22.8 C
Jember
Tuesday, 7 February 2023

ODGJ Ditampung Bersama Gepeng

Bondowoso Belum Ada Gedung Penampungan ODGJ

Mobile_AP_Rectangle 1

TENGGARANG, Radar Ijen – Penertiban orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang berkeliaran di jalanan di Bondowoso serba repot. Sebab, bila ditertibkan, Bondowoso tidak memiliki rumah singgah khusus untuk menampung ODGJ.

BACA JUGA : Pilot Project Tak Jelas, Tanpa Aturan & Izin Aktivitas Tambak Tetap Jalan

Ketua Komisi IV DPRD Bondowoso Kukuh Rahardjo mengatakan, di Bondowoso saat ini belum ada gedung khusus untuk menampung ODGJ. Sementara ini, ODGJ yang dirazia ditempatkan di rumah singgah dan bercampur dengan gepeng. Kondisi tersebut, kata dia, tidak akan maksimal. Sebab, gepeng juga merasa takut bila satu tempat atau ruang bersama ODGJ. “Ruangan yang dipakai ODGJ sebenarnya bukan untuk penampungan ODGJ,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Ijen.

Mobile_AP_Rectangle 2

Walau begitu, pembangunan gedung penampungan khusus ODGJ tersebut pernah diusulkan. Namun, belum bisa terealisasi karena keterbatasan anggaran. Kukuh mengatakan, rumah singgah tersebut tidak representatif untuk ODGJ. Sebab, fasilitasnya masih banyak yang kurang. Dirinya mengupayakan untuk menambah fasilitas untuk ODGJ.

Menurut Kukuh, ODGJ di Bondowoso masih banyak yang dilimpahkan ke Dinsos Provinsi Jatim. Hal tersebut dilakukan karena di Bondowoso belum tersedia gedung khusus untuk ODGJ. Karena itu, penampungannya masih melibatkan pihak Dinsos Provinsi Jatim. “Sementara ini, para ODGJ banyak juga yang dilimpahkan ke Jatim,” urainya.

- Advertisement -

TENGGARANG, Radar Ijen – Penertiban orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang berkeliaran di jalanan di Bondowoso serba repot. Sebab, bila ditertibkan, Bondowoso tidak memiliki rumah singgah khusus untuk menampung ODGJ.

BACA JUGA : Pilot Project Tak Jelas, Tanpa Aturan & Izin Aktivitas Tambak Tetap Jalan

Ketua Komisi IV DPRD Bondowoso Kukuh Rahardjo mengatakan, di Bondowoso saat ini belum ada gedung khusus untuk menampung ODGJ. Sementara ini, ODGJ yang dirazia ditempatkan di rumah singgah dan bercampur dengan gepeng. Kondisi tersebut, kata dia, tidak akan maksimal. Sebab, gepeng juga merasa takut bila satu tempat atau ruang bersama ODGJ. “Ruangan yang dipakai ODGJ sebenarnya bukan untuk penampungan ODGJ,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Ijen.

Walau begitu, pembangunan gedung penampungan khusus ODGJ tersebut pernah diusulkan. Namun, belum bisa terealisasi karena keterbatasan anggaran. Kukuh mengatakan, rumah singgah tersebut tidak representatif untuk ODGJ. Sebab, fasilitasnya masih banyak yang kurang. Dirinya mengupayakan untuk menambah fasilitas untuk ODGJ.

Menurut Kukuh, ODGJ di Bondowoso masih banyak yang dilimpahkan ke Dinsos Provinsi Jatim. Hal tersebut dilakukan karena di Bondowoso belum tersedia gedung khusus untuk ODGJ. Karena itu, penampungannya masih melibatkan pihak Dinsos Provinsi Jatim. “Sementara ini, para ODGJ banyak juga yang dilimpahkan ke Jatim,” urainya.

TENGGARANG, Radar Ijen – Penertiban orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang berkeliaran di jalanan di Bondowoso serba repot. Sebab, bila ditertibkan, Bondowoso tidak memiliki rumah singgah khusus untuk menampung ODGJ.

BACA JUGA : Pilot Project Tak Jelas, Tanpa Aturan & Izin Aktivitas Tambak Tetap Jalan

Ketua Komisi IV DPRD Bondowoso Kukuh Rahardjo mengatakan, di Bondowoso saat ini belum ada gedung khusus untuk menampung ODGJ. Sementara ini, ODGJ yang dirazia ditempatkan di rumah singgah dan bercampur dengan gepeng. Kondisi tersebut, kata dia, tidak akan maksimal. Sebab, gepeng juga merasa takut bila satu tempat atau ruang bersama ODGJ. “Ruangan yang dipakai ODGJ sebenarnya bukan untuk penampungan ODGJ,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Ijen.

Walau begitu, pembangunan gedung penampungan khusus ODGJ tersebut pernah diusulkan. Namun, belum bisa terealisasi karena keterbatasan anggaran. Kukuh mengatakan, rumah singgah tersebut tidak representatif untuk ODGJ. Sebab, fasilitasnya masih banyak yang kurang. Dirinya mengupayakan untuk menambah fasilitas untuk ODGJ.

Menurut Kukuh, ODGJ di Bondowoso masih banyak yang dilimpahkan ke Dinsos Provinsi Jatim. Hal tersebut dilakukan karena di Bondowoso belum tersedia gedung khusus untuk ODGJ. Karena itu, penampungannya masih melibatkan pihak Dinsos Provinsi Jatim. “Sementara ini, para ODGJ banyak juga yang dilimpahkan ke Jatim,” urainya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca