Pemandangan Arak-Arak tak kunjung menyala. Pada malam hari wisata yang menyajikan pemandangan alam tersebut gelap.

Terbatasnya sentuhan pemerintah serta banyaknya kerusakan fasilitas itu diakui Michael Dhany Adi Putra. Pria yang berjualan di stan Arak-Arak tersebut mengatakan, saat ini fasilitas bekas perbaikan tahun 2018 lalu sudah banyak yang rusak. “Wisata ini di ruang terbuka. Terkena hujan dan panas, sehingga lebih cepat rusak bila tidak ada perawatan,” terangnya.

Menurutnya, perbaikan tidak dilakukan oleh pemerintah dengan alasan wisata itu sering ditempati monyet. Dirinya sangat menyayangkan jika hal itu menjadi alasan utamanya. Pasalnya, tempat tersebut sejak dahulu menjadi hunian monyet.

Kata Dhany, pembangunan wisata harus dilakukan utuh, tidak setengah-setengah. Dhany menyampaikan, saat sore beberapa view yang seharusnya menjadi nilai tawar bagi pengunjung, sekarang tidak dapat dinikmati. “Lampu tidak ada dan hanya satu yang menyala. Bagaimana pengunjung bisa menikmati. Pemasangannya saja sembarangan,” ungkapnya.

Menurutnya, wajar jika monyet dianggap menjadi perusak. Sebab, lampu tidak ada pelindung apa pun. Dirinya menambahkan, setiap pembangunan wisata, tentunya juga dilengkapi dengan dana perbaikan. Namun, hingga saat ini perbaikan itu tidak ada sama sekali hingga beberapa fasilitasnya rusak dan tidak layak difungsikan. “Harusnya perbaikan itu jangan sampai menunggu rusaknya,” pungkasnya.

BADEAN, Radar Ijen – Pemandangan Arak-Arak, Bondowoso, termasuk destinasi wisata yang cukup lama eksis. Lokasinya yang berada jalan perbatasan Bondowoso–Besuki, Situbondo, juga kerap kali menjadi rest area. Diperbaiki pada 2018 lalu, Arak-Arak menjadi tempat wisata instagramable. Namun, itu cerita dulu. Kini, beberapa fasilitas mulai rusak. Termasuk lampu penerangan.

BACA JUGA : Jokowi Ungkap Isi Pertemuan Bersama Pemimpin Dua Negara

Pantauan Jawa Pos Radar Ijen, keberadaan fasilitas mulai rusak paling terasa adalah saat menjelang malam, lampu penerangan wisata Pemandangan Arak-Arak tak kunjung menyala. Pada malam hari wisata yang menyajikan pemandangan alam tersebut gelap.

Terbatasnya sentuhan pemerintah serta banyaknya kerusakan fasilitas itu diakui Michael Dhany Adi Putra. Pria yang berjualan di stan Arak-Arak tersebut mengatakan, saat ini fasilitas bekas perbaikan tahun 2018 lalu sudah banyak yang rusak. “Wisata ini di ruang terbuka. Terkena hujan dan panas, sehingga lebih cepat rusak bila tidak ada perawatan,” terangnya.

Menurutnya, perbaikan tidak dilakukan oleh pemerintah dengan alasan wisata itu sering ditempati monyet. Dirinya sangat menyayangkan jika hal itu menjadi alasan utamanya. Pasalnya, tempat tersebut sejak dahulu menjadi hunian monyet.

Kata Dhany, pembangunan wisata harus dilakukan utuh, tidak setengah-setengah. Dhany menyampaikan, saat sore beberapa view yang seharusnya menjadi nilai tawar bagi pengunjung, sekarang tidak dapat dinikmati. “Lampu tidak ada dan hanya satu yang menyala. Bagaimana pengunjung bisa menikmati. Pemasangannya saja sembarangan,” ungkapnya.

Menurutnya, wajar jika monyet dianggap menjadi perusak. Sebab, lampu tidak ada pelindung apa pun. Dirinya menambahkan, setiap pembangunan wisata, tentunya juga dilengkapi dengan dana perbaikan. Namun, hingga saat ini perbaikan itu tidak ada sama sekali hingga beberapa fasilitasnya rusak dan tidak layak difungsikan. “Harusnya perbaikan itu jangan sampai menunggu rusaknya,” pungkasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/