Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Horor di Jalur Gumitir! Penumpang Histeris Sebut Nama Allah Saat Mobil Terguling 3 Kali Masuk ke Jurang!

Jumai RJ • Jumat, 8 Mei 2026 | 03:30 WIB
RINGSEK: Anggota kepolisian saat melakukan identifikasi mobil Suzuki XL-7 yang mengalami kecelakaan dan terjun ke jurang Gumitir, kemarin (7/5). (JUMAI/RADAR JEMBER)
RINGSEK: Anggota kepolisian saat melakukan identifikasi mobil Suzuki XL-7 yang mengalami kecelakaan dan terjun ke jurang Gumitir, kemarin (7/5). (JUMAI/RADAR JEMBER)

Radar Jember – Kecelakaan tunggal akibat sopir mengantuk terjadi di Jalur Gumitir KM 33,5, tepatnya di Dusun Curahdamar, Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, Kamis (7/5) sekitar pukul 03.30 WIB.

Insiden ini menimpa mobil Suzuki XL-7 berpelat B 2806 POH yang dikemudikan Moh. Faizin, 35, warga Dusun Krajan II, Desa/Kecamatan Tegalsari, Banyuwangi.

Meski tidak ada korban jiwa, seorang penumpang bernama Zainal Arifin, 46, warga Dusun Bulaksari, Desa Nglorog, Sragen, mengalami patah tulang bahu kiri. Korban kini telah dirujuk ke RS Citra Husada Jember.

Baca Juga: Spoor Putar, Warisan Teknologi Perkeretaapian Era Belanda yang Masih Bertahan di Daop 9 Jember

Kronologi bermula saat mobil melaju dari arah Jember menuju Banyuwangi. Diduga karena sopir mengantuk, kendaraan hilang kendali, menabrak tiang WiFi serta beton pembatas jalan, hingga terjun ke jurang sedalam 30 meter.

Saat kejadian, sebagian besar penumpang sedang tertidur. Dari lima orang di dalam mobil, satu mengalami patah tulang, sementara lainnya luka lecet.

Mobil yang diketahui baru dibeli tersebut terguling beberapa kali dan baru berhenti setelah menghantam pohon durian. Benturan keras mengakibatkan kerusakan parah pada bagian kap atas dan area depan kendaraan.

Proses evakuasi yang dilakukan petugas Polsek Silo, tenaga kesehatan Puskesmas Silo 1, dan relawan Gumitir berlangsung dramatis.

Mengingat posisi mobil berada di dasar jurang yang terjal, korban yang mengalami patah tulang harus ditandu dan ditarik menggunakan tali tambang.

Baca Juga: KUMUH! Kalau Tidak Dipakai Bongkar Saja, Lapak PKL Pasar Sabtuan Jember Bikin Wajah Jalan Ikut Kusam

Kanitlantas Polsek Silo, Ipda Muhamad Ikbal, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa rombongan warga Banyuwangi ini baru pulang dari Jakarta.

“Diduga sopir mengantuk saat mengemudi sehingga kendaraan keluar jalur, menabrak tiang dan beton di pinggir jalan, lalu masuk ke jurang,” ujarnya.

 Ia memastikan kecelakaan ini murni faktor kelalaian manusia. “Kecelakaan tunggal ini murni akibat sopir mengantuk,” pungkasnya.

Saat Terguling, Hanya Bisa Sebut “Allah-Allah”

Muhamad Ilham, 22, salah satu penumpang selamat, menceritakan detik-detik mencekam saat mobil yang ditumpanginya terjun ke jurang. Saat kejadian, warga Kecamatan Tegalsari, Banyuwangi, ini duduk sendirian di jok belakang.

Ilham mengaku sempat tertidur setelah perjalanan panjang dari Jakarta. “Saya sempat tertidur setelah mobil berhenti di sekitar SPBU Garahan. Perjalanan dari Jakarta cukup jauh,” ujar Ilham.

Baca Juga: SENANGNYA! Akhirnya Warga Desa di Kabupaten Jember Ini Punya Jembatan Gantung

Diketahui, mobil tersebut milik Moh Faizin. Sebelumnya, kemudi dipegang oleh Febri Cahyanto, 33. Namun, setibanya di wilayah Garahan, posisi sopir digantikan oleh Faizin. “

Sebelum melanjutkan perjalanan, Mas Faizin sempat cuci muka. Mobil itu baru dibeli di Jakarta dan dalam perjalanan juga sempat berhenti beberapa kali,” katanya.

Ilham terbangun seketika saat mobil menghantam pembatas dan mulai terguling ke jurang. “Saat mobil terguling sampai tiga kali, saya hanya bisa menyebut ‘Allah, Allah, Allah’,” ungkapnya.

Setelah mobil berhenti, Ilham bersama penumpang lain bernama Rere, 18, berhasil keluar melalui pintu belakang. Mereka merangkak naik ke jalan raya untuk meminta bantuan. Beruntung, sejumlah karyawan Cafe Merawan yang berada di sekitar lokasi segera datang membantu.

Baca Juga: Siap-Siap Berangkat! 2.956 CJH Jember Masuk Kloter, Jemaah Cadangan Masih Punya Peluang Besar Naik Kuota

“Saya yang sudah naik duluan melihat proses evakuasi penumpang yang patah tulang cukup sulit. Petugas, tenaga kesehatan, dan warga harus bekerja keras karena posisi mobil berada di jurang,” tuturnya.

Ipda Muhamad Ikbal menambahkan, medan yang terjal di area perkebunan kopi menjadi kendala utama evakuasi.

“Korban yang selamat bisa naik sendiri ke jalan raya, sedangkan korban patah tulang harus dievakuasi menggunakan tandu,” jelas Ikbal. Seluruh korban kini telah mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Silo 1 dan RS Citra Husada Jember. (jum/dwi)

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#Jember #sopir mengantuk #laka lantas #Jalur Gumitir #kecelakaan jember